Menkop Gandeng KSP Perkuat Operasionalisasi KDKMP
Jakarta, Apaberita.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menunjukkan langkah taktis dengan menggandeng Kantor Staf Presiden (KSP) guna memperkuat aspek operasionalisasi 1.061 Koperasi
Jakarta, Apaberita.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menunjukkan langkah taktis dengan menggandeng Kantor Staf Presiden (KSP) guna memperkuat aspek operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah resmi diluncurkan. Gerak cepat ini ditempuh untuk memastikan program prioritas Presiden tersebut dapat beroperasi secara optimal dan segera menghadirkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di tingkat akar rumput. Dalam gelombang pertamanya, KDKMP diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang terintegrasi dengan rantai pasok pangan nasional.
Peraturan Presiden Jadi Kunci Operasional KDKMP
Salah satu rekomendasi krusial yang muncul dari rapat koordinasi tersebut adalah perlunya percepatan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai landasan hukum utama. Ferry Juliantono menegaskan bahwa payung hukum ini akan memberikan kepastian dan kejelasan dalam menjalankan koperasi di setiap desa dan kelurahan. Ia menjelaskan, draf rancangan Perpres saat ini tengah dimatangkan bersama instansi terkait agar dapat segera diundangkan.
“Salah satu rekomendasi hasil pertemuan tadi adalah perlu untuk segera dikeluarkannya Perpres, draf rancangan Peraturan Presiden untuk operasionalisasi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih,” ujar Ferry dalam keterangan tertulis yang diterima Apaberita.com, Jumat (26/6/2026).
Rapat koordinasi yang diinisiasi oleh Kantor Staf Presiden itu juga melibatkan PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi penanda bahwa pemerintah serius mewujudkan KDKMP sebagai instrumen strategis pengentasan kemiskinan dan pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Apaberita.com mencatat, kehadiran Agrinas sebagai BUMN pangan akan menjadi tulang punggung dalam pengelolaan rantai pasok dan pemasaran hasil produksi koperasi desa, sementara TNI akan berperan melalui jaringan teritorialnya dalam pendampingan dan pembinaan koperasi di lapangan.
Sinergi TNI dan BUMN Pangan untuk Koperasi Desa
Menkop Ferry Juliantono menilai, sinergi dengan TNI sangat vital mengingat kemampuan personel satuan teritorial yang tersebar hingga pelosok desa. “Dengan dukungan TNI, kami bisa memastikan setiap koperasi desa mendapatkan pengawalan dan pendampingan secara langsung, mulai dari pelatihan manajemen, administrasi, hingga digitalisasi layanan koperasi,” paparnya. Sementara itu, Agrinas akan menjembatani koperasi-koperasi tersebut agar terhubung dengan pasar pangan yang lebih luas, sekaligus menjamin penyerapan produk petani dan pelaku usaha mikro yang bernaung di bawah KDKMP.
Program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu prioritas nasional yang digadang-gadang mampu memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan. Dalam rancangannya, setiap koperasi akan menghimpun minimal seratus anggota dari berbagai sektor usaha kecil, pertanian, peternakan, dan perikanan. Mereka akan mendapat akses pembiayaan berbunga rendah, pendampingan teknis berkelanjutan, serta kemudahan distribusi melalui platform digital yang dikembangkan oleh pemerintah. Dengan operasionalisasi yang semakin matang, pemerintah menargetkan koperasi-koperasi ini mampu berdiri mandiri dalam dua tahun pertama dan menjadi contoh model koperasi modern di Indonesia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Apaberita.com, rapat lanjutan akan digelar dalam waktu dekat untuk membahas finalisasi draf Perpres beserta petunjuk teknis pelaksanaannya. Koordinasi intensif antara Kementerian Koperasi, KSP, Agrinas, dan TNI dijadwalkan terus berlangsung guna memastikan tidak ada hambatan birokrasi yang merintangi pelaksanaan program di lapangan. Pemerintah optimistis KDKMP akan menjadi solusi atas kesenjangan ekonomi antara desa dan kota, sekaligus mewujudkan kemandirian pangan sebagaimana dicitakan Presiden.
Comments (0)