Bareskrim Pamerkan Tumpukan Duit Rp 8,5 Miliar dari Sindikat Judol Jaringan Internasional di Hayam Wuruk
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menggelar konferensi pers besar-besaran untuk membeberkan hasil pengungkapan sindikat judi online jaringan internasional yang berpusat d
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menggelar konferensi pers besar-besaran untuk membeberkan hasil pengungkapan sindikat judi online jaringan internasional yang berpusat di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Kasus ini menjadi sorotan setelah aparat kepolisian berhasil melakukan penggerebekan pada awal Mei 2026 dan menyita barang bukti yang nilainya fantastis.
Berdasarkan laporan Apaberita.com di Aula Lantai 9, Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat (26/6/2026), deretan barang bukti telah ditata sedemikian rupa untuk diperlihatkan kepada awak media. Tumpukan uang tunai rupiah yang mencapai angka Rp 8.532.468.359 menjadi pemandangan paling mencolok di antara barang bukti lainnya. Selain mata uang lokal, aparat juga menyita sejumlah mata uang asing dalam jumlah yang tidak sedikit.
Sindikat Beroperasi Layaknya Korporasi Profesional
Pengungkapan kasus ini membuka tabir bagaimana sindikat judi online tersebut menjalankan aksinya secara terstruktur dan rapi. Para pelaku diduga kuat menggunakan gedung perkantoran di kawasan Hayam Wuruk yang notabene merupakan salah satu pusat bisnis strategis di Jakarta Barat sebagai markas utama mereka. Langkah ini diambil untuk mengelabui aparat dan masyarakat sekitar agar tidak menaruh curiga terhadap aktivitas ilegal yang tengah berlangsung.
Selain uang tunai, Bareskrim juga menyita ratusan perangkat elektronik canggih yang digunakan untuk mengoperasikan jaringan judi online lintas negara tersebut. Perangkat-perangkat ini diduga menjadi tulang punggung operasional sindikat dalam menjangkau pemain-pemain dari berbagai belahan dunia.
"Ini merupakan komitmen Polri dalam memberantas praktik perjudian online yang meresahkan masyarakat. Sindikat ini telah beroperasi dalam skala internasional dengan nilai transaksi yang sangat besar," ujar salah satu perwira tinggi Bareskrim dalam konferensi pers tersebut.
Nilai Transaksi Mencapai Puluhan Miliar
Dari hasil penyelidikan sementara, bisnis haram ini mampu meraup keuntungan puluhan miliar rupiah setiap bulannya. Modus operandi yang digunakan pun tergolong mutakhir dengan memanfaatkan server di luar negeri untuk menghindari pelacakan aparat penegak hukum Indonesia. Meski demikian, kerja sama lintas lembaga dan kemampuan teknis Dittipidsiber Bareskrim berhasil membongkar jaringan ini hingga ke akarnya.
Penangkapan dan penyitaan ini menjadi salah satu pengungkapan kasus judi online terbesar sepanjang tahun 2026. Polri menegaskan akan terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat, termasuk kemungkinan adanya aliran dana ke sejumlah rekening penampung yang digunakan untuk pencucian uang. Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan terhadap para tersangka masih berlangsung intensif di ruang penyidik Bareskrim Polri.
Comments (0)