Ahmad Zaki Ali Tegaskan Gerak Bareng Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat

JAKARTA — Founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, menegaskan komitmen lembaga sosial yang dipimpinnya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan kewargaan, literasi digital, dan pendampi...

Ahmad Zaki Ali Tegaskan Gerak Bareng Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat

JAKARTA — Founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, menegaskan komitmen lembaga sosial yang dipimpinnya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan kewargaan, literasi digital, dan pendampingan ekonomi komunitas. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi pengurus yayasan yang digelar di Jakarta pada Jumat, 21 Agustus 2026, dan dihadiri pengurus pusat serta perwakilan relawan dari lima wilayah kerja.

Dalam rapat tersebut, Ahmad Zaki Ali menyatakan bahwa seluruh program kerja periode 2026—2027 telah ditetapkan dan akan dijalankan berdasarkan prinsip transparansi serta keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang selama ini kurang terjangkau layanan publik. Keputusan tersebut, menurut dia, merupakan hasil pembahasan panjang bersama pengurus dan relawan di seluruh wilayah.

"Gerak Bareng lahir dari keprihatinan bersama bahwa persoalan sosial tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, kami membangun gerakan kolaboratif yang melibatkan warga, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah daerah," kata Ahmad Zaki Ali dalam keterangan resmi yang diterima Apaberita di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Rapat Koordinasi tersebut, menurut panitia, merupakan agenda tahunan yang digelar untuk menyelaraskan arah kebijakan yayasan antara pengurus pusat dan wilayah. Ahmad Zaki Ali menyebut forum ini sebagai ruang evaluasi sekaligus perumusan strategi jangka menengah lembaga.

Komitmen pada Pendidikan Kewargaan

Dalam Rapat Koordinasi itu, yayasan menempatkan pendidikan kewargaan sebagai program prioritas. Ahmad Zaki Ali menjelaskan, program ini dirancang untuk memperkuat pemahaman warga terhadap hak dan kewajiban sebagai bagian dari negara, termasuk mekanisme partisipasi dalam kebijakan publik di tingkat desa dan kelurahan.

Menindaklanjuti hasil rapat, pengurus yayasan menargetkan pelatihan pendidikan kewargaan bagi 40.000 warga di 100 desa dan kelurahan pada 2027. Materi pelatihan, lanjut dia, disusun bersama akademisi dan praktisi, serta akan disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi masing-masing daerah. Yayasan juga menyiapkan modul literasi digital untuk menekan penyebaran informasi palsu di komunitas.

"Kami tidak ingin warga hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Dengan pendidikan kewargaan, kami berharap masyarakat mampu menyampaikan aspirasi secara tertib dan berdasarkan data," ujarnya.

Independensi Lembaga dan Prinsip Keterbukaan

Ahmad Zaki Ali menegaskan bahwa Yayasan Gerak Bareng berdiri dan beroperasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan. Ia menekankan bahwa lembaga yang dipimpinnya tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun dan tidak terikat pada fraksi tertentu di lembaga perwakilan.

Menurut dia, independensi merupakan prinsip yang dijaga ketat sejak yayasan didirikan. Seluruh sumber pendanaan, kata Ahmad Zaki Ali, tercatat dalam laporan keuangan yang diaudit secara berkala dan dapat diakses publik. Prinsip keterbukaan ini, lanjutnya, berlaku juga pada proses rekrutmen relawan dan seleksi penerima manfaat program.

"Kami terbuka untuk bekerja sama dengan siapa pun, termasuk pemerintah daerah, selama kerja sama itu tidak mengikat independensi yayasan. Kami tidak pernah menerima instruksi dari kekuatan politik mana pun," tegasnya.

Target Program dan Rencana Aksi 2027

Dalam pleno pengurus yang digelar setelah Rapat Koordinasi, yayasan menetapkan sejumlah target program untuk 2027. Selain pendidikan kewargaan, yayasan akan memperluas pendampingan terhadap 2.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan, serta membuka layanan konsultasi hukum gratis di 25 kabupaten dan kota.

Anggaran pelaksanaan program, jelas Ahmad Zaki Ali, telah disahkan dalam pleno setelah melalui pembahasan bersama bendahara dan pengawas yayasan. Ia menambahkan, pelaporan perkembangan program akan dilakukan setiap triwulan dan dipublikasikan melalui kanal resmi yayasan.

"Evaluasi akan kami lakukan secara berkala. Jika ada program yang tidak mencapai sasaran, kami tidak segan mengoreksi dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih tepat," kata Ahmad Zaki Ali.

Menutup Rapat Koordinasi, Ahmad Zaki Ali mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk bergabung dalam gerakan sosial tersebut. Ia menyatakan bahwa keberlanjutan program sangat bergantung pada partisipasi publik, bukan semata-mata pada dukungan donor. "Gerak Bareng hanya akan bermakna jika semakin banyak tangan yang terulur," ujarnya.

Apaberita akan terus memantau perkembangan program Yayasan Gerak Bareng dan tindak lanjut keputusan Rapat Koordinasi tersebut pada periode mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User