JAKARTA — PBPI Umumkan Jakarta Jadi Tuan Rumah FIP Bronze dan FIP Promises 2026
Udara pagi di kawasan FX Sudirman masih terasa sejuk ketika dua petinggi Persatuan Bolapadel Indonesia (PBPI) melangkah mantap menuju podium konferensi per
Udara pagi di kawasan FX Sudirman masih terasa sejuk ketika dua petinggi Persatuan Bolapadel Indonesia (PBPI) melangkah mantap menuju podium konferensi pers, Senin (6/7/2026). Dengan latar poster bertuliskan FIP BRONZE JAKARTA 2026 dan FIP PROMISES JAKARTA 2026, Wakil Ketua Umum PBPI Mochtar Sarman dan Head of International Relations Maximiliano Baratawidjaja menyampaikan kabar yang telah dinanti komunitas padel Tanah Air: Indonesia akan menjadi tuan rumah dua turnamen resmi Federasi Padel Internasional (FIP) sekaligus, yakni FIP Bronze dan FIP Promises, yang dijadwalkan berlangsung pada 12–18 Oktober 2026 di Istora Senayan, Jakarta.
Keputusan ini menandai pertama kalinya Jakarta masuk dalam kalender World Padel Tour kategori Bronze, setelah sebelumnya hanya menggelar turnamen promosi level dasar. Dengan total hadiah yang ditawarkan mencapai €15.000 untuk FIP Bronze dan €8.000 untuk FIP Promises, panitia menargetkan kehadiran 64 pasangan putra dan 32 pasangan putri dari lebih dari 25 negara. Pendaftaran akan dibuka secara daring mulai 20 Juli 2026 melalui platform resmi FIP.
Ambisi Indonesia di Kancah Padel Dunia
Mochtar Sarman membuka sesi tanya jawab dengan nada optimistis. Ia mengungkapkan bahwa perhelatan ini adalah buah dari negosiasi panjang PBPI dengan FIP sejak awal 2025. “Kami ingin membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar pasar potensial, tetapi juga pantas menjadi tuan rumah event berlevel internasional. Ini bukan hanya tentang turnamen, melainkan tentang kebangkitan padel Indonesia di mata dunia,” ujarnya lirih tetapi penuh keyakinan. Penekanan pada kata “kebangkitan” muncul berulang kali, seolah mewakili hasrat kolektif insan padel nasional yang selama ini bekerja dalam senyap.
Maximiliano Baratawidjaja menambahkan bahwa pemilihan Jakarta sebagai tuan rumah tidak lepas dari keberhasilan penyelenggaraan Indonesia Padel Series 2025 di Bali yang memperoleh penilaian teknis tinggi dari pengawas FIP. “Mereka melihat kesiapan venue, antusiasme penonton, dan profesionalisme panitia. Skor evaluasi kami mencapai 4,7 dari 5,0,” tegasnya. Angka itu menjadi bekal kuat untuk meyakinkan dewan FIP agar memberikan status Bronze sekaligus Promises—sebuah paket yang jarang diberikan kepada negara non-Eropa.
Venue Bertaraf Internasional dan Dampak Multi Sektor
Istora Senayan dipilih karena telah direnovasi dengan menambah empat lapangan padel berstandar World Padel Tour, lengkap dengan sistem pencahayaan LED 2.000 lux dan tribun berkapasitas 5.000 penonton. Direktur Operasional Istora, yang turut hadir dalam konferensi pers, menyatakan bahwa pihaknya menginvestasikan dana segar sebesar Rp18 miliar khusus untuk adaptasi venue ini. “Kami ingin setiap pemain merasakan atmosfer yang tidak kalah dari Madrid atau Barcelona,” katanya.
“Kami ingin membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar pasar potensial, tetapi juga pantas menjadi tuan rumah event berlevel internasional.” – Mochtar Sarman
Dampak ekonomi sudah mulai diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, dalam pernyataan terpisah, memperkirakan perputaran uang selama pekan turnamen bisa menembus Rp75 miliar, dengan okupansi hotel berbintang di kawasan Senayan diproyeksikan di atas 90%. Lebih dari 1.500 atlet, ofisial, dan penonton mancanegara diperkirakan hadir, memberikan efek domino bagi sektor kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
Prestasi dan Pembinaan: Dua Sisi Mata Uang
Selain mengincar poin peringkat dunia, FIP Bronze Jakarta juga menjadi ajang pembuktian bagi empat pasangan Indonesia yang akan tampil dengan wild card. Pelatih kepala tim nasional padel Indonesia, yang namanya dirahasiakan hingga pengumuman resmi bulan depan, menargetkan setidaknya satu pasangan menembus perempat final. “Target realistis sekaligus ambisius,” ujar Maximiliano. “Jika berhasil, itu akan menjadi sejarah baru bagi padel Indonesia yang selama ini hanya dikenal di level Asia Tenggara.”
Sementara itu, FIP Promises—turnamen yang dikhususkan bagi pemain muda berusia di bawah 18 tahun—akan menjadi panggung bagi 24 talenta belia Indonesia yang telah menjalani program pelatnas intensif sejak Januari 2026. PBPI menggandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk menyediakan beasiswa penuh bagi para atlet junior tersebut, mencakup biaya pelatihan, nutrisi, dan pendidikan formal daring.
Konferensi pers ditutup dengan pemutaran video singkat yang menampilkan wajah-wajah penuh semangat para atlet muda Indonesia berlatih di lapangan padel sambil menatap kamera. Suasana hening sejenak, lalu tepuk tangan hadirin memecah ruangan. Di tengah tantangan iklim olahraga tanah air yang kerap fluktuatif, pengumuman ini menjadi secercah asa bahwa Indonesia serius menggarap cabang olahraga yang tengah naik daun secara global.
Comments (0)