BPBD Tangerang Perpanjang Masa Pendinginan TPA Jatiwaringin

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang memperpanjang operasi pendinginan di kawasan bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, setelah api besar yang mel...

Jul 12, 2026 - 03:52
0 0
BPBD Tangerang Perpanjang Masa Pendinginan TPA Jatiwaringin

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang memperpanjang operasi pendinginan di kawasan bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, setelah api besar yang melanda area seluas sekitar 2,5 hektare berhasil dipadamkan secara total pada Selasa (24/5/2024) dini hari. Keputusan ini diambil menyusul masih terdeteksinya titik-titik bara di kedalaman tumpukan sampah yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Operasi pendinginan yang semula dijadwalkan berakhir dalam 48 jam pascapemadaman, kini diperpanjang hingga waktu yang belum ditentukan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari prosedur tetap penanganan kebakaran tempat pembuangan akhir serta untuk menjamin keamanan lingkungan sekitar.

Pengerahan Armada dan Personel

Dalam operasi yang memasuki hari keempat ini, BPBD mengerahkan 12 unit mobil tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter, 4 unit ekskavator untuk membongkar dan membolak-balik tumpukan sampah, serta 2 unit pompa air bertekanan tinggi. Sebanyak 85 personel gabungan dikerahkan secara bergantian dalam tiga sif untuk memastikan proses pendinginan berlangsung tanpa henti selama 24 jam.

“Kami bekerja dengan sistem sif karena kondisi di lapangan sangat dinamis. Meskipun permukaan sudah terlihat padam, di kedalaman 3 sampai 5 meter masih terdapat bara yang bisa kembali menyala jika tidak terus disiram,” ujar Ujat Sudrajat saat meninjau lokasi pada Rabu (25/5/2024) pagi.

Sumber air utama diambil dari dua embung yang sengaja dibangun di sekitar lokasi TPA, serta pasokan tambahan dari Perumda Air Minum Tirta Benteng. Koordinasi lintas sektor juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang yang bertanggung jawab atas pemulihan pascaoperasi.

Temuan Titik Panas dan Strategi Penanganan

Berdasarkan hasil pemantauan menggunakan drone termal yang diterjunkan pada Rabu sore, masih terdapat 7 titik panas dengan suhu di atas 90 derajat Celsius yang tersebar di tiga zona bekas kebakaran. Titik-titik tersebut berada di area yang sulit dijangkau oleh semburan air permukaan, sehingga strategi pembongkaran dengan ekskavator menjadi kunci utama.

“Setelah tumpukan sampah dibongkar, kami langsung menyemprotkan air bervolume tinggi ke bagian dalam. Proses ini kami ulangi terus hingga suhu turun di bawah 40 derajat. Target kami, dalam tiga hari ke depan tidak ada lagi titik panas yang terdeteksi,” tambah Ujat.

Selain pendinginan, BPBD juga memasang pipa-pipa ventilasi darurat di beberapa titik untuk melepaskan gas metana yang terperangkap di dalam timbunan sampah, sebagai langkah pencegahan terjadinya ledakan atau nyala api spontan. DLHK Kabupaten Tangerang turut menyiagakan alat pemantau kualitas udara di permukiman terdekat yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi TPA.

Dampak dan Respons Masyarakat

Kepulan asap tebal yang sempat menyelimuti kawasan pada saat puncak kebakaran, Senin (23/5/2024) malam, telah berkurang signifikan. Namun, aroma menyengat masih tercium hingga radius sekitar 1 kilometer, memicu keluhan dari warga Desa Jatiwaringin dan sekitarnya. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

“Kami sudah mendistribusikan 2.500 masker N95 ke warga dan menyarankan agar aktivitas luar ruangan dibatasi jika arah angin membawa sisa-sisa asap ke permukiman,” kata Camat Mauk, Ahmad Fauzi, yang ikut memantau posko kesehatan keliling.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melaporkan belum ada peningkatan signifikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pascal kejadian, tetapi tetap membuka layanan konsultasi di Puskesmas Mauk selama 24 jam. Tim medis mencatat hanya 14 warga yang mengeluhkan iritasi ringan pada mata dan tenggorokan, semuanya telah mendapatkan penanganan rawat jalan.

Penyebab dan Tindak Lanjut

Berdasarkan investigasi awal yang dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Tangerang, kebakaran diduga dipicu oleh akumulasi gas metana yang tersulut oleh puntung rokok atau aktivitas pemulung di lokasi. Namun, penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi. TPA Jatiwaringin sendiri masih berstatus aktif meskipun sudah direncanakan untuk ditutup bertahap pada akhir tahun 2025.

Plt Bupati Tangerang, Andi Ony, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat yang digelar di Pendopo Bupati menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi momentum untuk mempercepat penerapan sistem pengelolaan sampah terpadu. “Kami telah menetapkan keputusan untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern di Kecamatan Jayanti. TPA Jatiwaringin akan ditutup secara permanen begitu fasilitas baru siap beroperasi paling lambat awal 2026,” tegasnya.

Sementara itu, BPBD memastikan operasi pendinginan akan terus berlangsung hingga hasil evaluasi menyatakan kondisi benar-benar aman. Masa tanggap darurat bencana kebakaran TPA Jatiwaringin ditetapkan selama 14 hari terhitung sejak 23 Mei 2024, dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User