Bentrok Warga di Menteng Picu Pemberlakuan Belajar Jarak Jauh
Insiden bentrokan antarwarga yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (23/6) malam memaksa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Menteng 01, yang berlokasi tidak jauh dari pusat kericuhan, mem...
Insiden bentrokan antarwarga yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (23/6) malam memaksa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Menteng 01, yang berlokasi tidak jauh dari pusat kericuhan, memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh peserta didiknya. Keputusan mendesak ini diambil oleh pihak sekolah setelah mempertimbangkan imbauan aparat keamanan serta demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pengajar dari potensi meluasnya konflik.
Kepala SDN Menteng 01, Drs. Haryanto, M.Pd., menyatakan bahwa kebijakan PJJ akan diterapkan mulai Selasa (24/6) hingga situasi kembali kondusif. “Kami tidak ingin mengambil risiko. Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa pagi.
“Berdasarkan koordinasi dengan kepolisian dan unsur keamanan setempat, mulai besok seluruh kegiatan belajar mengajar dialihkan ke metode daring. Keputusan ini akan dievaluasi setiap dua hari menyesuaikan dinamika di lapangan.”
Kronologi Bentrokan dan Gangguan Keamanan
Bentrokan antarwarga tersebut meletus sekitar pukul 20.30 WIB di area permukiman padat di Jalan Menteng Raya. Berdasarkan keterangan Kepolisian Sektor Menteng, pemicu konflik adalah sengketa lahan parkir yang telah berlangsung lama antara dua kelompok warga. Aksi saling lempar batu dan pembakaran sejumlah benda sempat terjadi, mengakibatkan akses jalan utama menuju beberapa fasilitas umum, termasuk sekolah, ditutup sementara.
Kapolsek Menteng, Komisaris Polisi Ahmad Fauzi, S.I.K., membenarkan bahwa pihaknya telah mengerahkan sekitar 200 personel gabungan untuk mengamankan lokasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut. “Kami juga menyampaikan imbauan kepada pengelola sekolah yang berada dalam radius 500 meter dari pusat bentrokan untuk mempertimbangkan pembelajaran daring guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya saat ditemui di posko keamanan.
Penerapan Pembelajaran Daring
SDN Menteng 01 yang memiliki sekitar 850 siswa itu mulai mengirimkan pengumuman melalui grup WhatsApp orang tua pada Senin malam pukul 22.00 WIB. Pengumuman bernomor 045/SDN-M01/VI/2025 itu menyebutkan bahwa pembelajaran tatap muka ditangguhkan mulai Selasa, 24 Juni 2025, dan akan diganti dengan skema pembelajaran jarak jauh melalui platform daring yang telah disiapkan sekolah sejak masa pandemi.
Guru kelas, Nurshinta Dewi, S.Pd., menjelaskan bahwa seluruh materi pelajaran, tugas, dan evaluasi akan disampaikan melalui Google Classroom dan video conference Zoom sesuai jadwal yang telah ditetapkan. “Kami sudah terbiasa dengan sistem PJJ. Jadi, tidak ada kendala berarti dari sisi teknis. Hanya saja, kami berharap situasi cepat pulih agar anak-anak bisa kembali belajar di kelas,” katanya.
“Sekolah menginstruksikan seluruh orang tua untuk memastikan putra-putrinya tetap mengikuti pembelajaran daring secara penuh dan tidak mendekati area bentrokan. Kami juga membuka posko pengaduan bagi siswa yang kesulitan akses internet.”
Respons Pemerintah dan Dinas Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Nahdiana, M.Pd., menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah antisipatif yang diambil SDN Menteng 01. Dalam rapat koordinasi daring yang digelar Selasa pagi, ia menegaskan bahwa faktor keamanan dan kenyamanan belajar siswa harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengambilan kebijakan.
“Kami menindaklanjuti dengan mengirimkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan di Jakarta Pusat untuk meningkatkan kewaspadaan. Sekolah diimbau tidak segan menerapkan PJJ apabila kondisi di sekitar tidak mendukung pembelajaran tatap muka,” tegas Nahdiana.
Sementara itu, Komisi E DPRD DKI Jakarta melalui juru bicaranya, Iman Satria, S.E., menyatakan akan memantau penanganan dampak bentrokan terhadap layanan pendidikan. “Kami berharap aparat keamanan dapat segera memulihkan ketertiban sehingga kegiatan belajar mengajar normal kembali berjalan. Tidak boleh ada siswa yang dirugikan,” ujarnya.
Mediasi dan Prospek Pemulihan
Pihak Kelurahan Menteng dan tokoh masyarakat setempat telah difasilitasi oleh Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat untuk melakukan mediasi. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Dra. Rini Sulistiawati, menyebut bahwa relawan dan petugas sosial dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak, termasuk memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi sudah mulai terkendali. Namun, aparat kepolisian masih menerapkan status siaga satu dan akses jalan utama masih dibuka tutup secara situasional. Evaluasi terhadap kebijakan PJJ di SDN Menteng 01 akan dilakukan pada Rabu (25/6) mendatang setelah rapat koordinasi antara pihak sekolah, komite sekolah, dan kepolisian.
Dengan langkah ini, diharapkan tidak ada gangguan signifikan terhadap capaian akademik peserta didik sekaligus memastikan hak atas rasa aman dalam lingkungan pendidikan tetap terpenuhi.
Comments (0)