WASHINGTON — Trump Umumkan Tarif Baru Impor Baja di Gedung Putih

WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan kenaikan tarif impor baja hingga 25 persen di Ruang Oval, Gedung Putih

Jul 09, 2026 - 23:55
0 0
WASHINGTON — Trump Umumkan Tarif Baru Impor Baja di Gedung Putih

WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan kenaikan tarif impor baja hingga 25 persen di Ruang Oval, Gedung Putih, Kamis (29/1/2026). Pengumuman yang disampaikan pukul 10.00 waktu setempat ini disertai penandatanganan perintah eksekutif yang akan berlaku mulai 1 Februari 2026. Trump menegaskan langkah tersebut diambil untuk melindungi industri baja domestik yang menurutnya telah dirugikan oleh praktik dumping dari sejumlah negara. "Kami akan mengembalikan kejayaan baja Amerika. Ini soal keamanan nasional dan lapangan kerja bagi rakyat kami," ujar Trump yang didampingi Menteri Keuangan dan perwakilan serikat pekerja baja.

Kebijakan baru ini menaikkan tarif impor baja dari sebelumnya berkisar 0–10 persen menjadi 25 persen merata untuk semua negara, termasuk sekutu tradisional seperti Kanada, Uni Eropa, dan Jepang. Trump mengecualikan produk baja khusus yang belum dapat diproduksi di dalam negeri, namun porsi eksklusivitasnya sangat terbatas. Data Departemen Perdagangan AS mencatat volume impor baja pada 2025 mencapai 27,3 juta ton, dengan pangsa terbesar dari Kanada (19 persen), Uni Eropa (16 persen), dan Meksiko (12 persen). Kenaikan tarif ini diperkirakan akan mengurangi volume impor hingga 40 persen dalam enam bulan pertama.

Analisis Dampak dan Potensi Retaliasi

Keputusan Trump menuai kritik tajam dari mitra dagang. "Ini adalah langkah proteksionis agresif yang memicu risiko perang dagang global jilid dua," ujar Ekonom Senior CSIS, Prof. Jonathan Reins. Ia menilai kebijakan tersebut dapat mendongkrak harga baja domestik sebesar 15–20 persen dalam jangka pendek, yang justru memberatkan industri pengguna baja seperti otomotif, konstruksi, dan manufaktur alat berat. Asosiasi Produsen Baja Amerika (AISI) menyambut baik kebijakan itu dengan proyeksi penambahan 12.000 lapangan kerja di sektor baja pada 2026, namun analis independen memperkirakan sektor hilir berpotensi kehilangan hingga 30.000 pekerjaan akibat kenaikan biaya produksi.

Indikator Sebelum Kebijakan (2025) Proyeksi Pasca-Kebijakan (2026)
Volume impor baja (juta ton) 27,3 16,4 (turun 40%)
Harga rata-rata baja domestik (USD/ton) 880 1.012–1.056 (naik 15–20%)
Lapangan kerja sektor baja langsung 142.000 154.000 (tambah 12.000)
Potensi kehilangan pekerjaan sektor hilir 30.000 (estimasi)

Uni Eropa melalui Komisioner Perdagangan langsung menyatakan akan mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan menyiapkan tarif balasan terhadap produk ikonik AS. Kanada juga mengancam mengenakan bea masuk tambahan sebesar 10 persen untuk produk pertanian dan baja AS. Di dalam negeri, Partai Demokrat mengecam kebijakan yang dinilai kontraproduktif dan berpotensi memukul konsumen. Namun, kalangan pendukung Trump dari kawasan Rust Belt menyambutnya sebagai pemenuhan janji kampanye.

Per 29 Januari 2026 pukul 14.00, indeks S&P 500 melemah 1,2 persen, terutama ditopang penurunan saham emiten otomotif dan konstruksi. Sementara itu, harga saham produsen baja domestik seperti Nucor dan US Steel melonjak masing-masing 5,7 persen dan 4,3 persen.

[TAGS]: Donald Trump, tarif baja, Ruang Oval, Gedung Putih, perang dagang [SOCIAL_TWEET]: Trump resmi teken perintah eksekutif tarif impor baja 25% di Ruang Oval. Mulai 1 Feb 2026 berlaku, mitra dagang ancam retaliasi. #Trump #TarifBaja #GedungPutih [SOCIAL_FB]: Presiden Trump umumkan kenaikan tarif baja jadi 25% dari Ruang Oval. Simak analisis lengkap dampaknya bagi ekonomi dan hubungan dagang AS. [SOCIAL_TG]: 🏛️ Trump baru saja meneken tarif baja 25% di Ruang Oval, siap berlaku 1 Feb 2026. Mitra dagang ancam balas! Detail di sini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User