Aksi Nekat Standing di Jembatan, Pemuda Kampar Hilang di Sungai

Kampar — Seorang pemuda berinisial RM (21) dikabarkan hilang setelah tercebur ke Sungai Kampar, Kamis sore. Peristiwa ini terjadi saat korban bersama rekan-rekannya tengah melakukan aksi berbahaya m...

Jul 16, 2026 - 13:32
0 0
Aksi Nekat Standing di Jembatan, Pemuda Kampar Hilang di Sungai

Kampar — Seorang pemuda berinisial RM (21) dikabarkan hilang setelah tercebur ke Sungai Kampar, Kamis sore. Peristiwa ini terjadi saat korban bersama rekan-rekannya tengah melakukan aksi berbahaya mengendarai sepeda motor dengan posisi berdiri di atas Jembatan Rantau Berangin, Kabupaten Kampar, Riau.

Kepala Kantor SAR Pekanbaru, dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat pagi, menyatakan pihaknya telah menurunkan tim penyelamat untuk melakukan pencarian intensif. “Kami menerima laporan sekitar pukul 16.30 WIB dan segera mengerahkan personel ke lokasi,” ujarnya. Hingga malam ini, upaya pencarian masih terkendala derasnya arus sungai dan kondisi cuaca yang memburuk.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian, RM yang merupakan warga Desa Rantau Berangin awalnya berkumpul bersama empat orang temannya di sekitar jembatan. Mereka terlihat melakukan aksi salto dan berputar di atas sepeda motor yang dikendarai sambil berdiri. Dalam salah satu manuver, RM kehilangan keseimbangan dan terpental dari kendaraannya, langsung jatuh dari ketinggian sekitar 15 meter ke sungai.

Seorang saksi mata, Dedi (23), mengungkapkan kepanikan setelah mendengar suara benturan keras di permukaan air. “Saya langsung lari ke pinggir jembatan, tapi sudah terlambat. Dia sempat muncul sebentar lalu hilang terbawa arus. Teman-temannya langsung berteriak minta tolong,” katanya dengan raut wajah cemas.

Upaya Pencarian yang Terus Diintensifkan

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polsek Rantau Berangin, BPBD Kampar, dan relawan setempat hingga Jumat siang masih terus menyisir sepanjang aliran Sungai Kampar. Kepala Lapangan Basarnas menjelaskan bahwa pencarian dibagi menjadi tiga area, menggunakan peralatan seperti rubber boat dan peralatan selam dasar. “Kita fokuskan pencarian pada radius lima kilometer ke arah hilir, mengingat debit air yang cukup tinggi siang ini,” ucapnya.

Keluarga korban yang menunggu di posko darurat tak bisa menyembunyikan kesedihan. Ibu korban, Nurhayati (48), menangis sambil berharap anaknya segera ditemukan. “Dari tadi malam saya di sini, berharap ada kabar baik. Dia sebenarnya anak yang penurut, hanya saja mungkin pengaruh pergaulan,” tuturnya lirih.

Peringatan dari Pihak Berwajib

Kapolsek Rantau Berangin, AKP Susanto, menegaskan bahwa pihak kepolisian sudah berkali-kali mengingatkan bahaya aksi ekstrem di jembatan tersebut. “Jembatan ini bukan tempat bermain. Kami sering mengamankan anak-anak muda yang melakukan aksi serupa, bahkan sudah ada yang kami proses tilang. Sayangnya, masih ada saja yang nekat,” ujarnya di lokasi kejadian.

Jembatan Rantau Berangin, yang membentang sepanjang 200 meter dengan ketinggian sekitar 15 meter dari permukaan air, selama ini memang menjadi titik populer bagi para remaja untuk unjuk kebolehan berkendara. Pemandangan di sekitar jembatan yang terbuka kerap memancing pengendara sepeda motor melakukan aksi berbahaya seperti wheelie dan standing. Namun, minimnya pengamanan dan arus sungai yang deras di bawahnya menyimpan risiko fatal.

Evaluasi Keamanan dan Risiko

Pakar keselamatan transportasi dari Universitas Riau, Dr. Andi Prasetyo, menyampaikan keprihatinannya. “Ini fenomena sosial yang butuh intervensi serius. Bukan hanya penegakan hukum, tapi juga edukasi dan pengalihan kegiatan positif. Secara teknis, jembatan dengan trotoar sempit tanpa penghalang samping yang memadai memang berpotensi dijadikan ajang balapan liar,” katanya saat dihubungi terpisah.

Ia menyarankan agar pemerintah daerah setempat memasang pagar pengaman lebih tinggi di sisi jembatan dan menambah rambu peringatan. “Jangan sampai korban terus berjatuhan. Ini bukan kasus pertama. Tahun lalu, dua remaja juga nyaris tewas di lokasi yang sama setelah terperosok saat mencoba aksi serupa,” tambahnya.

Dukungan dan Harapan

Hingga berita ini diturunkan, pencarian RM masih terus berlangsung dengan melibatkan lebih dari 50 personel gabungan. Dukungan moral dari berbagai pihak terus mengalir, termasuk dari Bupati Kampar yang diwakili Camat Rantau Berangin saat mengunjungi posko pencarian. “Kami sangat berharap korban bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat, meskipun peluang semakin menipis seiring berjalannya waktu,” kata camat.

Sementara itu, rekan-rekan korban yang selamat menjalani pemeriksaan intensif oleh unit lalu lintas. Mereka akan dikenai sanksi tegas sebagai efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menjadikan jembatan sebagai arena aksi berbahaya yang mengancam keselamatan jiwa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User