BNPP Dorong percepatan pembangunan PLBN Seimanggaris

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Seimanggaris di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara....

Jul 23, 2026 - 20:41
0 0
BNPP Dorong percepatan pembangunan PLBN Seimanggaris

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Seimanggaris di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Keputusan ini diambil guna mewujudkan konektivitas ekonomi yang lebih efektif sekaligus memperkuat fungsi Gerbang Negara Indonesia di kawasan perbatasan dengan Malaysia.

Konteks Kebijakan dan Peran Strategis BNPP

Dalam rapat koordinasi yang diadakan di Jakarta pada hari Senin, 22 Juli 2024, BNPP bersama kementerian dan lembaga terkait membahas langkah konkret percepatan proyek strategis nasional tersebut. Pleno ini menindaklanjuti arahan dari rapat sebelumnya mengenai optimalisasi fungsi PLBN di seluruh lini perbatasan RI. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sekaligus Kepala BNPP, Hadi Tjahjanto, menyatakan pentingnya percepatan ini.

"Pembangunan PLBN Seimanggaris merupakan bagian integral dari rencana induk pengelolaan perbatasan. Kita harus memastikan proyek ini berjalan tepat waktu untuk mendukung konektivitas ekonomi dan memperkuat kedaulatan negara di garis batas," ujar Hadi Tjahjanto seperti dikutip dari keterangan resmi BNPP.

Menurut data BNPP, PLBN Seimanggaris direncanakan akan menjadi simpul utama perdagangan dan mobilitas masyarakat di wilayah Nunukan. Letaknya yang strategis di jalur utama lintas batas dengan negara bagian Sabah, Malaysia, menjadikannya kunci untuk mengoptimalkan arus barang, jasa, dan orang secara legal dan terkendali. Pembangunan ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal serta kebijakan nasional tentang percepatan pembangunan di kawasan perbatasan.

Rincian Proyek dan Dukungan Anggaran

Proyek percepatan pembangunan PLBN Seimanggaris mencakup beberapa tahapan kritis. Tahap awal meliputi penyelesaian dokumen perencanaan teknis, pembebasan lahan, serta pengadaan kontraktor pelaksana. BNPP menegaskan bahwa dana yang dialokasikan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun berjalan dan tahun-tahun mendatang, dengan prioritas pada infrastruktur gedung gedung utama, area pemeriksaan, dan fasilitas penunjang.

Target penyelesaian konstruksi tahap pertama ditetapkan pada akhir tahun fiskal 2025. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Utama BNPP, Bambang Eko Suryono, dalam kesempatan terpisah. Ia menambahkan bahwa percepatan ini memerlukan sinergi ketat antara Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan.

"Kita sudah mengalokasikan anggaran yang memadai untuk tahap konstruksi. Tugas kita sekarang adalah mempercepat proses lelang dan pengawasan agar fisik bisa berdiri sesuai target," kata Bambang Eko Suryono.

Dukungan anggaran ini juga mencakup penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) instansi pengawas di lapangan, seperti Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, dan Polisi Perbatasan. Integrasi sistem informasi dan teknologi di PLBN ini juga akan di-upgrade untuk mendukung layanan ekspor-impor yang lebih efisien.

Dampak Ekonomi dan Penguatan Gerbang Negara

Pembangunan PLBN Seimanggaris diproyeksikan akan berdampak signifikan terhadap perekonomian regional dan nasional. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam analisinya menyebutkan bahwa konektivitas fisik yang layak di perbatasan dapat meningkatkan volume perdagangan resmi hingga 40 persen dalam lima tahun ke depan. Hal ini akan mengurangi kebocoran ekonomi akibat aktivitas ilegal dan smuggling.

Selain aspek ekonomi, keberadaan PLBN modern ini menjadi instrumen vital penguatan kedaulatan. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, beberapa waktu lalu menegaskan bahwa PLBN yang representatif adalah wajah pertama kedaulatan negara bagi warga negara asing yang memasuki Indonesia.

"PLBN bukan sekadar bangunan, tapi simbol negara. Dengan PLBN yang modern dan representatif, kita menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia hadir secara kuat di perbatasan," tegas Tito Karnavian saat kunjungan kerja ke beberapa PLBN di Kalimantan pada Juni lalu.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga menyambut positif percepatan ini. Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, mengatakan bahwa PLBN Seimanggaris akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat di Nunukan dan sekitarnya, sekaligus memperkuat integrasi ekonomi kawasan Kalimantan dengan pasar ASEAN melalui Malaysia.

Dengan percepatan ini, BNPP berharap PLBN Seimanggaris dapat beroperasi penuh dan optimal sesuai visi besar pemerintah untuk mewujudkan perbatasan yang sejahtera, mandiri, dan menjadi gerbang utama perdagangan internasional yang terkelola dengan baik. Koordinasi antar kementerian dan lembaga akan terus dipantau melalui mekanisme Rapat Koordinasi pimpinan BNPP secara berkala.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User