Jakarta — PBPI Umumkan FIP Bronze dan FIP Promises Jakarta

JAKARTA — Persatuan Padel Seluruh Indonesia (PBPI) resmi mengumumkan penyelenggaraan dua turnamen padel internasional, FIP Bronze Jakarta dan FIP Promises

Jul 08, 2026 - 20:37
0 0
Jakarta — PBPI Umumkan FIP Bronze dan FIP Promises Jakarta

JAKARTA — Persatuan Padel Seluruh Indonesia (PBPI) resmi mengumumkan penyelenggaraan dua turnamen padel internasional, FIP Bronze Jakarta dan FIP Promises Jakarta, dalam konferensi pers di FX Sudirman, Jakarta, Senin (6/7/2026) pagi WIB. Pengumuman disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum PBPI Mochtar Sarman didampingi Head of International Relations PBPI Maximiliano Baratawidjaja. Kedua ajang ini menjadi bagian dari kalender resmi Federasi Padel Internasional (FIP) dan menandai tonggak baru pengembangan padel di Indonesia.

FIP Bronze Jakarta merupakan turnamen level perunggu (bronze) dalam piramida kompetisi FIP, sementara FIP Promises Jakarta adalah turnamen kategori junior yang menyasar atlet usia muda. Rencananya, kedua turnamen akan digelar secara berurutan pada 20–25 Juli 2026 di Istora Senayan, Jakarta, dengan total hadiah mencapai USD 15.000 untuk kategori bronze. FIP Promises Jakarta tidak menyediakan hadiah uang, tetapi menawarkan poin peringkat dunia junior serta sertifikat partisipasi resmi FIP.

Mochtar Sarman menjelaskan, pemilihan Jakarta sebagai tuan rumah tidak lepas dari kepercayaan FIP terhadap PBPI dan potensi pasar padel di Indonesia. “Kami telah membuktikan kapasitas penyelenggaraan lewat sejumlah turnamen nasional. Kini, FIP memberikan kesempatan untuk naik kelas. Ini adalah pencapaian diplomasi olahraga yang membanggakan,” ujarnya. Ia menargetkan 200 atlet dari 25 negara ambil bagian, termasuk dari Spanyol, Argentina, Brasil, Jepang, dan Australia. Sementara itu, Maximiliano Baratawidjaja menyoroti aspek ekosistem. “Turnamen junior seperti FIP Promises akan mempercepat regenerasi atlet padel nasional. Kami tidak hanya ingin menjadi tuan rumah, tetapi juga melahirkan pemain kompetitif,” katanya.

Pendaftaran peserta dibuka secara daring mulai 8 Juli 2026 melalui platform resmi FIP. Panitia telah menyiapkan 10 lapangan standar internasional, termasuk dua lapangan kaca panorama yang menjadi ciri khas padel modern. PBPI juga menggandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pariwisata DKI Jakarta untuk memastikan kelancaran acara sekaligus mempromosikan sport tourism. Keamanan dan akomodasi atlet mancanegara disebut menjadi prioritas, dengan penyediaan transportasi khusus dari hotel resmi menuju venue.

Analisis: Dampak Turnamen FIP bagi Ekosistem Padel Nasional

Kehadiran FIP Bronze dan FIP Promises Jakarta bukan sekadar hajatan kompetisi, melainkan katalisator multi-aspek bagi padel Indonesia. Dari sisi kepelatihan, turnamen ini membuka peluang bagi pelatih lokal untuk mempelajari langsung taktik dan metodologi atlet elite dunia. Dari sisi ekonomi, estimasi perputaran uang selama sepekan ajang—mencakup akomodasi, konsumsi, dan transportasi—dapat menembus Rp10 miliar. Angka ini menjadi daya tarik bagi sponsor sektor swasta, sekaligus membuktikan bahwa padel bukan lagi olahraga minor.

Perbandingan struktur kedua turnamen menunjukkan strategi PBPI yang terintegrasi, menyasar pangsa senior dan junior sekaligus. Berikut rinciannya:

AspekFIP Bronze JakartaFIP Promises Jakarta
Level TurnamenBronze (perunggu)Promises (junior)
HadiahUSD 15.000Poin + Sertifikat
Kategori UsiaSenior (tanpa batasan usia)U-14, U-16, U-18
Poin DuniaYa (poin senior)Ya (poin junior)
Kuota Peserta128 tunggal/64 pasangan64 tunggal/32 pasangan per kategori

Dengan format ini, PBPI berupaya menciptakan pipelines atlet dari level junior menuju senior. “Model inilah yang sukses diterapkan di Spanyol dan Argentina,” ujar Maximiliano. “Jika dijalankan konsisten, Indonesia bisa memiliki pemain top dunia dalam lima tahun ke depan.”

Meski demikian, tantangan tetap ada. Infrastruktur padel di luar Jakarta masih minim, dan mayoritas publik belum familiar dengan olahraga ini. Keberhasilan turnamen akan diukur bukan hanya dari jumlah penonton, tetapi juga dari seberapa besar efek lanjutannya terhadap pembangunan lapangan baru di daerah. PBPI mengklaim sudah ada komitmen dari tiga pemerintah provinsi untuk mereplikasi model Jakarta setelah turnamen berakhir.

Dengan momentum FIP Bronze dan Promises, PBPI berharap dapat mendongkrak peringkat Indonesia di federasi internasional. Saat ini, Indonesia menempati peringkat ke-48 dunia dalam keanggotaan FIP. Target jangka pendek adalah menembus 30 besar pada 2028. Bila target itu tercapai, bukan tidak mungkin Indonesia kelak menjadi tuan rumah level turnamen yang lebih tinggi, seperti FIP Gold atau bahkan turnamen Premier Padel.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User