Bener Meriah — Pemerintah dan Warga Sepakati Percepatan Rekonstruksi

Bupati Bener Meriah bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/Polri, dan tokoh masyarakat menyepakat

Jul 08, 2026 - 13:25
0 0
Bener Meriah — Pemerintah dan Warga Sepakati Percepatan Rekonstruksi
Bupati Bener Meriah bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/Polri, dan tokoh masyarakat menyepakati serangkaian langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi. Kesepakatan dicapai dalam rapat koordinasi di Pendopo Bupati, Kamis (20/3/2025), dan difokuskan pada pembangunan kembali akses jalan, jembatan, rumah warga, serta fasilitas umum di empat kecamatan terdampak paling parah.

Kronologi Bencana

Bencana hidrometeorologi dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah dataran tinggi Kabupaten Bener Meriah sejak awal Maret 2025. Berikut urutan peristiwa utama yang tercatat oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD setempat:

  1. 7 Maret 2025 pukul 19.30 WIB: Hujan deras dengan intensitas lebih dari 100 mm/jam mulai turun di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan.
  2. 8 Maret 2025 pukul 02.15 WIB: Air sungai meluap dan menggenangi permukiman di Kecamatan Bukit, Wih Pesam, dan Bandar. Banjir bandang disertai material lumpur dan kayu menerjang desa-desa di sepanjang bantaran sungai.
  3. 8 Maret 2025 pukul 05.00 WIB: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari setelah menerima laporan 12 desa terisolasi akibat putusnya jembatan dan tertimbunnya badan jalan.
  4. 9–10 Maret 2025: Tim SAR gabungan mengevakuasi 3.127 warga ke 15 titik pengungsian. Pendistribusian bantuan logistik terkendala longsor di tiga ruas jalan provinsi.
  5. 14 Maret 2025: Hujan susulan menyebabkan tanah longsor di Kecamatan Syiah Utama, menambah jumlah desa terdampak menjadi 16 desa.

Dampak Kerusakan

Data terbaru hasil asesmen gabungan yang dirilis pada 19 Maret 2025 mencatat kerusakan fisik sebagai berikut:

  • 112 unit rumah rusak berat, 76 unit rusak sedang, dan 43 unit rusak ringan.
  • 7 jembatan putus total, 3 di antaranya merupakan jembatan penghubung antarkecamatan.
  • 23 kilometer jalan kabupaten dan provinsi tertutup material longsor atau mengalami penggerusan badan jalan.
  • 6 fasilitas pendidikan dan 2 puskesmas tidak dapat beroperasi akibat terendam lumpur setinggi 50–80 cm.
  • Total kerugian ekonomi sementara ditaksir mencapai Rp112 miliar, mencakup sektor permukiman, infrastruktur, pertanian, dan peternakan.

Langkah Percepatan Rekonstruksi

Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Bener Meriah menghasilkan lima poin kesepakatan yang akan dilaksanakan secara paralel:

  1. Pengerahan alat berat: Kementerian PUPR akan mengirimkan 12 ekskavator, 4 buldoser, dan 6 truk tangki air untuk membuka akses jalan mulai 22 Maret 2025.
  2. Pembangunan jembatan darurat: TNI AD melalui Zeni Tempur akan merakit 4 jembatan bailey di titik-titik kritis dalam waktu dua pekan.
  3. Rehabilitasi rumah warga: BNPB mengalokasikan dana stimulan sebesar Rp50 juta per rumah rusak berat, dengan target pembangunan tahap pertama sebanyak 40 unit dalam tiga bulan.
  4. Relokasi terbatas: Tiga desa di bantaran sungai yang masuk zona rawan tinggi akan direlokasi ke lahan milik pemerintah daerah seluas 8 hektare; pembebasan lahan dituntaskan paling lambat Mei 2025.
  5. Pemulihan layanan dasar: Perbaikan sekolah dan puskesmas ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran baru dimulai, menggunakan skema pembiayaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) penugasan.

Komitmen Anggaran dan Target

Pemerintah pusat telah menyetujui penggunaan Dana Siap Pakai BNPB sebesar Rp45 miliar untuk tahap pertama. Sementara itu, Pemerintah Aceh menyiapkan Rp20 miliar dari APBA untuk dukungan operasional. Seluruh pekerjaan rekonstruksi dijadwalkan mencapai 60 persen pada Juli 2025 dan tuntas sepenuhnya pada Desember 2025, dengan pengawasan langsung dari Inspektorat Kabupaten serta pendampingan masyarakat untuk memastikan transparansi dan kualitas bangunan. “Kami ingin rekonstruksi kali ini tidak hanya cepat, tetapi juga membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana serupa di masa depan,” ujar Bupati Bener Meriah usai menandatangani berita acara kesepakatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User