Waka Komisi IX DPR Usul AI Bantu Analisis Penyakit Pasien Wilayah Minim Dokter

Apaberita.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, mengusulkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu proses analisis penyakit pasien, khus

Jul 07, 2026 - 23:50
0 0
Waka Komisi IX DPR Usul AI Bantu Analisis Penyakit Pasien Wilayah Minim Dokter

Apaberita.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, mengusulkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu proses analisis penyakit pasien, khususnya di wilayah yang masih kekurangan tenaga dokter. Usulan ini muncul sebagai respons terhadap keterbatasan jumlah dokter di sejumlah daerah di Indonesia, yang dinilai bisa dijembatani dengan pemanfaatan teknologi digital.

Usulan itu disampaikan Nihayatul dalam rapat kerja Komisi IX DPR bersama Kementerian Kesehatan di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Menurutnya, AI sudah banyak diterapkan di berbagai sektor dan bisa menjadi alat bantu yang efektif dalam dunia kesehatan.

Dorongan untuk Inovasi Pelayanan Kesehatan

Nihayatul menekankan bahwa kekurangan dokter di sejumlah wilayah merupakan masalah serius yang perlu segera dicarikan solusi. Ia melihat AI sebagai terobosan teknologi yang dapat mengurangi beban tenaga medis dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

"Kekurangan dokter yang ada, ini kita ini sekarang sudah cukup banyak dibantu dengan adanya AI, Pak. Saya bukan orang medis, saya membayangkan mungkin sekarang ini kita banyak melihat banyak sektor yang sudah dibantu oleh AI," kata Nihayatul.

Pernyataan itu menunjukkan optimismenya bahwa AI tidak hanya membantu sektor komersial atau teknologi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam bidang kesehatan. Ia berharap pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan, dapat mengkaji lebih dalam potensi AI untuk memperkuat layanan primer di puskesmas dan klinik di daerah terpencil.

Nihayatul juga menyoroti perlunya kolaborasi antara penyedia teknologi AI, akademisi, dan praktisi medis agar penerapan teknologi ini tepat sasaran dan tidak mengabaikan aspek etika serta keselamatan pasien. Menurutnya, meski AI berpotensi besar untuk menganalisis data medis, peran dokter tetap tak tergantikan, terutama dalam pengambilan keputusan klinis yang kompleks.

Respons Kementerian Kesehatan

Sementara itu, pihak Kementerian Kesehatan menyambut baik usulan ini dan menyatakan akan mempertimbangkan integrasi AI dalam program transformasi kesehatan digital. Rapat tersebut diisi dengan diskusi yang konstruktif mengenai regulasi dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk penerapan AI di fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

Laporan Apaberita.com dari Kompleks Parlemen Senayan mencatat, sejumlah anggota Komisi IX lainnya juga mendukung gagasan ini, namun tetap menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar dokter terlebih dahulu. Usulan ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi terciptanya layanan kesehatan yang lebih merata dan modern di Tanah Air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User