Bahlil Hadiri Mubeslub MKGR, Serukan Penguatan Basis Massa
Jakarta — Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menghadiri Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Dewan Pimpinan Pusat Musyawarah Kekeluargaan G...
Jakarta — Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menghadiri Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Dewan Pimpinan Pusat Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (DPP MKGR) yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025). Bahlil hadir mewakili Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) sekaligus Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam forum konsolidasi organisasi pendiri partai berlambang beringin itu. Kehadiran mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini menjadi sinyal penguatan hubungan historis antara MKGR dan Golkar jelang agenda politik nasional.
Forum Strategis Pasca Pemilu
Mubeslub MKGR kali ini mengagendakan pemilihan Ketua Umum periode 2025–2030 dan penyempurnaan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Sekitar 1.200 peserta dari 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 514 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) hadir dalam forum tertinggi pengambilan keputusan organisasi tersebut. Dalam laporannya, Ketua Panitia Pengarah Mubeslub, Mayjen TNI (Purn.) Andika Perkasa, menyebut forum ini menjadi momentum bagi MKGR untuk kembali menegaskan posisi sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah politik Golkar. “MKGR adalah salah satu pilar utama yang melahirkan Sekretariat Bersama Golongan Karya pada 1964. Hari ini kita perkuat kembali komitmen itu,” ujar Andika.
Proses pemilihan berlangsung secara musyawarah mufakat. Nama H. Agus Gumiwang Kartasasmita — yang saat ini menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan kader Golkar — muncul sebagai calon tunggal setelah mendapatkan dukungan dari 38 DPD dan seluruh DPC. Sebelumnya, spekulasi mengenai dualisme kepemimpinan sempat merebak menyusul dinamika internal pasca Mubeslub MKGR sebelumnya di Bandung pada 2020. Namun, melalui serangkaian rapat koordinasi pra-Mubeslub yang difasilitasi Dewan Pembina, konsensus akhirnya tercapai.
Bahlil: MKGR Harus Jadi Lokomotif Mesin Politik
Dalam sambutannya selama 25 menit, Bahlil menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada kader MKGR. Ia secara khusus membacakan surat mandat dari Presiden Joko Widodo yang menekankan pentingnya konsolidasi organisasi sayap partai. Bahlil menegaskan bahwa MKGR harus mampu menjadi lokomotif mesin politik Golkar pada Pemilihan Umum 2029. “Saya berpesan, MKGR jangan hanya menjadi penonton. Kalian adalah pendiri, kalian harus berada di garda terdepan memenangkan hati rakyat,” tegas Bahlil disambut tepuk tangan riuh peserta.
“Presiden Joko Widodo menitipkan satu pesan: rawat persatuan, perkuat kerja-kerja kerakyatan, dan jangan mudah terprovokasi. Golkar besar karena fondasi yang diletakkan MKGR dan organisasi pendiri lainnya, dan itu tak boleh dilupakan.”
Bahlil juga menyoroti data Kementerian Investasi tentang realisasi investasi di daerah-daerah basis massa MKGR. Ia menyebut, sepanjang 2024, investasi di sektor padat karya di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan — daerah yang secara historis menjadi kantong suara Golkar dan MKGR — tumbuh 18,2 persen secara tahunan. Angka ini, menurut Bahlil, harus dikapitalisasi menjadi modal politik.
Konsolidasi Struktur Hingga Tingkat Desa
Agenda lain yang jadi sorotan adalah pengesahan program kerja strategis MKGR hingga 2030. Dokumen yang disahkan dalam rapat pleno ketiga Mubeslub itu memuat target penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa/kelurahan di 70 persen wilayah Indonesia. Saat ini, berdasarkan data DPP MKGR, struktur resmi baru menjangkau 42 persen desa di 24 provinsi. “Kita tidak punya pilihan selain bergerak cepat. Tahun 2028 kita sudah harus siap tempur,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita setelah resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum melalui Ketetapan Mubeslub Nomor 001/Mubeslub-MKGR/III/2025.
Selain itu, Mubeslub juga menyetujui pembentukan Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) MKGR yang akan diketuai oleh Ahmad Doli Kurnia Tandjung, anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar. Pembentukan Bapilu ini, urai Agus, untuk menindaklanjuti arahan Dewan Pembina agar MKGR memiliki mesin pemenangan yang terstruktur dan mandiri, namun tetap sinergis dengan Bapilu Partai Golkar.
Hadirnya Tokoh Lintas Generasi
Sejumlah tokoh senior Golkar dan MKGR turut hadir, antara lain Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tandjung, anggota Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie, serta mantan Ketua Umum MKGR Priyo Budi Santoso. Kehadiran lintas generasi ini dimaknai sebagai simbol rekonsiliasi pasca friksi internal yang sempat mencuat dalam Musyawarah Nasional Golkar 2024 lalu. Akbar Tandjung dalam pandangannya menyampaikan bahwa pengalaman sejarah membuktikan MKGR selalu bisa menjadi perekat ketika partai menghadapi turbulensi politik.
Mubeslub diakhiri dengan pembacaan deklarasi “Jakarta Bergerak” yang berisi enam butir komitmen pengurus baru, antara lain mendukung sepenuhnya pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta menyatakan kesiapan mengamankan keputusan strategis partai pada Pemilu 2029. Rangkaian acara resmi ditutup pada pukul 17.30 WIB dengan prosesi foto bersama di pelataran Hotel Sultan.
Baca juga:
Comments (0)