Oct 06, 2026
Politik

Bobby Nasution Tegaskan Komitmen di Gerindra Usai Diberhentikan PDIP

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan komitmen politiknya untuk tetap loyal menuntaskan amanat pengabdian di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) serta menyatakan tidak a...

Bobby Nasution Tegaskan Komitmen di Gerindra Usai Diberhentikan PDIP

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan komitmen politiknya untuk tetap loyal menuntaskan amanat pengabdian di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) serta menyatakan tidak akan berpindah partai politik lagi di masa depan. Pernyataan resmi tersebut disampaikan Bobby di hadapan ratusan kader dalam agenda Pendidikan dan Pelatihan Kader di Deli Serdang, Sumatera Utara, seraya mengklarifikasi rekam jejak kepindahannya yang bermula dari keputusan administratif pemecatan oleh partai lamanya.

Di hadapan jajaran pimpinan daerah dan fungsionaris organisasi, mantan Wali Kota Medan ini menekankan bahwa stabilitas fatsun perjuangan merupakan landasan fundamental dalam mengemban mandat publik. Bobby memaparkan bahwa langkah politik yang ia tempuh saat ini telah melewati pertimbangan matang bersama keluarga dan pimpinan partai, sehingga spekulasi mengenai potensi dinamika kepindahan partai di masa depan dipastikan tidak berdasar.

Penegasan Sikap Politik dalam Forum Kaderisasi

Dalam pengarahannya, Bobby secara lugas menepis pandangan yang mengaitkan langkah politiknya dengan pragmatisme kekuasaan semata. Ia menggarisbawahi bahwa pergeseran keanggotaan tersebut merupakan konsekuensi langsung dari surat keputusan sanksi disiplin organisasi yang diterimanya pada tahapan Pemilihan Umum 2024, bukan didasari oleh kehendak pribadi untuk membelot.

"Saya menegaskan bahwa keputusan berpindah partai politik ini cukup satu kali saja dalam perjalanan politik saya. Perlu dicatat secara jernih, kepindahan tersebut terjadi bukan karena saya meninggalkan rumah lama secara sukarela, melainkan karena saya telah resmi diberhentikan oleh DPP partai sebelumnya," ujar Bobby Nasution.

Lebih lanjut, Bobby menyatakan bahwa afiliasi politiknya dengan Partai Gerindra kini telah bersifat definitif. Ia meminta seluruh jajaran kader di daerah menepis keraguan dan berfokus pada kerja-kerja konkret pemenangan program strategis nasional yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kronologi Penetapan dan Penerbitan Surat Keputusan

Rekam jejak keanggotaan Bobby Nasution di PDI Perjuangan resmi berakhir setelah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Medan menindaklanjuti instruksi Dewan Pimpinan Pusat terkait penegakan disiplin organisasi. Langkah tersebut ditetapkan menyusul keterlibatan terbuka Bobby dalam mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berbeda dari keputusan resmi partainya.

Surat penetapan pemberhentian bernomor 217/IN/DPC-29.B-26/XI/2023 disahkan dan diterbitkan pada 14 November 2023, yang menyatakan Bobby tidak lagi memenuhi syarat administratif maupun etis sebagai kader banteng moncong putih. Menindaklanjuti keputusan tersebut, Bobby kemudian menempuh babak baru dengan resmi mendaftarkan diri serta disahkan sebagai anggota Partai Gerindra pada Mei 2024.

"Berdasarkan seluruh keputusan kelembagaan yang pernah dijatuhkan, saya menghormati proses tersebut sebagai dinamika politik. Saat ini posisi saya telah disahkan sebagai kader Gerindra, dan konsentrasi kami sepenuhnya tertuju pada implementasi program kerakyatan di Sumatera Utara," kata Bobby menegaskan.

Langkah kepindahan yang disahkan melalui penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) tersebut menjadi landasan kokoh bagi Partai Gerindra dalam mengusung Bobby Nasution pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara hingga berhasil mengamankan mandat pemilih.

Sinergi Eksekutif dan Fraksi Parlemen Daerah

Dalam Rapat Koordinasi yang diselenggarakan seusai pengarahan diklat, Bobby mengingatkan pentingnya kolaborasi antara lembaga eksekutif daerah dan Fraksi Gerindra di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara. Menurutnya, sinkronisasi kebijakan anggaran dan legislasi sangat krusial dalam menuntaskan agenda percepatan infrastruktur dan pengentasan kemiskinan ekstrem di seluruh kabupaten dan kota.

Penguatan kelembagaan tersebut, lanjut Bobby, wajib dijalankan berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Berdasarkan regulasi tersebut, kepala daerah dan DPRD berkedudukan setara sebagai mitra sejajar dalam perumusan kebijakan anggaran, sehingga soliditas politik fraksi pengusung menjadi penentu efektivitas jalannya roda birokrasi pemerintahan daerah.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu, dalam rapat pleno internal juga menyatakan kesiapan penuh seluruh instrumen partai untuk mendukung stabilitas kepemimpinan Bobby Nasution. Partai menilai loyalitas dan penegasan sikap terbuka kepala daerah menjadi modal penting guna memperkuat konsolidasi struktural dari tingkat provinsi hingga basis pengurus anak ranting.

Agenda kaderisasi kepemimpinan tersebut diakhiri dengan perumusan pakta integritas organisasi. Bobby berpesan agar para kader yang dicetak melalui jalur pendidikan partai senantiasa menjunjung tinggi etika politik kenegaraan, mengedepankan objektivitas dalam menyerap aspirasi warga, serta tidak memanfaatkan wadah partai politik untuk kepentingan jangka pendek yang mencederai kepercayaan rakyat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User