Ziva Magnolya Perdana Bintangi Film Ayah, Aku Mau Cerita
Penyanyi Ziva Magnolya resmi melakukan debutnya dalam perfilman layar lebar melalui film Ayah, Aku Mau Cerita produksi Falcon Pictures. Keputusan tersebut diumumkan sekaligus ditampilkan dalam acara p...
Penyanyi Ziva Magnolya resmi melakukan debutnya dalam perfilman layar lebar melalui film Ayah, Aku Mau Cerita produksi Falcon Pictures. Keputusan tersebut diumumkan sekaligus ditampilkan dalam acara press screening yang diselenggarakan di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, pada hari Jumat, 15 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Ziva Magnolya menyatakan bahwa terlibat dalam proyek sinematik ini merupakan langkah baru sekaligus tantangan besar mengingat selama ini ia lebih dikenal luas oleh masyarakat sebagai penyanyi.
Tantangan Debut di Dunia Perfilman
Bagi Ziva Magnolya, keputusan untuk menindaklanjuti tawaran bermain dalam film Ayah, Aku Mau Cerita bukanlah perkara sederhana. Ia harus memasuki medan yang sepenuhnya berbeda dari panggung musik yang selama ini menjadi domain utamanya. Dalam rapat dengan para kru dan sineas, Ziva menyadari bahwa standar yang ditetapkan dalam produksi ini sangat tinggi, mengingat ia harus beradu akting dengan sejumlah pemain senior yang sudah malang melintang di industri kreatif tanah air.
“Ini menegangkan buat aku, karena aku langsung main. Ini pertama kalinya aku jadi cast di film layar lebar. Jadi tantangannya sangat-sangat luar biasa besar,” ujar Ziva Magnolya saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.
Ziva menegaskan bahwa tekanan yang dirasakan bukanlah halangan, melainkan pemicu semangat untuk mempelajari teknik akting secara lebih mendalam. Kehadiran para pemain berpengalaman justru mendorongnya untuk mengamati setiap detail, mulai dari cara membangun karakter hingga penyesuaian diri di depan kamera. Ia menyatakan bahwa proses ini mengajarkannya untuk memahami bahwa akting memerlukan disiplin yang berbeda dibandingkan dengan tampil di atas panggung konser.
Keselarasan Emosi antara Musik dan Akting
Meskipun dunia perfilman memberikan tantangan yang signifikan, Ziva Magnolya menyatakan bahwa pengalaman bermusik yang telah lama dijalaninya ternyata memberikan fondasi yang cukup kuat dalam proses adaptasi. Menurutnya, terdapat kesamaan esensial antara bernyanyi dan berakting, khususnya dalam hal penyampaian emosi kepada penonton. Ia menegaskan bahwa kedua medium seni tersebut memiliki titik temu yang fundamental, yakni kebutuhan untuk menyentuh perasaan audiens secara tulus dan mendalam.
“Menurut aku, musik dengan film itu ada keselarasan yang cukup sama karena tetap butuh rasa,” jelas Ziva Magnolya.
Berdasarkan pengamatan selama proses syuting, Ziva kemudian mencoba menerapkan cara menyampaikan emosi yang selama ini ia kuasai dalam bernyanyi ke dalam setiap adegan yang diperankannya. Ia menyatakan bahwa teknik kontrol nafas, intonasi suara, dan interpretasi lirik yang biasa ia gunakan saat tampil di studio rekaman maupun konser, secara tidak langsung membantunya memahami ritme dan nuansa dalam sebuah adegan dramatis. Namun demikian, Ziva menyatakan bahwa ia tetap memerlukan bimbingan intensif dari sutradara serta masukan langsung dari rekan-rekan mainnya untuk memastikan setiap ekspresi yang ditampilkan sesuai dengan kebutuhan narasi film.
Proses Belajar dan Kolaborasi di Depan Kamera
Selama proses produksi Ayah, Aku Mau Cerita, Ziva Magnolya menegaskan bahwa ia banyak melakukan observasi dan mengajukan pertanyaan teknis kepada para pemain senior terkait cara membangun sebuah karakter secara utuh di depan kamera. Ia menyatakan bahwa setiap hari syuting menjadi sesi pembelajaran praktis yang tidak ternilai harganya. Dari mulai blocking hingga pengambilan gambar close-up, Ziva menyadari bahwa akting layar lebar menuntut ketelitian ekspresi yang jauh lebih mikro dibandingkan dengan penampilan di atas panggung yang cenderung bersifat makro dan ekspansif.
Keputusan Falcon Pictures untuk mempercayakan peran kepada Ziva Magnolya dalam film ini menegaskan adanya kepercayaan terhadap potensi transisi karier yang sedang ia bangun. Ziva sendiri menyatakan bahwa ia tidak ingin mengecewakan kepercayaan tersebut. Oleh karena itu, ia menindaklanjuti setiap catatan dari tim produksi dengan sungguh-sungguh, mulai dari pembacaan naskah hingga sesi take berulang kali untuk mendapatkan hasil yang paling sesuai dengan visi kreatif sang sutradara.
Dalam kesempatan yang sama, Ziva juga menyatakan bahwa pengalaman pertamanya di dunia sinema ini telah membuka wawasan baru tentang kompleksitas industri perfilman. Ia menyatakan bahwa proses kreatif di balik layar ternyata jauh lebih rumit dan memerlukan sinergi antar berbagai divisi, mulai dari sinematografi, tata suara, hingga penyuntingan. Pengalaman ini, menurutnya, akan menjadi bekal berharga baik bagi kariernya di dunia musik maupun jika kelak ia kembali menindaklanjuti tawaran bermain film di masa depan.
Dengan ditetapkannya jadwal perilisan yang semakin dekat, Ziva Magnolya menyatakan harapannya agar masyarakat dapat menyaksikan hasil kerja keras seluruh tim produksi Ayah, Aku Mau Cerita. Ia menegaskan bahwa film ini bukan sekadar proyek komersial, melainkan juga cerminan dari komitmennya untuk terus berkembang sebagai insan seni yang tidak ingin terpaku pada satu bidang kreatif saja. Melalui film garapan rumah produksi Falcon Pictures ini, Ziva ingin membuktikan bahwa dedikasi dan kerja keras dapat menjadi jembatan bagi siapa pun yang hendak mengeksplorasi potensi diri di luar zona nyaman.
Comments (0)