10 Tahun Kaji Rawa Pening, Bos Kuku Bima Ener-G!: Danau Ini Bisa Jadi Destinasi Wisata
Presiden Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat telah mencurahkan perhatian besar terhadap kondisi Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, selama hampir satu dekade terakhir. Melalui berbag
Presiden Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat telah mencurahkan perhatian besar terhadap kondisi Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, selama hampir satu dekade terakhir. Melalui berbagai riset dan kajian mendalam, ia meyakini bahwa danau yang kini banyak ditutupi eceng gondok itu memiliki potensi luar biasa jika dikelola dengan serius. Setidaknya, ada empat manfaat utama yang bisa diperoleh apabila Rawa Pening dibenahi secara menyeluruh.
Empat manfaat itu mencakup potensi sebagai destinasi wisata unggulan, penyelamatan sumber air baku, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan nilai tanah di wilayah sekitar danau. Pandangan ini ia sampaikan dalam wawancara eksklusif bersama Apaberita.com pada Jumat (3/7/2026).
“Danau itu kalau dibenahi berpotensi besar sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah, menyelamatkan sumber air, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tanah di daerah sekitar,”
ungkap Irwan yang dikenal sebagai sosok di balik produk suplemen Kuku Bima Ener-G!.
Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Menurut Irwan, transformasi Rawa Pening menjadi kawasan wisata yang tertata rapi akan langsung berdampak pada kenaikan nilai jual tanah milik warga. Dengan lingkungan yang bersih, bebas eceng gondok, dan ditunjang infrastruktur memadai, lahan di sekitar danau akan semakin diminati. Hal ini pada akhirnya turut mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak bumi dan bangunan serta retribusi sektor pariwisata.
Kajian yang ia lakukan selama 10 tahun tidak hanya terbatas pada aspek lingkungan, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Ia melihat danau ini menyimpan cerita panjang tentang bagaimana ekosistem air tawar bisa menjadi penggerak roda perekonomian jika dijaga dan dimaksimalkan potensinya. Selama ini, tumpukan eceng gondok justru menghambat fungsi danau sebagai penampung air, pengendali banjir, sekaligus habitat ikan air tawar yang menjadi tumpuan nelayan lokal.
Pembersihan danau secara terintegrasi, kata Irwan, bukan hanya tugas pemerintah, melainkan memerlukan sinergi antara swasta, komunitas, dan masyarakat. Sido Muncul sendiri telah beberapa kali menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dan perhatian Irwan pada Rawa Pening menjadi bukti bahwa sektor korporasi dapat menjadi katalisator dalam menyelesaikan problem lingkungan yang kompleks.
Apabila Rawa Pening berhasil disulap menjadi destinasi wisata, efek berganda yang dihasilkan bisa sangat luas. Mulai dari munculnya usaha mikro seperti kuliner dan kerajinan, hingga penyerapan tenaga kerja di bidang perhotelan dan jasa pemandu wisata. Selain itu, keberlangsungan pasokan air bersih juga akan lebih terjamin, menjawab kekhawatiran akan krisis air di masa depan. Laporan ini dihimpun Apaberita.com dari wawancara langsung bersama Irwan Hidayat yang secara konsisten menyuarakan pentingnya revitalisasi danau kebanggaan warga Semarang tersebut.
Comments (0)