Yogyakarta — Bank Mandiri melalui ajang Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 mencatatkan
Ribuan Pelari, Dampak Ekonomi Melesat Data yang dirilis panitia penyelenggara menunjukkan bahwa gelaran lomba lari tahunan ini tidak hanya menjadi ajang ol
Ribuan Pelari, Dampak Ekonomi Melesat
Data yang dirilis panitia penyelenggara menunjukkan bahwa gelaran lomba lari tahunan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, melainkan juga penggerak ekonomi daerah. Pada penyelenggaraan tahun ini, MJM 2026 berhasil menarik lebih dari 15.000 pelari dari dalam dan luar negeri. Kehadiran massal tersebut memicu lonjakan transaksi di sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan suvenir.
Secara spesifik, pertumbuhan belanja di Yogyakarta selama event berlangsung menyentuh angka 28,4 persen. Angka ini melampaui capaian kota-kota besar lain seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung yang rata-rata mencatat pertumbuhan pada kisaran 12 hingga 17 persen. Total perputaran uang selama rangkaian acara ditaksir menembus Rp 210 miliar.
MJM 2026: Bukan Sekadar Kompetisi Lari
Direktur Utama Bank Mandiri, dalam sambutannya, menegaskan bahwa penyelenggaraan MJM tidak hanya berfokus pada aspek sportivitas. Pihaknya sengaja menyasar segmen hiburan dan UMKM lokal untuk menciptakan efek domino yang lebih besar.
"Kami merancang MJM agar menjadi katalis ekonomi kerakyatan. Seluruh UMKM yang terlibat dalam expo dan area race mengalami peningkatan omzet signifikan, rata-rata naik dua kali lipat dari hari normal," ujar Direktur Utama.
Event ini mengusung tiga kategori utama, yaitu Full Marathon (42,195 km), Half Marathon (21 km), dan Fun Run 5K. Rute lari sengaja melewati landmark ikonik seperti Candi Prambanan dan kawasan Malioboro untuk memaksimalkan eksposur wisata.
Perbandingan Antar Kota di Pulau Jawa
Berikut perbandingan pertumbuhan belanja selama periode event-ekuivalen di lima kota besar:
- Daerah Istimewa Yogyakarta: 28,4%
- Kota Bandung: 17,1%
- Kota Surabaya: 16,8%
- DKI Jakarta: 14,3%
- Kota Semarang: 12,9%
Pemerintah Daerah DIY menyatakan kesiapan untuk kembali menjadi tuan rumah tahun depan dan berkomitmen memperbaiki infrastruktur pendukung, terutama akses jalan dan akomodasi. Kepala Dinas Pariwisata DIY menyebut MJM kini telah setara dengan event olahraga internasional berskala medium dalam hal dampak ekonomi.
Comments (0)