Anggaran MBG Kembali Dipangkas, Kali Ini Lebih Besar
Jakarta – Pemerintah kembali melakukan efisiensi anggaran untuk program unggulan nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan pemotong
Jakarta – Pemerintah kembali melakukan efisiensi anggaran untuk program unggulan nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan pemotongan lebih lanjut terhadap dana pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil setelah pertemuan antara Menteri Keuangan dan Kepala BGN Nanik S Deyang yang digelar di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Kamis (25/6).
Menurut laporan yang dihimpun Apaberita.com, pengurangan anggaran tersebut akan dilakukan dalam jumlah yang cukup besar. Namun, Menteri Purbaya belum bersedia menyebutkan angka pasti penghematan tersebut. Ia meminta publik untuk menantikan keterangan langsung dari Kepala BGN.
Penghematan Berskala Signifikan
Dalam jumpa pers yang diadakan pada Jumat (26/6/2026), Menteri Purbaya mengkonfirmasi bahwa Kepala BGN telah menyampaikan rencana penghematan tersebut kepadanya. “Kemarin saya ketemu Kepala BGN. Dia melaporkan akan ada penghematan lebih lanjut dari program BGN. Saya pikir cukup signifikan, tetapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan,” ungkap Purbaya di hadapan awak media.
“Kemarin saya ketemu Kepala BGN. Dia melaporkan akan ada penghematan lebih lanjut dari program BGN. Saya pikir cukup signifikan, tetapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemangkasan ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, BGN juga telah mengalami penyesuaian anggaran seiring dengan evaluasi program yang berjalan sejak awal tahun. Namun, isyarat dari Menteri Keuangan kali ini mengindikasikan bahwa skala penghematannya jauh lebih besar dari sebelumnya.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi secara gratis bagi kelompok masyarakat rentan, terutama anak-anak sekolah dan ibu hamil. Program ini dikelola langsung oleh BGN dan dijalankan di berbagai daerah di Indonesia. Efisiensi yang terus dilakukan memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai sejauh mana dampaknya terhadap cakupan dan kualitas distribusi makanan di lapangan.
Menunggu Pengumuman Resmi BGN
Hingga berita ini diturunkan, Kepala BGN Nanik S Deyang belum memberikan keterangan rinci mengenai besaran penghematan maupun pos-pos anggaran mana yang akan disesuaikan. Purbaya menekankan bahwa pengumuman resmi akan dilakukan langsung oleh BGN agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.
“Nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan,” tegasnya, seraya meminta seluruh pihak untuk bersabar menunggu rilis resmi yang akan disampaikan dalam waktu dekat.
Pengamat kebijakan publik yang dihubungi Apaberita.com menyebutkan bahwa pemangkasan berulang pada anggaran program sosial seperti MBG kerap memicu diskusi tentang prioritas fiskal pemerintah. Di satu sisi, efisiensi diperlukan untuk menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun di sisi lain, program yang menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat miskin memerlukan kepastian pendanaan yang stabil.
Dengan adanya pengumuman ini, publik kini menanti langkah konkret BGN dalam mengelola alokasi anggaran yang lebih ramping tanpa mengurangi esensi dan target utama program. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan isu ini dan menyajikan informasi terkini seputar kebijakan anggaran nasional.
Comments (0)