Trump Puji Prabowo: 'Sosok Luar Biasa' di KTT Perdamaian Gaza

KAIRO — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (K...

Jul 12, 2026 - 02:41
0 1
Trump Puji Prabowo: 'Sosok Luar Biasa' di KTT Perdamaian Gaza

KAIRO — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza yang berlangsung di Kairo, Mesir, pada Senin (16/6/2025). Dalam sesi pleno yang dihadiri 47 kepala negara dan pemerintahan, Trump menyebut Prabowo sebagai “sosok luar biasa” yang memiliki visi tajam dalam mendorong stabilitas kawasan Timur Tengah. Pujian itu disampaikan langsung di hadapan para pemimpin dunia dan menjadi salah satu momen penting dalam forum yang digagas untuk mencari solusi permanen atas krisis kemanusiaan di Gaza.

KTT yang digelar di Istana Al-Ittihadiya tersebut merupakan tindak lanjut dari Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2735 yang disahkan pada 10 Juni 2025. Forum ini diinisiasi oleh Mesir, Yordania, dan Indonesia sebagai bagian dari upaya multilateral menghentikan eskalasi kekerasan dan membuka koridor bantuan kemanusiaan tanpa syarat. Presiden Prabowo hadir langsung bersama Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, menandakan komitmen tinggi Indonesia dalam diplomasi perdamaian.

Pujian di Hadapan Sidang Pleno

Dalam pidatonya yang berdurasi 12 menit, Trump menyoroti peran aktif Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo. Ia menekankan bahwa Indonesia bukan hanya negara dengan populasi Muslim terbesar, tetapi juga mitra strategis yang mampu menjembatani dialog antara pihak-pihak yang bertikai.

“Presiden Prabowo Subianto adalah seorang pemimpin dengan visi yang tajam. Saya menghormati dedikasinya untuk stabilitas kawasan. Beliau sungguh sosok luar biasa yang dibutuhkan dunia saat ini,”
ujar Trump yang disambut tepuk tangan peserta sidang. Pujian tersebut mencatatkan posisi Indonesia sebagai aktor kunci dalam arsitektur perdamaian internasional, sejalan dengan mandat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Menurut catatan Kementerian Luar Negeri, pidato Trump itu merupakan respons atas pemaparan Prabowo yang mengusulkan tiga pilar perdamaian: gencatan senjata permanen dalam waktu 72 jam, jaminan akses penuh terhadap bantuan kemanusiaan melalui laut dan darat dengan pengawasan internasional, serta dimulainya kembali perundingan solusi dua negara berdasarkan perbatasan 1967. Usulan tersebut sebelumnya telah disampaikan dalam Rapat Koordinasi terbatas di Istana Merdeka pada 12 Juni 2025 bersama jajaran TNI dan Polri, sehingga menjadi posisi resmi negara.

Peran Strategis Indonesia

Kontribusi Indonesia dalam KTT ini tidak berdiri sendiri. Sejak awal konflik Gaza memanas kembali pada kuartal ketiga 2024, Indonesia secara konsisten mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI. Hingga Maret 2025, total bantuan yang telah disalurkan mencapai 3.500 ton logistik, obat-obatan, dan kebutuhan pokok, senilai Rp 185 miliar, yang seluruhnya diangkut menggunakan kapal milik TNI Angkatan Laut. Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan, kehadiran fisik dan diplomatik ini memperkuat posisi tawar Indonesia di KTT.

“Penghargaan dari Presiden Trump membuktikan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar penonton, tetapi pemain utama dalam isu-isu strategis global. Ini keputusan politik yang diambil langsung oleh Presiden Prabowo,”
jelas Sugiono di sela-sela pertemuan bilateral dengan Menlu AS Marco Rubio.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua negara sepakat membentuk Kelompok Kerja Bersama (Joint Working Group) untuk mengawal implementasi proposal perdamaian. Kesepakatan itu akan ditindaklanjuti dengan nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juli 2025 di Washington DC. Duta Besar RI untuk AS, Rosan Roeslani, menyebut capaian ini sebagai lompatan besar hubungan bilateral di bawah pemerintahan baru Indonesia.

Dukungan Paripurna dari DPR

Di Jakarta, respons positif mengalir dari Senayan. Dalam Rapat Pleno Komisi I DPR yang digelar Selasa (17/6/2025), seluruh Fraksi—dari Fraksi PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, PKB, PKS, PAN, hingga Demokrat—menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo. Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pujian Trump merupakan pengakuan terhadap kapasitas Indonesia.

“Kami di DPR menegaskan bahwa diplomasi Presiden Prabowo telah berjalan di jalur yang tepat. Rapat ini menyepakati untuk memperkuat fungsi pengawasan agar setiap komitmen yang dibuat di KTT Gaza dapat segera ditindaklanjuti melalui instrumen legislasi atau anggaran,”
ujar Meutya. Dukungan serupa juga datang dari Ketua Fraksi Gerindra, Ahmad Muzani, yang menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari konsistensi Prabowo membangun jejaring internasional sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Komisi I juga menetapkan akan membentuk Panitia Kerja (Panja) Diplomasi Kemanusiaan untuk memastikan alokasi anggaran kemanusiaan dalam APBN Perubahan 2025 dapat disahkan tepat waktu. Keputusan ini diambil berdasarkan usulan Fraksi PKS yang menginginkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan.

Langkah Tindak Lanjut Pemerintah

Menindaklanjuti momentum KTT, Presiden Prabowo telah memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Budi Gunawan, untuk memimpin koordinasi lintas kementerian. Dalam Rapat Koordinasi yang digelar pada Rabu (18/6/2025), Budi Gunawan menyatakan bahwa pemerintah akan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kemanusiaan Gaza yang melibatkan TNI, Polri, BNPB, dan Kementerian Kesehatan.

“Atas arahan langsung Bapak Presiden, kami menetapkan target pengiriman rumah sakit terapung dan bantuan logistik tahap kedua paling lambat 1 Juli 2025,”
tegasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan, Philips J. Vermonte, mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo telah menerima undangan dari Gedung Putih untuk melakukan kunjungan kenegaraan pada Agustus 2025 guna memperdalam kerja sama strategis. Kunjungan tersebut akan membahas tidak hanya isu Gaza, tetapi juga kerja sama ekonomi digital dan pertahanan. Pujian “sosok luar biasa” dari Trump, menurut Vermonte, bukan sekadar retorika, melainkan pintu bagi pengakuan yang lebih konkret terhadap kepemimpinan Indonesia di pentas global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User