Ziarah ke Makam Dua Mantan Menteri Awali HUT ke-67 KemenPAN-RB

Jakarta – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) membuka rangkaian peringatan hari jadinya yang ke-67 dengan sebuah agenda penuh makna: ziarah ke makam dua mantan ...

Ziarah ke Makam Dua Mantan Menteri Awali HUT ke-67 KemenPAN-RB

Jakarta – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) membuka rangkaian peringatan hari jadinya yang ke-67 dengan sebuah agenda penuh makna: ziarah ke makam dua mantan menteri yang pernah memimpin lembaga tersebut. Menteri PANRB, Rini Widyantini, memimpin langsung rombongan pejabat kementerian untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Syafruddin dan almarhum Tjahjo Kumolo pada Senin (27/7/2026).

Menurut rilis resmi yang diterima, kegiatan ziarah ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud refleksi mendalam atas perjalanan panjang KemenPAN-RB dalam membangun birokrasi profesional. Menteri Rini dalam sambutannya menegaskan pentingnya meneladani semangat pengabdian para pendahulu. "Kami datang ke sini untuk mengingat kembali dedikasi luar biasa yang telah diberikan oleh kedua tokoh ini. Mereka adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah reformasi birokrasi nasional," ujar Rini di hadapan para pejabat eselon I dan II yang turut hadir.

Rangkaian Ziarah Penuh Khidmat

Kegiatan ziarah dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Rombongan pertama-tama mengunjungi makam Syafruddin yang berlokasi di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Di sana, Menteri Rini bersama keluarga besar kementerian melakukan tabur bunga, pembacaan doa, dan penghormatan singkat. Suasana hening menyelimuti area pemakaman saat rombongan mengenang jasa mantan Menteri PANRB yang menjabat pada periode 2018–2019 itu.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Timur, tempat almarhum Tjahjo Kumolo dimakamkan. Tjahjo merupakan Menteri PANRB sejak Oktober 2019 hingga wafat pada 1 Juli 2022. Di Kalibata, upacara ziarah berlangsung lebih resmi dengan peletakan karangan bunga oleh Menteri Rini. Hadir pula sejumlah perwakilan keluarga dari kedua mendiang yang tampak haru menerima kunjungan sekaligus ucapan terima kasih dari kementerian.

Warisan Dua Mantan Menteri

Syafruddin, yang meninggal dunia pada 20 Agustus 2019, dikenal sebagai tokoh yang mendorong percepatan penyederhanaan birokrasi dan penerapan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Semasa kepemimpinannya yang singkat, ia berhasil merampungkan beberapa kebijakan strategis seperti penataan eselonisasi dan penguatan integritas ASN. "Pak Syafruddin adalah figur yang tulus dan tegas. Ia meletakkan fondasi penting yang terus kami kembangkan hingga saat ini," kata Rini.

Sementara itu, Tjahjo Kumolo meninggalkan warisan yang lebih mendalam lagi. Selama hampir tiga tahun memimpin, ia menjadi motor reformasi birokrasi yang berfokus pada penyederhanaan birokrasi berbasis digital dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Di era kepemimpinannya pula lahir berbagai inisiatif seperti Mal Pelayanan Publik (MPP) dan sistem kerja fleksibel bagi ASN. Kematiannya yang mendadak pada tahun 2022 menyisakan duka mendalam bagi seluruh jajaran birokrasi. "Almarhum Tjahjo adalah guru besar reformasi birokrasi. Setiap langkahnya mencerminkan keberpihakan pada rakyat," kenang Menteri Rini.

Peringatan HUT ke-67: Refleksi dan Inovasi

Selain ziarah, KemenPAN-RB akan menggelar serangkaian kegiatan peringatan HUT ke-67 yang berlangsung sepanjang bulan Agustus 2026. Beberapa agenda yang direncanakan meliputi upacara bendera, seminar nasional tentang masa depan birokrasi, pameran inovasi pelayanan publik, serta peluncuran platform digital baru untuk pengaduan masyarakat. Rini menegaskan bahwa momentum 67 tahun ini digunakan untuk mengevaluasi capaian sekaligus memetakan tantangan yang masih ada.

"Tidak bisa kita pungkiri, birokrasi kita masih menghadapi masalah seperti ego sektoral, tumpang tindih regulasi, hingga resistensi terhadap perubahan. Semangat yang ditanamkan oleh Pak Syafruddin dan Pak Tjahjo harus menjadi api yang terus menyala," tegasnya. Kehadiran keluarga besar kementerian dalam ziarah ini, menurutnya, adalah bukti bahwa nilai-nilai pengabdian tidak boleh luntur.

Dengan usia 67 tahun, KemenPAN-RB telah mengalami berbagai transformasi. Dimulai dari Departemen Perencanaan Pembangunan Nasional pada 1959, kemudian berubah menjadi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara pada era reformasi, hingga akhirnya bertransformasi menjadi Kementerian PANRB yang juga mengemban mandat reformasi birokrasi. Setiap periode kepemimpinan membawa warna tersendiri, dan ziarah ini menjadi simbol kesinambungan antargenerasi.

Acara ziarah diakhiri dengan ramah tamah bersama keluarga almarhum. Menteri Rini menyempatkan diri berdialog dengan istri dan anak-anak mendiang Tjahjo Kumolo, menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas pengorbanan keluarga selama almarhum bertugas. Di sisi lain, pihak kementerian juga menyerahkan santunan sebagai wujud perhatian kepada keluarga mantan menteri, meski tidak disebutkan nominalnya.

Dengan diawalinya peringatan HUT ini melalui ziarah, KemenPAN-RB berharap seluruh jajaran ASN dapat terus menjaga integritas, profesionalitas, dan loyalitas kepada bangsa, seperti yang telah ditunjukkan oleh Syafruddin dan Tjahjo Kumolo semasa hidup mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User