AS — Suporter Kolombia Padati Laga Argentina vs Mesir, Simpan Harapan untuk Messi

EAST RUTHERFORD, NEW JERSEY — Ribuan suporter Kolombia terlihat memadati salah satu sudut Stadion MetLife pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara

Jul 08, 2026 - 02:57
0 0
AS — Suporter Kolombia Padati Laga Argentina vs Mesir, Simpan Harapan untuk Messi

EAST RUTHERFORD, NEW JERSEY — Ribuan suporter Kolombia terlihat memadati salah satu sudut Stadion MetLife pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir, Selasa malam (8/7/2026). Kehadiran mereka bukan untuk mendukung salah satu tim yang bertanding, melainkan untuk menyaksikan langsung megabintang Argentina, Lionel Messi, yang diyakini akan menjalani edisi terakhir Piala Dunia dalam kariernya.

Pertandingan yang dimulai pukul 20.00 waktu setempat ini berlangsung di hadapan 82.000 penonton yang memenuhi kapasitas stadion. Federasi Sepak Bola Kolombia mengonfirmasi bahwa sebanyak 1.050 suporter Kolombia tercatat membeli tiket resmi melalui program tiket penggemar FIFA, dengan sekitar 800 di antaranya hadir langsung di stadion. Mereka datang dari berbagai kota seperti Bogotá, Medellín, dan Cali, membawa bendera, spanduk, serta atribut khas Kolombia, namun dengan pesan dukungan yang jelas ditujukan kepada Messi.

Salah satu spanduk besar bertuliskan

"Gracias, Messi — desde Colombia con amor"
terpampang di tribun atas sisi utara, menarik perhatian kamera internasional. Maria Fernanda Torres (34), suporter asal Bogotá, mengatakan,
"Kami membeli tiket ini sejak empat bulan lalu begitu tahu Argentina lolos ke babak 16 besar. Ini mungkin satu-satunya kesempatan kami melihat Messi bermain langsung di Piala Dunia. Tim kami memang sudah tersingkir, tapi kami merasa Messi adalah milik seluruh Amerika Latin."

Di atas lapangan, Argentina tampil dominan sejak menit awal. Messi membuka skor pada menit ke-23 melalui tendangan bebas melengkung dari jarak 22 meter yang tak mampu dijangkau kiper Mesir. Ribuan suporter Kolombia bersorak dan mengibarkan bendera kuning-biru-merah mereka seolah merayakan gol bagi negaranya sendiri. Argentina menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0. Pada menit ke-67, Julián Álvarez menggandakan skor memanfaatkan umpan terobosan Messi, membawa La Albiceleste menang 2-0 dan memastikan tempat di perempat final.

Seorang suporter lain, Carlos Andrés Rojas (27) dari Medellín, mengaku terbang selama sembilan jam untuk menonton laga ini.

"Saya sudah menabung sejak tahun lalu. Messi adalah alasan saya mencintai sepak bola. Melihat dia mencetak gol langsung di depan mata adalah momen yang tak tergantikan, meski kami tidak mendukung Argentina."

Pengamanan di dalam dan luar stadion diperketat dengan pengerahan 3.500 personel gabungan kepolisian New Jersey dan petugas keamanan federal. Tidak ada insiden berarti yang melibatkan suporter Kolombia. Kepolisian setempat menyebut perilaku suporter Kolombia sangat tertib dan ramah, bahkan beberapa di antaranya membantu membersihkan tribun setelah pertandingan.

Kemenangan ini membawa Argentina menghadapi pemenang laga Brasil versus Portugal di perempat final yang akan digelar pada 13 Juli mendatang di Philadelphia. Sementara itu, Messi kini telah mencetak lima gol dalam turnamen ini, menyamai catatan Kylian Mbappé sebagai pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia 2026.

Kehadiran suporter Kolombia menjadi warna tersendiri di tengah persaingan ketat babak gugur. Mereka tidak hanya membuktikan bahwa sepak bola mampu menyatukan identitas lintas batas negara, tetapi juga mengukuhkan status Messi sebagai ikon global yang melampaui rivalitas tradisional di Amerika Selatan. Federasi Sepak Bola Kolombia menyatakan tidak ada program resmi terkait kehadiran suporter ini, menegaskan bahwa fenomena ini murni inisiatif mandiri komunitas penggemar Messi di Kolombia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas fenomena kehadiran suporter negara ketiga dalam jumlah signifikan di laga sistem gugur. Namun, sejumlah analis menilai ini sebagai bukti kekuatan magnet Messi yang mampu menarik perhatian dan emosi jutaan penggemar dari negara-negara yang bahkan sudah tidak berkompetisi lagi di turnamen utama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User