Didin Nasirudin Tempuh Doktor Komunikasi Politik di Universitas Sahid

Jakarta – Didin Nasirudin, sosok yang dikenal sebagai Managing Director Bening Communication sekaligus pengamat politik Amerika Serikat, kini menapaki baba

Jul 16, 2026 - 13:27
0 0
Didin Nasirudin Tempuh Doktor Komunikasi Politik di Universitas Sahid

Jakarta – Didin Nasirudin, sosok yang dikenal sebagai Managing Director Bening Communication sekaligus pengamat politik Amerika Serikat, kini menapaki babak baru dalam perjalanan intelektualnya. Ia resmi tercatat sebagai mahasiswa Program Doktor Komunikasi Politik dan Diplomasi di Universitas Sahid. Langkah ini menandai titik baru kiprahnya di persimpangan dunia komunikasi strategis, advokasi publik, dan diplomasi global yang kian kompleks.

Dari Ruang Redaksi ke Panggung Strategi

Didin bukan nama asing dalam ekosistem komunikasi Indonesia. Lebih dari satu dekade ia membangun reputasi melalui Bening Communication, firma konsultan komunikasi yang menangani isu-isu sensitif, mulai dari krisis perusahaan hingga kampanye kebijakan publik. Namun, ketertarikannya pada dinamika politik Amerika Serikat menjadikannya figur langka di Tanah Air. “Saya selalu percaya bahwa memahami politik Amerika adalah semacam ‘jendela strategis’ untuk membaca arah geopolitik global,” ujar Didin dalam sebuah wawancara eksklusif.

Mengapa Program Doktor Komunikasi Politik & Diplomasi?

Keputusan Didin melanjutkan studi doktoral bukanlah impuls sesaat. Program di Universitas Sahid dipilih karena pendekatannya yang memadukan teori komunikasi, strategi politik, dan praktik diplomasi. “Saya ingin mendekonstruksi cara kita memahami kampanye politik modern dan pengaruhnya terhadap hubungan antarnegara, terutama dalam konteks Indonesia–AS,” jelasnya. Fokus risetnya diyakini akan menyentuh fenomena disinformasi lintas batas, diplomasi digital, serta pola komunikasi populis yang kian merebak.

Pandangan Terhadap Politik Amerika Serikat

Sebagai pengamat, Didin mencermati polarisasi tajam di Negeri Paman Sam. Ia menyoroti bagaimana narasi politik di Amerika berevolusi dari era Obama, turbulensi Trump, hingga restorasi Biden. “Ada siklus komunikasi politik yang bisa dipelajari,” katanya. Ia memetakan tiga fase utama:

PeriodeGaya KomunikasiDampak Global
Obama (2008–2016)Pesan harapan, inklusif, digitalSoft power menguat
Trump (2017–2021)Populisme, disrupsi, media sosialPolarisasi global
Biden (2021–sekarang)Restorasi aliansi, stabilisasiMultilateralisme adaptif

Kontribusi di Panggung Komunikasi Indonesia

Melalui Bening Communication, Didin terlibat dalam banyak proyek pengelolaan citra dan komunikasi kebijakan. Ia meyakini bahwa diplomasi publik bukan lagi sekadar domain pemerintah, melainkan juga membutuhkan peran swasta dan aktor non-negara. “Kita memerlukan lebih banyak ‘communication bridge’ yang mampu menerjemahkan kepentingan strategis Indonesia ke publik global,” tegasnya. Dengan bekal akademis dan pengalaman praktis, ia berambisi mewujudkan jembatan itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User