JAKARTA — Sebanyak 500 ribu lebih jemaah haji Indonesia dilaporkan telah tiba di Arab Saudi hingga 18 Mei 2025. Jumlah tersebut baru mencakup 36 persen dari total visa haji yang telah dirilis otoritas Kerajaan Arab Saudi untuk musim haji tahun ini. Data ini menegaskan bahwa proses keberangkatan jemaah masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan seiring penyelesaian tahapan pemberangkatan dari Tanah Air.
Berdasarkan catatan yang dihimpun, kedatangan jemaah dilakukan secara bertahap melalui sejumlah bandara embarkasi di Indonesia menuju Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, serta Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah. Setelah tiba, jemaah langsung menjalani rangkaian pemeriksaan dokumen, penempatan akomodasi, dan pembinaan ibadah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Rangkaian Ibadah Umrah Wajib di Makkah
Di Makkah, jemaah haji Indonesia melaksanakan sai sebagai bagian dari rangkaian ibadah umrah wajib. Sai merupakan salah satu rukun umrah yang dilakukan dengan berjalan atau berlari kecil tujuh kali antara Bukit Safa dan Marwah. Pelaksanaan sai ini menjadi penanda bahwa jemaah telah menyelesaikan tahapan inti ibadah umrah sebelum menunggu puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Petugas haji Indonesia yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus mendampingi jemaah selama proses ibadah berlangsung. Pendampingan mencakup bimbingan manasik lanjutan, pengaturan mobilitas dari penginapan ke Masjidil Haram, serta layanan kesehatan bagi jemaah lanjut usia dan jemaah dengan kebutuhan khusus.
36 Persen Visa Telah Dirilis
Angka 500 ribu lebih jemaah yang telah tiba tersebut setara dengan 36 persen dari total visa yang telah dirilis. Artinya, masih terdapat sekitar 64 persen visa yang belum digunakan dan akan menyusul dalam gelombang keberangkatan berikutnya. Otoritas penyelenggara haji menyatakan bahwa proses penerbitan visa dilakukan secara bertahap sesuai kesepakatan kuota antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi.
Dalam Rapat Koordinasi penyelenggaraan haji, ditegaskan bahwa percepatan penerbitan visa menjadi salah satu prioritas utama. Hal ini dilakukan agar seluruh jemaah dapat tiba di Arab Saudi sebelum jadwal puncak haji dan memperoleh kesempatan yang cukup untuk melaksanakan ibadah umrah wajib serta menjaga kebugaran fisik.
"Seluruh jemaah akan diberangkatkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kami terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memastikan kelancaran penerbitan visa dan proses kedatangan," demikian pernyataan yang disampaikan dalam rapat koordinasi tersebut.
Antisipasi Lonjakan Jemaah di Bandara
Seiring masih banyaknya visa yang akan dirilis, lonjakan jemaah di bandara embarkasi maupun bandara tujuan diperkirakan terjadi pada pekan-pekan mendatang. Sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan, antara lain penambahan petugas layanan, pengaturan alur keberangkatan, serta penyiapan fasilitas pendukung di asrama haji.
Berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, penyelenggaraan haji merupakan tanggung jawab pemerintah dengan melibatkan peran serta masyarakat. Keputusan terkait penetapan kuota, jadwal pemberangkatan, dan komposisi petugas ditetapkan melalui mekanisme resmi yang melibatkan Kementerian Agama, otoritas penerbangan, serta lembaga terkait lainnya.
Fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat juga menaruh perhatian pada penyelenggaraan haji tahun ini, khususnya terkait perlindungan jemaah, ketersediaan akomodasi, dan kualitas layanan konsumsi. Pengawasan dilakukan agar seluruh hak jemaah terpenuhi sesuai standar yang ditetapkan.
Dengan masih tersisanya 64 persen visa yang belum digunakan, seluruh pihak diharapkan menindaklanjuti proses pemberangkatan secara tertib dan terukur. Jemaah yang belum berangkat diminta menyelesaikan seluruh persyaratan, termasuk kelengkapan dokumen, vaksinasi meningitis, dan pemahaman manasik, agar perjalanan ibadah berjalan lancar.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menunaikan ibadah dengan aman, nyaman, dan sesuai ketentuan. Proses kedatangan yang telah mencapai 500 ribu lebih jemaah per 18 Mei 2025 menjadi bagian dari tahapan panjang penyelenggaraan haji yang akan berlangsung hingga seluruh visa terpakai dan jemaah tiba di Tanah Suci.
Comments (0)