Jakarta — Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto melakukan kunjungan kerja ke Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kehadiran pejabat Setneg tersebut berkaitan dengan agenda koordinasi lintas lembaga negara mempersiapkan sejumlah kegiatan kenegaraan yang dijadwalkan berlangsung pada triwulan berikutnya. Kedatangan Bambang Eko di Gedung Nusantara disambut oleh sejumlah pejabat Kementerian Sekretariat Negara yang bertugas mendampingi rangkaian agenda di lingkungan Parlemen.
Kedatangan Wakil Menteri Sekretaris Negara tercatat pada pukul 09.30 WIB dan langsung menuju ruang rapat lantai tiga gedung utama. Kunjungan ini merupakan tindak lanjuti dari Rapat Koordinasi internal yang digelar pekan sebelumnya di Jakarta, guna memastikan kesiapan penyelenggaraan sejumlah agenda negara, termasuk sidang paripurna istimewa dan resepsi kenegaraan.
Agenda Koordinasi Penyelenggaraan Kegiatan Kenegaraan
Dalam pertemuan tersebut, Bambang Eko Suhariyanto menegaskan bahwa seluruh kementerian dan lembaga terkait harus menyelaraskan jadwal agar tidak terjadi bentrok agenda. Ia menyatakan koordinasi lintas instansi menjadi hal mendasar karena penyelenggaraan kegiatan kenegaraan menyangkut protokol negara, keamanan, serta mobilitas pejabat negara.
“Kami memastikan setiap tahapan disiapkan sejak jauh hari agar pelaksanaan berjalan tertib dan sesuai tata urutan protokol kenegaraan,” ujar Bambang Eko Suhariyanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Menteri Negara dan Jabatan Negara lainnya, koordinasi penyelenggaraan agenda kenegaraan di lingkungan Sekretariat Negara mencakup aspek administratif, teknis upacara, serta pendampingan tamu negara. Dalam pertemuan di Senayan itu, pembahasan difokuskan pada tiga butir utama, yaitu kesiapan ruang, jadwal acara, serta pendampingan protokol bagi undangan.
Para pejabat yang hadir juga membahas rancangan susunan acara, termasuk urutan penghormatan, waktu pembacaan amanat, serta tata tempat duduk undangan. Perincian tersebut disusun mengikuti pedoman protokol kenegaraan yang berlaku di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah koordinasi dengan Sekretariat Jenderal DPR dan Sekretariat Jenderal DPD RI terkait akses kendaraan, penggunaan ruang tunggu, serta distribusi kartu tanda masuk bagi tamu undangan. Poin itu dianggap penting karena menyangkut keamanan dan kelancaran mobilitas peserta.
Penegasan soal Ketepatan Waktu dan Tata Tempat
Menindaklanjuti arahan yang disampaikan dalam rapat, Bambang Eko meminta seluruh panitia pelaksana melakukan gladi bersih sebelum hari pelaksanaan. Gladi dijadwalkan berlangsung dua kali, yakni pada awal pekan dan sehari sebelum acara digelar. Langkah tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi perubahan menit terakhir pada susunan acara.
Penyusunan tata tempat undangan menjadi sorotan tersendiri. Menurut Bambang Eko, penempatan kursi harus mengacu pada peringkat jabatan negara dan kedatangan tamu dari kalangan diplomatik. Hal ini agar tidak terjadi kesalahan protokol yang berdampak pada citra penyelenggaraan.
“Ketepatan waktu dan ketepatan tempat adalah dua hal yang tidak boleh dikompromikan dalam agenda kenegaraan,” ujarnya menegaskan.
Selain itu, rapat membahas kesiapan teknis pendukung, mulai dari sistem komunikasi dalam ruangan, pasokan listrik cadangan, hingga penataan jalur evakuasi. Aspek teknis ini dipandang krusial mengingat agenda kenegaraan diikuti oleh banyak pejabat negara dan undangan asing.
Kesiapan Pengamanan dan Pelayanan Tamu Negara
Secara terpisah, pejabat protokol kenegaraan yang mendampingi kunjungan menyampaikan bahwa aspek pengamanan telah berkoordinasi dengan aparat keamanan di kawasan Senayan. Penjagaan akan diperketat pada hari pelaksanaan, dengan pembatasan akses kendaraan di sekitar gerbang utama dan gerbang timur Kompleks Parlemen.
Pelayanan bagi tamu negara juga disiapkan, termasuk ruang transit khusus, layanan bahasa, serta transportasi dari titik kumpul menuju gedung acara. Seluruh layanan tersebut diatur agar tamu negara dapat tiba tepat waktu tanpa mengganggu jalannya acara.
Bambang Eko Suhariyanto mengingatkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan agenda kenegaraan tidak hanya bergantung pada pemenuhan aspek seremonial, tetapi juga pada kedisiplinan seluruh pihak yang bertugas. Ia menegaskan evaluasi akan dilakukan usai acara selesai digelar sebagai bahan penyempurnaan pada kegiatan serupa berikutnya.
Kunjungan kerja ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara koordinasi dan penyerahan jadwal pelaksanaan kepada panitia pelaksana. Rapat Koordinasi di Kompleks Parlemen ditutup pukul 11.45 WIB, dan seluruh peserta kembali ke kediaman masing-masing dengan agenda lanjutan di Jakarta.
Comments (0)