Tangerang — Timnas Voli Putra Indonesia Diguyur Bonus Rp900 Juta
Suasana haru dan semringah pecah di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (29/6/2026) sore. Rombongan Tim Nasional Voli Putra Indones
Suasana haru dan semringah pecah di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (29/6/2026) sore. Rombongan Tim Nasional Voli Putra Indonesia mendarat dengan trofi AVC Cup 2026 di tangan, disambut riuh tepuk tangan keluarga, pengurus pusat, dan puluhan penggemar yang telah menanti sejak siang. Selepas juara di Manila, para pemain langsung mendapat kucuran bonus total Rp900 juta dari Pengurus Besar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI).
Kapten tim, Rivan Nurmulki, keluar dari garbarata sambil menenteng trofi perak berlapis emas. Matanya sedikit berkaca-kaca. Di belakangnya, pelatih Jiang Jie dan jajaran ofisial turut melangkah dengan seragam merah-putih yang masih lekat oleh keringat dan confetti. “Kami tidak menyangka sambutannya sehebat ini. Rasanya semua pengorbanan di dalam lapangan terbayar,” ujar Rivan lirih.
Perjalanan ke Puncak Asia
Indonesia mengakhiri penantian panjang di AVC Cup 2026. Di partai puncak yang berlangsung di Philsports Arena, Manila, Sabtu (27/6/2026), tim asuhan Jiang Jie menumbangkan Jepang dengan skor ketat 3-2 (25-22, 23-25, 25-27, 25-21, 15-12). Ini adalah gelar pertama Indonesia di ajang tersebut sejak AVC Cup digelar pada 2008. Sebelumnya, mereka sukses menyingkirkan Iran di semifinal dan Korea Selatan di perempat final, tanpa sekalipun kalah telak.
“Kami melihat anak-anak bermain bukan sekadar skill, tapi dengan hati. Mereka layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Bonus Rp900 juta ini adalah bentuk kecil dari rasa terima kasih kami,” kata Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo, saat menyambut tim di area VIP bandara.
Bonus tersebut akan dibagikan secara proporsional kepada 14 pemain, pelatih, asisten pelatih, dan ofisial inti. Menurut bendahara PBVSI, setiap pemain akan menerima sekitar Rp55 juta hingga Rp65 juta, bergantung pada menit bermain dan kontribusi teknis yang dicatat tim analis. Sisanya dialokasikan untuk staf pelatih dan pengembangan tim junior.
Bukan Sekadar Angka
Meski nominal bonus menjadi sorotan, PBVSI menegaskan bahwa ini adalah sinyal komitmen jangka panjang. Mereka juga merencanakan program pemusatan latihan di Eropa Timur menjelang Asian Games 2027 dan Kejuaraan Dunia 2028. “Uang ini hanya katalis. Target kami membuat voli Indonesia disegani di pentas dunia,” tambah Imam Sudjarwo.
Di sisi pemain, bonus tersebut disambut dengan rasa syukur namun tetap membumi. Middle blocker andalan, Dio Zulfikri, mengaku akan menabung sebagian besar bonusnya. “Saya ingin membangun sekolah voli kecil di kampung halaman di Klaten. Biar anak-anak punya akses lebih baik dari saya dulu,” ungkapnya sembari tersenyum.
PBVSI juga memberikan penghargaan khusus berupa plakat dan jaket edisi terbatas kepada tiga pemain terbaik versi internal: Rivan Nurmulki (Most Valuable Player), Dio Zulfikri (Best Blocker), dan setter Alif Rajab (Best Server). Ketiganya dinilai menjadi tulang punggung kemenangan sepanjang turnamen.
Respons Publik dan Media
Tagar #AVCCup2026 dan #VoliIndonesia sempat menempati trending topic di Twitter selama dua jam. Banyak warganet yang membandingkan bonus ini dengan cabang olahraga lain, mengapresiasi transparansi PBVSI. “Semoga jadi pemantik buat cabang lain. Bonus bukan hanya hak sepakbola,” tulis akun @voli_mania.
Namun sejumlah pengamat mengingatkan agar euforia tidak membuat federasi lengah. Pengamat voli nasional, Taufik Hidayat, menggarisbawahi perlunya regenerasi setter dan outside hitter. “Kita bangga hari ini, tapi Jepang dan Iran tidak akan tidur. Pembinaan harus masif dari sekarang,” katanya melalui sambungan telepon.
Sementara itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui pernyataan tertulis menyampaikan selamat dan menjanjikan tambahan bonus negara setelah melalui mekanisme pengajuan resmi. Jika terealisasi, total bonus yang diterima tim bisa menembus Rp1,5 miliar.
Seremoni Sederhana Penuh Makna
Di terminal bandara, PBVSI menggelar seremoni singkat. Trofi diletakkan di atas meja beralas batik, para pemain menandatangani bendera raksasa “Terima Kasih Garuda Voli” yang akan dipajang di Kantor PBVSI. Keluarga pemain turut diundang naik ke panggung kecil. Momen paling mengharukan terjadi ketika istri Rivan, yang sedang hamil tua, memeluknya erat. “Ini untuk kamu dan calon anak kita,” bisik Rivan.
Setelah satu jam, rombongan bertolak ke hotel untuk istirahat. Besok, mereka dijadwalkan bertemu Presiden di Istana Negara. Sementara itu, trofi AVC Cup akan dibawa keliling ke lima kota dalam tur “Garuda Voli Roadshow” yang dimulai minggu depan.
Comments (0)