3 Siswa Tewas, 20 Terluka dalam Penembakan di Filipina

Insiden penembakan mengguncang San Jose National High School di Kota Tacloban, Filipina tengah, pada Senin pagi (22/06). Dua orang siswa yang masih di bawah umur melepaskan tembakan menggunakan pisto

Jul 06, 2026 - 14:02
0 0
3 Siswa Tewas, 20 Terluka dalam Penembakan di Filipina

Insiden penembakan mengguncang San Jose National High School di Kota Tacloban, Filipina tengah, pada Senin pagi (22/06). Dua orang siswa yang masih di bawah umur melepaskan tembakan menggunakan pistol ke arah teman-teman sekelasnya, mengakibatkan tiga siswa meninggal dunia di tempat dan sedikitnya 20 orang lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa nahas ini langsung memicu kepanikan di lingkungan sekolah dan menjadi duka mendalam bagi komunitas pendidikan di wilayah Leyte.

Kronologi Kejadian

Menurut laporan yang dihimpun Apaberita.com, peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Saat itu para siswa tengah bersiap memulai aktivitas belajar, ketika tiba-tiba kedua pelaku—yang masing-masing berusia 14 dan 15 tahun—mengeluarkan senjata api dari dalam tas dan mulai menembaki korban secara acak. Saksi mata menuturkan bahwa suasana kelas mendadak berubah menjadi hiruk-pikuk, dengan siswa lain berlarian menyelamatkan diri dan berteriak histeris. Suara tembakan yang beruntun membuat guru dan staf sekolah segera berusaha mengamankan area serta menghubungi pihak kepolisian.

Penangkapan Pelaku

Petugas Kepolisian Regional yang dipimpin Brigadir Jenderal Jason Capoy tiba di lokasi tidak lama setelah kejadian. Salah satu pelaku berhasil diamankan di dalam lingkungan sekolah tanpa perlawanan berarti. Sementara itu, pelaku kedua melarikan diri dan bersembunyi di rumah seorang warga yang berada di sekitar kompleks sekolah. Berkat laporan cepat dari warga yang mencurigai keberadaannya, polisi akhirnya melacak dan menangkap pelaku tersebut dalam waktu singkat. Kedua remaja itu kini telah ditahan dan masih menjalani pemeriksaan intensif.

"Kami masih mendalami motif pasti di balik tindakan tragis ini. Kedua pelaku saat ini masih di bawah umur, sehingga proses hukum akan memperhatikan Undang-Undang Peradilan Anak. Kami juga menyelidiki asal-usul senjata api yang digunakan, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan orang tua pelaku," ujar Kapolda Brigjen Jason Capoy dalam keterangan pers.

Respons Pihak Berwenang dan Duka Cita

Pemerintah Kota Tacloban dan Dinas Pendidikan setempat menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Untuk memulihkan trauma psikologis, sekolah diliburkan sementara dan layanan konseling darurat segera disediakan bagi siswa serta guru yang terdampak. Pihak kepolisian memperketat pengamanan di area sekolah untuk mencegah insiden susulan dan memastikan proses penyelidikan berjalan aman. Hingga kini, tim forensik masih melakukan olah tempat kejadian perkara, sementara keluarga korban luka yang dirawat di rumah sakit terus didampingi pekerja sosial.

Insiden ini menambah daftar kelam aksi kekerasan senjata di lingkungan pendidikan di Filipina, dan kembali mendorong seruan publik terhadap pengetatan regulasi kepemilikan senjata api serta pengawasan terhadap anak di bawah umur. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terkini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User