BNN di Bawah Suyudi Ario Seto Amankan Buronan Interpol
Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia berhasil mengamankan seorang buronan Interpol yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) internasional. Penangkapan dipimpin langsung o...
Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia berhasil mengamankan seorang buronan Interpol yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) internasional. Penangkapan dipimpin langsung oleh Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto pada Senin (20/1/2025) di Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Buronan berinisial M.A., warga negara asing berusia 45 tahun, diduga sebagai pengendali utama sindikat narkotika jaringan Asia-Pasifik yang telah lama masuk dalam Red Notice Interpol.
“Penangkapan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara BNN, NCB Interpol Indonesia, dan Direktorat Jenderal Imigrasi. Kami tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan transnasional untuk bersembunyi di Indonesia,” ujar Suyudi dalam konferensi pers di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (21/1/2025).
Red Notice dan Pelarian Lintas Negara
Berdasarkan data yang dihimpun, M.A. masuk dalam Red Notice Interpol sejak 2022 atas permintaan otoritas Thailand. Ia diduga terlibat dalam penyelundupan 500 kilogram sabu-sabu ke Australia melalui jalur laut dengan modus pengiriman barang campuran dalam kontainer komoditas pertanian. Setelah jaringan tersebut terbongkar, M.A. melarikan diri secara berpindah-pindah melalui Malaysia, Singapura, dan terakhir masuk ke Indonesia menggunakan paspor palsu dengan identitas warga negara Afrika Barat.
Sistem Pelacakan dan Informasi Perlintasan (SPIP) yang terkoneksi dengan basis data Interpol mendeteksi pergerakan M.A. saat ia mendarat di Jakarta. BNN segera membentuk tim khusus yang terdiri dari Direktorat Intelijen dan Direktorat Penindakan BNN. Operasi senyap digelar selama tiga hari hingga akhirnya M.A. diidentifikasi akan keluar dari Indonesia melalui rute penerbangan internasional.
Operasi Samudra Bersih di Bawah Komando Suyudi
Operasi dengan sandi “Samudra Bersih” ini dipimpin langsung oleh Suyudi Ario Seto. Dalam rapat koordinasi yang digelar pada Minggu (19/1/2025), Suyudi menginstruksikan 30 personel gabungan untuk melakukan penangkapan pada saat buronan akan melakukan check-in keberangkatan. “Begitu ada titik terang dari intelijen, langsung kami sikat. Tidak boleh ada celah sedikit pun,” tegasnya.
Dari tangan M.A., petugas mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu paspor palsu, dua unit telepon satelit, uang tunai dalam berbagai mata uang senilai setara Rp1,2 miliar, dan dokumen yang berisi daftar kontak jaringan sindikat di lima negara. Saat ini M.A. ditahan di Rumah Tahanan BNN untuk proses penyelidikan lebih lanjut sebelum diekstradisi ke Thailand sesuai perjanjian bantuan hukum timbal balik.
Komitmen Suyudi Ario Seto terhadap Kejahatan Transnasional
Suyudi menegaskan bahwa BNN akan terus memperkuat kerja sama internasional, khususnya dengan Interpol dan Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat, guna memburu buronan narkotika kelas kakap. “Jaringan narkotika internasional harus dihancurkan sampai ke akar-akarnya. Tidak ada tempat aman bagi mereka,” ujarnya.
Data penindakan BNN sepanjang 2024 menunjukkan tren peningkatan pengungkapan kasus yang melibatkan buronan Interpol. Sepanjang tahun tersebut, BNN menangkap 12 buronan internasional dari berbagai negara, naik signifikan dari 8 buronan pada 2023. Suyudi menyebut keberhasilan itu sebagai buah dari reformasi internal dan penguatan kapasitas analisis intelijen yang ia canangkan sejak menjabat sebagai Kepala BNN pada 8 Desember 2023.
Rekam Jejak Sang Jenderal
Komjen Pol Suyudi Ario Seto, lulusan Akademi Kepolisian 1989, bukanlah nama asing di dunia pemberantasan narkoba. Sebelum menjabat Kepala BNN, ia pernah menduduki posisi Wakil Kepala BNN, Deputi Penindakan BNN, serta sejumlah jabatan strategis di Polri seperti Kapolda Kalimantan Tengah dan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Pengalamannya selama lebih dari tiga dekade di bidang reserse membuatnya piawai dalam merancang strategi penindakan terhadap sindikat besar, termasuk yang melibatkan lintas batas negara.
Di bawah kepemimpinannya, BNN gencar melakukan operasi terpadu dengan menggandeng Bea Cukai, Imigrasi, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Suyudi menekankan pentingnya pendekatan follow the money dan follow the network untuk memotong rantai pasok narkotika dari hulu hingga hilir. “Membekuk buronan adalah satu langkah, tetapi yang lebih utama adalah membongkar jaringan keuangan dan logistik di belakangnya,” papar Suyudi.
Penangkapan M.A. pun menjadi sinyal kuat bahwa BNN serius menindaklanjuti komitmen Indonesia dalam forum internasional, termasuk implementasi ASEAN Plan of Action against Transnational Crime. Suyudi berencana segera menggelar rapat koordinasi lanjutan dengan otoritas Thailand dan Australia untuk mengembangkan penyidikan hingga ke jaringan lebih luas.
Comments (0)