JNE Umumkan Pemenang Kontes Konten 2026 di Malam Puncak
Jakarta, 28 Mei 2026 – PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menggelar malam puncak penghargaan JNE Content Competition 2026 di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu (28/5). Acara ini menjadi panggung apresia...
Jakarta, 28 Mei 2026 – PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menggelar malam puncak penghargaan JNE Content Competition 2026 di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu (28/5). Acara ini menjadi panggung apresiasi tertinggi bagi 5.273 karya kreatif yang masuk dari seluruh penjuru Indonesia. Dalam seremoni yang berlangsung meriah, JNE mengumumkan sejumlah pemenang dari berbagai kategori serta memberikan penghargaan tertinggi bertajuk ‘Best of The Best’ kepada peserta dengan karya terbaik.
Direktur Utama JNE, Raden Adisaputro, dalam sambutannya menegaskan bahwa kompetisi tahun ini merupakan wujud konsistensi perusahaan dalam mendorong ekosistem kreatif digital Tanah Air. “Dengan antusiasme 5.273 karya, kami semakin yakin bahwa Indonesia memiliki potensi besar di industri konten digital. Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi gerakan untuk merayakan kreativitas tanpa batas,” ujarnya di hadapan para finalis dan tamu undangan.
Partisipasi Melampaui Target
Berdasarkan data yang dirilis panitia, jumlah karya yang masuk melampaui target awal yang ditetapkan, yakni 4.000 konten. Angka partisipasi mengalami lonjakan sebesar 31,8 persen dibandingkan edisi sebelumnya yang hanya mencatat sekitar 3.500 karya. Para peserta berasal dari 34 provinsi, menunjukkan sebaran geografis yang merata dan minat yang tinggi terhadap ajang ini. Kategori yang dibuka mencakup video pendek, fotografi, artikel, kampanye media sosial, dan animasi.
Vice President Marketing JNE, Lia Natalia, menyatakan bahwa peningkatan jumlah peserta tidak lepas dari penyederhanaan proses pendaftaran dan perluasan genre konten. “Kami sengaja merancang kompetisi ini agar lebih inklusif. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga profesional bisa ikut ambil bagian. Hasilnya, kami menerima karya-karya yang sangat beragam, dari kisah lokal daerah 3T hingga kampanye digital yang menyentuh isu lingkungan,” jelasnya saat ditemui di sela acara.
Proses Seleksi dan Kriteria Penilaian
Dewan juri yang terdiri dari praktisi komunikasi, sineas, fotografer profesional, serta akademisi melakukan proses kurasi secara berlapis. Tahapan seleksi berlangsung selama tiga bulan, dimulai dari penyaringan administratif, penjurian daring, hingga presentasi langsung bagi para finalis. Ketua Dewan Juri, Andi Rianto, seorang produser film dokumenter nasional, mengungkapkan bahwa kriteria utama penilaian mencakup orisinalitas, relevansi pesan, eksekusi teknis, dan dampak sosial dari setiap karya.
“Banyak karya yang secara teknis sangat baik, tetapi yang membedakan pemenang adalah kemampuan peserta menyampaikan cerita yang kuat dan meninggalkan jejak emosional. Kami mencari konten yang tidak hanya indah, tetapi juga bermakna,” kata Andi dalam pidato penjurian. Tahap presentasi finalis menjadi momen penentu, di mana peserta harus mempertahankan konsep dan proses kreatif di depan panel juri.
‘Best of The Best’ Jatuh pada Karya dari Surabaya
Penghargaan utama ‘Best of The Best’ dianugerahkan kepada Andi Pratama, seorang konten kreator asal Surabaya, dengan karyanya berupa video dokumenter pendek berjudul “Benang Merah Nusantara”. Karya tersebut mengisahkan perjalanan seorang kurir JNE yang menghubungkan pengrajin tenun di pelosok Nusa Tenggara Timur dengan pasar modern di kota besar. Video berdurasi 5 menit itu dinilai sebagai perpaduan sempurna antara storytelling, sinematografi, dan pesan sosial.
“Saya tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Karya ini saya dedikasikan untuk para pengrajin kecil yang seringkali luput dari perhatian. Terima kasih kepada JNE yang telah menjadi jembatan, tidak hanya bagi saya, tetapi bagi ribuan kreator lain,” ucap Andi Pratama dengan mata berkaca-kaca saat menerima trofi dan hadiah utama sebesar Rp100 juta. Kemenangannya sekaligus membuktikan bahwa konten berbasis lokal dapat berbicara di tingkat nasional.
Daftar Pemenang Kategori Lain
Selain penghargaan utama, JNE juga mengumumkan pemenang di tiga kategori unggulan. Untuk kategori Video Pendek, posisi pertama diraih oleh Dian Sastro dari Bandung dengan karya “Langkah Kecil untuk Bumi”. Kategori Fotografi dimenangkan oleh Rudi Hartono dari Makassar lewat foto bertajuk “Senyum di Ujung Pengiriman”. Sementara itu, kategori Kampanye Media Sosial dimenangkan oleh tim Kampus Kreatif UI dengan kampanye #KirimKebaikan yang berhasil menggalang donasi buku untuk daerah terpencil.
Masing-masing pemenang kategori memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp50 juta, ditambah paket pelatihan dari JNE serta kesempatan magang di agensi kreatif mitra. Lia Natalia menambahkan, seluruh karya yang masuk akan dikurasi lebih lanjut untuk ditampilkan dalam galeri digital JNE sebagai bentuk apresiasi jangka panjang.
Pada akhir acara, Raden Adisaputro menegaskan bahwa JNE Content Competition akan kembali digelar pada tahun 2027 dengan skala yang lebih besar dan kemungkinan mengundang peserta dari kawasan Asia Tenggara. “Kami ingin ekosistem ini terus tumbuh. Konten kreatif adalah salah satu pilar penting dalam membangun narasi positif tentang Indonesia,” tutupnya. Malam puncak diakhiri dengan pertunjukan seni dari para finalis dan sesi jejaring antara pelaku industri kreatif.
Comments (0)