Aksi Konvoi Pajero di Tol Jatim Picu Protes, Komunitas Minta Maaf

SURABAYA — Komunitas pemilik Mitsubishi Pajero yang tergabung dalam Pajero One Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada Senin (27/7/2026), setelah aksi konvoi mereka di ruas jalan...

Aksi Konvoi Pajero di Tol Jatim Picu Protes, Komunitas Minta Maaf

SURABAYA — Komunitas pemilik Mitsubishi Pajero yang tergabung dalam Pajero One Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada Senin (27/7/2026), setelah aksi konvoi mereka di ruas jalan tol wilayah provinsi tersebut menuai banyak keluhan dari pengguna jalan lain. Rombongan kendaraan sport utility vehicle (SUV) itu diduga menguasai lajur kanan dan melakukan manuver yang dinilai membahayakan.

Klarifikasi dan permintaan maaf ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Pajero One Jawa Timur, Andhika Pratama, melalui konferensi pers virtual yang digelar di sekretariat komunitas di Surabaya. Andhika menyatakan bahwa pihaknya menerima seluruh kritik dengan lapang dada dan akan segera melakukan evaluasi internal.

“Kami, Keluarga Besar Pajero One Jawa Timur, memohon maaf kepada seluruh pengguna jalan tol yang merasa terganggu dan dirugikan oleh aksi konvoi kami pada Minggu (26/7). Tidak ada niat sedikit pun untuk arogan atau membahayakan pengguna lain,” ujar Andhika dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Kronologi dan Keluhan Masyarakat

Berdasarkan informasi yang dihimpun, konvoi yang melibatkan sekitar 35 unit kendaraan tersebut berlangsung pada Minggu pagi (26/7/2026) di Ruas Jalan Tol Surabaya–Mojokerto. Rombongan bergerak dari Surabaya menuju arah Mojokerto dalam rangka kegiatan rutin bertajuk *Weekend Camp & Fun Offroad* yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Sejumlah pengendara yang melintas di ruas yang sama melaporkan bahwa iring-iringan mobil itu menempati lajur kanan secara terus-menerus dalam kecepatan sedang, mengambil celah secara tiba-tiba, serta menyalakan lampu rotator tidak resmi. Keluhan mulai ramai diunggah melalui media sosial dan forum-forum pengendara pada siang hari, dengan beberapa unggahan menyertakan rekaman video amatir yang memperkuat dugaan pelanggaran aturan berlalu lintas.

“Saya harus mengerem mendadak karena ada dua mobil dari rombongan yang saling salip di depan saya. Situasi sangat tidak nyaman untuk pengguna tol lainnya,” ujar Restya, seorang pengemudi yang melintas dari Gresik menuju Mojokerto, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat. Ia menambahkan bahwa rombongan tersebut baru melebar ke lajur kiri setelah mendekati gerbang tol, tetapi tetap menyulitkan kendaraan di belakangnya.

Permohonan Maaf dan Langkah Evaluatif

Dalam konferensi pers, Andhika Pratama tidak hanya menyampaikan permintaan maaf, tetapi juga menjabarkan sejumlah langkah yang akan diambil komunitasnya. Menurutnya, seluruh anggota sudah diminta untuk membuat pernyataan dan komitmen tertulis yang akan ditandatangani di atas materai, berisi kesediaan untuk menaati aturan lalu lintas pada setiap kegiatan berikutnya.

“Mulai hari ini, kami akan memberlakukan sanksi tegas bagi anggota yang terbukti melanggar tata tertib konvoi. Hukuman mulai dari skorsing keanggotaan hingga pencabutan nomor registrasi komunitas akan diberlakukan tanpa pandang bulu,” tegas Andhika. Ia juga menyebut akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pengelola jalan tol untuk memberikan pembinaan mengenai tata cara berkendara yang aman dan sesuai regulasi.

Data internal komunitas menunjukkan bahwa Pajero One Jatim memiliki sekitar 280 anggota terdaftar yang tersebar di lima koordinator wilayah. Ratusan motoris itu kini diwajibkan mengikuti sesi *safety briefing* daring secara bertahap untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Respons Kepolisian dan Pengelola Tol

Kepolisian Daerah Jawa Timur melalui Direktorat Lalu Lintas turut memberikan perhatian terhadap insiden tersebut. Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Budi Santoso, mengatakan pihaknya tengah mengkaji rekaman yang beredar untuk mengidentifikasi dugaan pelanggaran.

“Kami sudah menerima laporan dari warga dan sedang mempelajari video yang ada. Jika ditemukan bukti pelanggaran lalu lintas yang memadai, penindakan akan dilakukan sesuai prosedur,” ujar AKBP Budi saat dihubungi terpisah. Ia mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penggunaan lajur kanan hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang akan mendahului atau ketika kondisi lalu lintas sedang padat.

Sementara itu, PT Jasamarga Transjawa Tol selaku pengelola ruas tol Surabaya–Mojokerto menyatakan akan meningkatkan pengawasan melalui pemasangan kamera pengawas tambahan di titik rawan. General Manager Operasional, Hendra Susanto, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah permintaan maaf yang diambil komunitas, namun tetap menekankan pentingnya penegakan aturan. “Konvoi diperbolehkan, tapi harus tertib dan tidak mengganggu hak pengguna jalan lainnya. Kami sudah membicarakan hal ini dengan perwakilan komunitas dan berharap ini menjadi kejadian terakhir,” tandasnya.

Komitmen Menjaga Etika Berkendara

Permintaan maaf komunitas Pajero One Jatim menjadi yang pertama dalam beberapa tahun terakhir, namun bukan kasus pertama yang menyorot perilaku konvoi di jalan tol. Sejumlah komunitas otomotif di Indonesia kerap menghadapi tudingan serupa—mulai dari menutup akses lajur, kecepatan tidak stabil, hingga penggunaan atribut menyerupai petugas. Kejadian ini mendorong beberapa organisasi induk komunitas otomotif untuk merumuskan kembali kode etik berkendara yang lebih ketat.

Sekretaris Jenderal Federasi Komunitas Otomotif Indonesia, Fajar Nugroho, yang dimintai tanggapan terpisah, mendorong seluruh klub kendaraan agar menjadikan evaluasi internal sebagai budaya organisasi. “Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Kami ingin komunitas menjadi contoh baik, bukan sumber masalah di jalan raya,” ucapnya.

Pajero One Jatim sendiri telah berjanji akan menerbitkan laporan transparan mengenai implementasi sanksi internal dan hasil evaluasi dalam 30 hari ke depan. Andhika Pratama menutup pernyataannya dengan nada rendah hati: “Ini pelajaran berharga. Kami tidak akan mengulangi dan akan membuktikan bahwa komunitas ini siap berubah.”

Dengan pengawasan publik yang semakin ketat dan maraknya rekaman dari pengguna jalan, tekanan bagi komunitas otomotif untuk menjaga disiplin berlalu lintas diprediksi akan terus meningkat. Kejadian di Tol Surabaya–Mojokerto ini bisa menjadi pengingat bagi seluruh klub kendaraan bahwa kebebasan berekspresi di jalan raya tetap memiliki batas yang diatur undang-undang, dan keselamatan bersama adalah prioritas utama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User