ASN Lampung Tipu Pengelola MBG, Dua Siswa Berkelahi Patah Tangan
Dua peristiwa viral menyita perhatian masyarakat Lampung dalam sepekan terakhir. Di Lampung Timur, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) masih aktif diringku
Dua peristiwa viral menyita perhatian masyarakat Lampung dalam sepekan terakhir. Di Lampung Timur, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) masih aktif diringkus polisi karena menipu pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga Rp72 juta dengan iming-iming izin operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara di Kabupaten Tulang Bawang, dua siswa SMP terlibat perkelahian di lingkungan sekolah yang menyebabkan salah satu korban, DF, mengalami patah tangan. Kepolisian setempat memastikan insiden itu murni pertengkaran remaja dan tidak berkaitan dengan perundungan.
Modus ASN Lampung Timur Tawarkan Jasa Izin Dapur MBG
Kasus pertama mencuat setelah jajaran Satreskrim Polres Lampung Timur menerima laporan dari seorang pengelola SPPG berinisial RH. Korban mengaku telah menyerahkan sejumlah dana kepada pelaku berinisial AS, yang diketahui merupakan pegawai negeri sipil di salah satu dinas pemerintahan daerah setempat. Pelaku memanfaatkan posisinya sebagai ASN untuk meyakinkan korban bahwa ia memiliki koneksi dan mampu mempercepat proses perizinan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Timur, AKP Hendri Gunawan, dalam konferensi pers, menjelaskan modus operandi pelaku. “Tersangka menawarkan jasa pengurusan izin operasional dapur MBG kepada korban dengan tarif tertentu. Setelah uang senilai Rp72.000.000 ditransfer secara bertahap, izin yang dijanjikan tak kunjung terbit. Korban kemudian melapor,” ujarnya, Selasa (8/7/2025).
Kronologi Penipuan Berkedok MBG
Berdasarkan keterangan polisi dan korban, berikut rangkaian peristiwa yang menjerat AS hingga akhirnya ditahan:
- Awal Mei 2025: Tersangka AS menghubungi RH yang baru saja ditunjuk sebagai pengelola SPPG di wilayah Lampung Timur. Ia menawarkan bantuan percepatan izin dapur MBG.
- Pertengahan Mei 2025: Korban mulai mentransfer uang sejumlah Rp20 juta sebagai “uang muka administrasi”.
- Juni 2025: Tersangka kembali meminta dana tambahan untuk “biaya koordinasi” dan “surat rekomendasi” sehingga total mencapai Rp72 juta.
- Akhir Juni 2025: Izin tak kunjung keluar. Tersangka sulit dihubungi dan kerap beralasan proses masih berjalan di tingkat provinsi.
- 3 Juli 2025: Korban resmi melapor ke Polres Lampung Timur. Polisi langsung melakukan penyelidikan.
- 6 Juli 2025: AS ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan. Barang bukti berupa bukti transfer dan percakapan turut diamankan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para penyelenggara program MBG, untuk berhati-hati terhadap oknum yang mengaku bisa mempercepat izin. Uruslah secara resmi agar terhindar dari penipuan,” tegas AKP Hendri.
Kerugian Rp72 Juta dan Ancaman Hukuman
Polisi menyatakan total kerugian korban mencapai Rp72 juta. Atas perbuatannya, tersangka AS dijerat Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Saat ini, AS menjalani penahanan di Rutan Polres Lampung Timur untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, sementara polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain.
Siswa SMP di Tulang Bawang Berkelahi, Tangan Patah
Beranjak dari perkara penipuan, perhatian publik juga tersedot pada insiden perkelahian dua siswa SMP di Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang. Korban berinisial DF mengalami cedera serius berupa patah tangan kiri setelah bertarung dengan teman sekelasnya, RS. Video amatir yang merekam detik-detik perkelahian sempat beredar di media sosial dan memicu spekulasi adanya aksi perundungan.
Kepolisian Sektor Menggala yang turun tangan langsung memeriksa sejumlah saksi, termasuk guru dan siswa lain. Hasil penyelidikan awal menyimpulkan bahwa pertengkaran itu bukan dipicu oleh bullying, melainkan perselisihan pribadi yang berujung adu fisik.
Kronologi dan Pemicu Perkelahian
- Lokasi: Perkelahian terjadi di halaman belakang sekolah saat jam istirahat kedua.
- Pemicu: Adu mulut berawal dari saling ejek mengenai hasil nilai ujian. Keduanya kemudian saling tantang untuk berkelahi sepulang sekolah.
- Kejadian: RS melayangkan bogem mentah ke arah DF yang mencoba menangkis. Benturan keras menyebabkan tulang hasta DF retak. Korban sempat ambruk kesakitan.
- Penanganan: Guru yang mengetahui langsung melerai dan membawa DF ke puskesmas sebelum dirujuk ke rumah sakit.
- Kondisi Korban: Dokter menyatakan DF mengalami fraktur tertutup pada lengan bawah dan harus menjalani pemasangan gips selama enam minggu.
- Tindak Lanjut: Pihak sekolah memfasilitasi pertemuan orang tua kedua belah pihak dan sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan. Polisi akan tetap melakukan pembinaan.
“Kami sudah periksa semua saksi. Motifnya bukan bully, hanya saling ledek yang berujung perkelahian. Orang tua kedua pihak sepakat damai, tapi kami tetap beri arahan agar kejadian serupa tak terulang,” ungkap Kapolsek Menggala, Iptu Deri Kusnandar, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/7/2025).
Pesan untuk Sekolah dan Orang Tua
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap dinamika pergaulan remaja. Pihak Dinas Pendidikan Tulang Bawang mengimbau sekolah untuk meningkatkan program konseling dan memperketat pengawasan saat jam istirahat. Orang tua DF mengaku syok namun bersyukur anaknya tidak mengalami cedera permanen. Di sisi lain, keluarga RS menyampaikan permintaan maaf dan siap menanggung biaya pengobatan.
Dua peristiwa di Lampung ini sekaligus menjadi cermin bahwa penegakan hukum harus berjalan tegas—baik terhadap oknum ASN bermodus penipuan program pemerintah maupun dalam menangani konflik remaja yang berpotensi mengarah pada kriminalitas anak.
[SOCIAL_TWEET]: Dua peristiwa cetar di Lampung! ASN tipu pengelola dapur MBG hingga Rp72 juta, sementara di Tulang Bawang dua siswa SMP berkelahi sampai salah satunya patah tangan. Polisi pastikan insiden bukan bully. Baca selengkapnya:[SOCIAL_TG]: ⚡️ LAMPUNG HITS: ASN Tipu Pengelola MBG Rp72 Juta, Dua Siswa SMP Patah Tangan Akibat Berkelahi. Modus penipuan izin dapur MBG vs perkelahian remaja di sekolah — dua kejadian ini jadi sorotan. Polisi sudah bergerak cepat. Klik untuk kronologi lengkap.
Comments (0)