YOGYAKARTA — Klub BRI Super League PSIM Yogyakarta secara resmi mengakhiri kerja
Kronologi Pengakhiran Kontrak Proses pengakhiran kontrak Fahreza Sudin dilakukan setelah melalui serangkaian diskusi internal antara jajaran pelatih dan ma
Kronologi Pengakhiran Kontrak
Proses pengakhiran kontrak Fahreza Sudin dilakukan setelah melalui serangkaian diskusi internal antara jajaran pelatih dan manajemen PSIM. Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Bryan Sadewo, mengonfirmasi bahwa kesepakatan untuk berpisah diambil secara profesional dan atas dasar kesepakatan bersama (mutual consent).
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Fahreza Sudin atas dedikasi dan kontribusinya selama membela PSIM Yogyakarta. Keputusan ini murni bagian dari evaluasi tim dan kebutuhan taktikal jangka panjang. Kami mendoakan yang terbaik untuk karier selanjutnya,”
ujar Bryan Sadewo dalam keterangan tertulis yang diterima Apaberita.
Fahreza Sudin sendiri tidak memberikan pernyataan panjang. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengunggah foto bersama skuad PSIM dengan keterangan singkat: “Terima kasih Laskar Mataram. Sampai jumpa lagi.”
Statistik dan Kontribusi
Fahreza Sudin bergabung dengan PSIM Yogyakarta pada awal musim 2024/2025 dengan kontrak berdurasi dua tahun. Pemain kelahiran Tangerang, 26 tahun tersebut, tampil dalam 14 pertandingan di semua kompetisi musim ini, dengan torehan 2 gol dan 3 assist. Menit bermainnya cenderung menurun dalam lima laga terakhir, di mana ia hanya tampil sebagai pemain pengganti dengan total 76 menit.
Data dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) menunjukkan bahwa Fahreza mencatat akurasi umpan 78,2 persen dan menciptakan 9 peluang kunci sepanjang musim. Namun, statistik pressing dan duel udara yang menjadi tuntutan utama dalam skema pelatih kepala tetap menjadi titik lemah dalam evaluasi performanya.
Faktor di Balik Keputusan
Sumber internal klub yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada Apaberita bahwa keputusan mengakhiri kerja sama ini dipicu oleh tiga faktor utama:
- Kebutuhan taktikal: Pelatih kepala PSIM membutuhkan gelandang serang dengan profil lebih eksplosif dan kemampuan bertahan yang lebih tinggi dalam transisi negatif.
- Regenerasi skuad: Manajemen ingin memberi ruang lebih besar kepada pemain muda binaan akademi, termasuk dua gelandang U-21 yang mulai tampil konsisten di sesi latihan dan laga uji coba.
- Penyesuaian anggaran: Pengakhiran kontrak ini membebaskan ruang gaji untuk mendatangkan satu pemain asing baru di posisi gelandang bertahan pada bursa transfer paruh musim Januari 2026 mendatang.
Respons Suporter dan Langkah Selanjutnya
Kabar ini mendapat respons beragam dari basis suporter fanatik PSIM, Brigata Curva Sud (BCS) dan The Maident. Sebagian menyayangkan kepergian pemain yang dianggap loyal, namun mayoritas menerima keputusan ini sebagai langkah realistis untuk memperbaiki performa tim yang saat ini berada di peringkat ke-10 klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 18 poin dari 14 laga.
PSIM Yogyakarta dijadwalkan menghadapi Persita Tangerang pada Sabtu (25/10/2025) di Stadion Mandala Krida, dan dipastikan Fahreza Sudin tidak akan masuk dalam daftar susunan pemain. Manajemen klub mengonfirmasi bahwa surat pelepasan resmi (player release letter) telah diterbitkan dan Fahreza Sudin kini berstatus sebagai pemain bebas transfer (free agent).
Belum ada informasi resmi mengenai klub tujuan selanjutnya dari pemain yang pernah memperkuat Persija Jakarta dan Dewa United tersebut. Namun, spekulasi mengarah pada ketertarikan klub Liga 2 dan Liga 1 papan bawah yang membutuhkan gelandang kreatif berpengalaman.
Dengan pengakhiran kerja sama ini, PSIM Yogyakarta telah melepas tiga pemain sepanjang musim 2025/2026, termasuk dua bek tengah dan satu gelandang. Manajemen mengonfirmasi akan segera mengumumkan pengganti Fahreza Sudin sebelum batas akhir pendaftaran pemain putaran kedua pada 10 November 2025.
Comments (0)