Atalia Praratya Sebut Gen Z Jadi Generasi Paling Aktif Membaca
Anggota MPR RI Atalia Praratya mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Generasi Z (Gen Z) merupakan kelompok yang paling aktif membaca jika dibandingkan dengan Generasi Milenial maupun Generasi X. Pern
Anggota MPR RI Atalia Praratya mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Generasi Z (Gen Z) merupakan kelompok yang paling aktif membaca jika dibandingkan dengan Generasi Milenial maupun Generasi X. Pernyataan ini mematahkan stereotip yang selama ini melekat, di mana Gen Z kerap dianggap sebagai generasi yang lebih menyukai informasi ringkas, berbasis visual, dan tidak betah membaca teks panjang.
“Hasil sebuah lembaga survei Jakpat menunjukkan Gen Z adalah generasi yang paling aktif membaca,” ujar Atalia dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (23/6/2026).
Hal tersebut disampaikan Atalia saat menjadi pembicara dalam seminar perpustakaan bertajuk "Perpustakaan Tanpa Batas: Gen Z Suka Baca Ga Sih?" yang digelar di Ruang Galunggung Lantai 4, Gedung A, Universitas Widyatama, Bandung, pada Senin (22/6).
Survei Membalikkan Persepsi Publik
Laporan dari media kami, Apaberita.com, menyebutkan bahwa data survei Jakpat yang dirujuk Atalia menjadi angin segar bagi dunia literasi di Indonesia. Selama ini, banyak pihak mengkhawatirkan penurunan minat baca di kalangan anak muda karena dominasi media sosial dan konten video pendek. Namun, temuan tersebut justru menunjukkan bahwa Gen Z tetap menjadikan aktivitas membaca sebagai bagian penting dalam keseharian mereka, meskipun format dan medium baca yang digunakan mungkin berbeda dari generasi sebelumnya.
Atalia menekankan bahwa kecanggihan teknologi tidak serta-merta mengurangi minat baca Gen Z. Justru sebaliknya, akses terhadap buku digital, artikel daring, dan berbagai platform literasi membuat mereka semakin mudah menjangkau bahan bacaan. Seminar yang dihadiri mahasiswa Universitas Widyatama ini menjadi wadah diskusi untuk menggali lebih dalam kebiasaan membaca Gen Z sekaligus merancang strategi perpustakaan agar tetap relevan di era digital.
Perpustakaan Harus Beradaptasi
Dalam paparannya, Atalia mendorong agar perpustakaan, baik fisik maupun digital, terus berinovasi menyesuaikan diri dengan kebutuhan Gen Z. Ia menilai, label “generasi malas baca” yang kerap disematkan kepada Gen Z perlu dikoreksi karena tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Dengan adanya data empiris dari Jakpat, diharapkan muncul kebijakan yang lebih mendukung pengembangan literasi anak muda.
Apaberita.com juga mencatat, survei tersebut menjadi bahan refleksi bagi para pendidik dan pemangku kepentingan untuk tidak meremehkan potensi Gen Z dalam membangun budaya baca. Alih-alih menstigma, yang diperlukan adalah menyediakan ekosistem bacaan yang mudah diakses, inklusif, dan sesuai dengan minat mereka—mulai dari fiksi populer, buku pengembangan diri, hingga referensi akademik berbasis digital. Dengan pendekatan yang tepat, Gen Z bukan sekadar gemar membaca, tetapi juga bisa menjadi duta literasi yang menginspirasi generasi di atasnya.
Comments (0)