Sep 16, 2026
Hukum

Yunita Siregar Ungkap Emosi Berat saat Bintangi Film Laut Bercerita

Aktris berbakat Yunita Siregar membagikan pengalaman emosional yang mendalam ketika dipercaya memerankan karakter kunci, Asmara Jati, dalam adaptasi film L

Yunita Siregar Ungkap Emosi Berat saat Bintangi Film Laut Bercerita

Aktris berbakat Yunita Siregar membagikan pengalaman emosional yang mendalam ketika dipercaya memerankan karakter kunci, Asmara Jati, dalam adaptasi film Laut Bercerita. Karya yang diangkat dari novel fenomenal tulisan Leila S. Chudori tersebut menuntut profesionalisme tinggi sekaligus pengelolaan rasa yang tidak mudah bagi sang aktris selama proses pengambilan gambar berlangsung.

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Yunita menuturkan bahwa salah satu tantangan terberatnya bukanlah meluapkan tangisan, melainkan justru menahan air mata di tengah adegan-adegan yang sarat akan kepiluan mendalam.

Kronologi Proses Produksi dan Pendalaman Karakter

Untuk menghidupkan sosok Asmara Jati yang rasional dan tegar, Yunita melewati beberapa tahapan intensif selama masa pra-produksi hingga pengambilan gambar:

  1. Riset dan Pembacaan Naskah Intensif: Yunita mendalami latar belakang sejarah aktivis 1998, membaca kembali novel sumber, serta menggali sudut pandang keluarga korban penghilangan paksa yang ditinggalkan.
  2. Transformasi Mental Karakter: Membangun dinamika emosi Asmara Jati yang harus menjadi penopang bagi kedua orang tuanya di tengah ketidakpastian nasib sang kakak, Biru Laut.
  3. Tahap Pengambilan Gambar: Menghadapi situasi set syuting yang sarat atmosfer duka, di mana setiap adegan rekonstruksi pencarian fakta menuntut kendali emosi yang sangat presisi.
  4. Proses Pasca-Adegan: Melakukan dekompresi emosional agar beban duka karakter tidak terbawa ke kehidupan personal sehari-hari.

Tuntutan Karakter: Menolak Rapuh di Balik Kepedihan

Asmara Jati digambarkan sebagai adik kandung dari tokoh utama Biru Laut. Berbeda dari kedua orang tuanya yang terus menyangkal kenyataan pahit, Asmara diposisikan sebagai figur yang harus berpikir logis, realistis, sekaligus memimpin upaya pencarian dan pengusutan atas hilangnya sang kakak bersama rekan-rekan aktivis lainnya.

"Tantangan paling sulit saat memerankan Asmara adalah keharusan untuk tetap terlihat tegar. Di dalam hati rasanya hancur sekali, tetapi karakternya menuntut saya tidak boleh menangis di depan orang tua demi menguatkan mereka. Menahan tangis itu jauh lebih menguras energi," ujar Yunita Siregar.

Yunita menambahkan bahwa atmosfer syuting yang dibangun oleh sutradara dan tim produksi sangat mendukung pembentukan emosi otentik. Interaksi antar-pemeran membuat kepedihan yang dirasakan keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terasa begitu nyata dan dekat.

Menghidupkan Refleksi Sejarah dan Pesan Kemanusiaan

Keterlibatan Yunita dalam proyek ini memberikan dimensi baru terhadap pemahamannya mengenai catatan kelam sejarah Indonesia masa Reformasi. Melalui peran ini, ia berharap generasi muda dapat lebih mengapresiasi kebebasan yang kini dinikmati sekaligus tidak melupakan pengorbanan para pejuang demokrasi.

  • Pengingat Sejarah: Menyuarakan kembali isu kemanusiaan dan penegakan hukum bagi korban penghilangan paksa.
  • Refleksi Keluarga Korban: Menyoroti luka batin berkepanjangan yang dialami keluarga yang tak pernah mendapatkan kepastian.
  • Edukasi Generasi Baru: Menghubungkan memori kolektif masa lalu kepada generasi masa kini melalui medium visual sinematik.

Film Laut Bercerita diharapkan menjadi karya yang tidak sekadar menyajikan kualitas seni peran yang matang, tetapi juga memperkuat kesadaran sosial masyarakat mengenai pentingnya keadilan dan memori sejarah bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User