Sep 01, 2026
Politik

Bahlil Tetapkan Target Lifting Minyak 612.500 Barel per Hari pada 2027

Jakarta, 31 Agustus 2026 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara resmi menetapkan target lifting minyak bumi nasional sebesar 612.500 barel per hari (bph) untuk tahun...

Bahlil Tetapkan Target Lifting Minyak 612.500 Barel per Hari pada 2027

Jakarta, 31 Agustus 2026 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara resmi menetapkan target lifting minyak bumi nasional sebesar 612.500 barel per hari (bph) untuk tahun anggaran 2027. Penetapan tersebut merupakan hasil pembahasannya bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam rapat yang berlangsung di Gedung DPR, Jakarta, Senin (31/8).

Anggka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan target lifting minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang sebesar 610.000 bph. Dalam nota pengantar Rancangan APBN 2027, pemerintah awalnya mengusulkan asumsi lifting minyak berada dalam kisaran 605.000 hingga 620.000 barel per hari sebelum akhirnya disepakati pada posisi 612.500 bph.

Koordinasi Lintas Kementerian Guna Capai Target

Bahlil menjelaskan bahwa angka 612.500 bph telah melalui proses koordinasi intensif dengan kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah memandang target tersebut sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat.

"Di 2027 memang ancang-ancang kita dalam nota pengantar APBN awal asumsi itu kan 605 sampai 620 barel per day. Nah tadi kita sepakati menjadi 612.500 barel per day," tutur Bahlil dalam kesempatan tersebut.

Strategi Penambahan Produksi dari Berbagai Sumber

Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menambah pasokan produksi minyak nasional. Opsi pertama datang dari potensi pengembangan wilayah kerja milik Petronas di kawasan Madura, Jawa Timur, yang diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap total produksi.

Selain itu, pemerintah juga mengidentifikasi adanya potensi sumber daya minyak baru di wilayah Sumatera yang siap dimaksimalkan. Kementerian ESDM turut mempersiapkan pemanfaatan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan perolehan minyak dari sumur-sumur yang sudah ada.

"Terus ada beberapa penambahan sumber kita yang memakai teknologi EOR. Terus ada juga beberapa penambahan potensi sumber kita yang ada di Sumatera," terang Bahlil.

Kesiapan Infrastruktur Penyaluran Jadi Kunci

Bahlil menekankan bahwa pencapaian target lifting tidak hanya bergantung pada sisi produksi, melainkan juga kesiapan infrastruktur penyaluran. Ia mengingatkan bahwa gangguan pada sektor kelistrikan maupun kerusakan pada jaringan pipa dapat menjadi hambatan serius dalam proses distribusi minyak bumi.

"Jadi saya pikir insyaallah doakan aja mudah-mudahanan gak ada trouble di sektor listrik atau di pipa," lanjut Bahlil.

Dengan ditetapkannya target 612.500 barel per hari, pemerintah optimistis dapat meningkatkan kemandirian energi nasional melalui optimalisasi produksi dalam negeri. Kesepakatan ini menjadi komitmen bersama antara pemerintah dan legislatif dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User