AL KHOR — Maroko Takluk dari Prancis 2-0 di Semifinal Piala Dunia 2022

AL KHOR — Langkah bersejarah Maroko di Piala Dunia 2022 terhenti di babak semifinal setelah kalah 2-0 dari Prancis pada pertandingan yang digelar di Stadio

Jul 09, 2026 - 22:15
0 0
AL KHOR — Maroko Takluk dari Prancis 2-0 di Semifinal Piala Dunia 2022

AL KHOR — Langkah bersejarah Maroko di Piala Dunia 2022 terhenti di babak semifinal setelah kalah 2-0 dari Prancis pada pertandingan yang digelar di Stadion Al-Bayt, Al Khor, Kamis (15/12/2022) dini hari WIB. Kekalahan itu memupuskan asa Singa Atlas menjadi negara Afrika dan Arab pertama yang menembus final Piala Dunia. Dua gol Les Bleus dicetak oleh Theo Hernandez pada menit ke-5 dan Randal Kolo Muani pada menit ke-79. Maroko yang tampil dengan semangat juang tinggi tak mampu membalas meski menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Seusai peluit panjang dibunyikan, kamera menyorot ekspresi kecewa dua bintang Maroko, Achraf Hakimi dan Hakim Ziyech. Hakimi yang merupakan rekan setim Kylian Mbappe di Paris Saint-Germain terlihat dihampiri dan dihibur oleh sang penyerang Prancis. Momen tersebut menjadi gambaran kontras antara euforia Prancis dan kesedihan Maroko yang tetap menuai salut dari jagat sepak bola. Pandangan kosong Ziyech dan air mata Hakimi menggenapi akhir perjalanan penuh heroisme yang telah mereka ukir sepanjang turnamen.

Jalannya Pertandingan: Gol Cepat Mematikan Strategi Maroko

Prancis langsung menekan sejak menit awal. Skema serangan cepat membuahkan gol pada menit ke-5. Berawal dari penetrasi Kylian Mbappe di sisi kiri, bola liar yang diblok bek Maroko jatuh ke kaki Antoine Griezmann. Umpan silang mendatar Griezmann disambar Theo Hernandez yang dengan dingin menceploskan bola ke gawang Yassine Bounou. Skor 1-0 bagi Prancis. Gol sedini itu memaksa Maroko keluar dari pendekatan taktis bertahan rapat yang selama ini menjadi andalan.

Maroko perlahan membangun serangan. Mereka mencatat penguasaan bola 39% di babak pertama—lebih tinggi dari rata-rata mereka di laga sebelumnya—namun rapatnya pertahanan Prancis yang dikomandoi Raphael Varane dan Ibrahima Konaté membuat upaya sporadis pasukan Walid Regragui kandas. Peluang terbaik Maroko di babak pertama hadir lewat sepakan jarak dekat Jawad El Yamiq yang membentur tiang gawang pada menit ke-10. Bola liar disambar rekan setim, tapi Hugo Lloris sigap menangkap.

Di babak kedua, Regragui memasukkan pemain-pemain ofensif seperti Abderrazak Hamdallah dan Zakaria Aboukhlal. Tekanan Maroko meningkat, namun transisi cepat Prancis kembali menghukum. Pada menit ke-79, Kylian Mbappe menusuk dari sisi kiri, melewati dua bek, dan mengirim umpan tarik rendah. Bola sempat mengenai kaki bek Maroko, tetapi Randal Kolo Muani—yang baru masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Ousmane Dembélé 44 detik sebelumnya—berhasil menyontek bola dari jarak satu meter tanpa kesulitan. Gol tersebut memastikan tempat Prancis di final dan menyisakan Maroko dengan hanya satu peluang tepat sasaran sepanjang laga.

Analisis: Faktor Kunci Kekalahan Maroko

Absennya Pilar Belakang: Maroko harus tampil tanpa bek tengah andalan Nayef Aguerd yang mengalami cedera paha dan kapten Romain Saiss yang terpaksa ditarik keluar pada menit ke-21 karena cedera hamstring. Kehilangan dua pemain sentral ini membuat organisasi lini belakang porak‑poranda. “Absennya Aguerd dan Saiss benar‑benar mengubah keseimbangan pertahanan Maroko. Mereka adalah jantung sistem bertahan yang sepanjang turnamen hanya kebobolan satu gol bunuh diri,” ujar analis sepak bola regional, Faizal Rahman.

Gol Cepat yang Membuyarkan Rencana: Gol Theo Hernandez pada menit ke-5 menjadi pukulan telak. Maroko yang biasanya memulai laga dengan blok pertahanan rendah dan kedisiplinan tinggi terpaksa keluar menyerang lebih awal. Perubahan ini membuka ruang bagi kecepatan dan kreativitas lini depan Prancis, terutama Griezmann yang leluasa mengatur ritme serangan.

Kualitas Individu yang Berbeda Tajam: Meski secara kolektif Maroko menunjukkan determinasi luar biasa, perbedaan kualitas teknis terutama di sepertiga akhir lapangan menjadi faktor penentu. Mbappe berulang kali merepotkan bek kanan Achraf Hakimi—sesama pemain PSG—dan akhirnya mampu menciptakan assist untuk gol kedua. Olivier Giroud juga dua kali membentur tiang gawang, menandakan ketajaman yang tak dimiliki lini depan Maroko malam itu.

Warisan Sejarah Tetap Tegak: Kekalahan ini tidak menodai pencapaian Maroko. Mereka menjadi tim Afrika dan Arab pertama yang menembus semifinal Piala Dunia, setelah menyingkirkan raksasa seperti Spanyol dan Portugal di fase gugur. Dukungan penuh penonton di Stadion Al‑Bayt dan sorak‑sorai dari seluruh dunia Arab menciptakan atmosfer emosional yang jarang terjadi di panggung sepak bola modern.

Perbandingan Statistik Utama: Efisiensi Prancis vs Perlawanan Maroko

KategoriPrancisMaroko
Penguasaan Bola61%39%
Total Tembakan153
Tembakan Tepat Sasaran61
Pelanggaran1014
Kartu Kuning22

Sumber: Data Resmi FIFA, Piala Dunia 2022

Meski kalah, Maroko hanya kebobolan dua gol dalam tujuh pertandingan—sebuah rekor pertahanan tangguh yang layak diapresiasi. Kekalahan dari Prancis menjadi satu‑satunya laga di fase gugur di mana pertahanan solid mereka benar‑benar tergerus oleh efisiensi penyelesaian akhir sang juara bertahan. Perjalanan ini menempatkan Walid Regragui dan anak asuhnya di buku sejarah sekaligus menginspirasi generasi sepak bola Afrika dan Arab di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User