Viral Tapir Keliaran di Jalinsum Lampung, BKSDA Turun Tangan Cek Lokasi

Sebuah rekaman video yang memperlihatkan seekor tapir berkeliaran di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung, viral di media sosial pada Kamis (2/7/2026). Dala

Jul 07, 2026 - 23:14
0 0
Viral Tapir Keliaran di Jalinsum Lampung, BKSDA Turun Tangan Cek Lokasi

Sebuah rekaman video yang memperlihatkan seekor tapir berkeliaran di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung, viral di media sosial pada Kamis (2/7/2026). Dalam tayangan berdurasi sekitar 17 detik itu, tampak satwa dilindungi dengan corak khas hitam putih tersebut berjalan tenang di atas badan jalan aspal. Sejumlah pengendara sepeda motor yang melintas terpaksa mengurangi kecepatan, sementara perekam video mengikuti pergerakan tapir dari arah belakang. Beberapa warga lainnya terlihat berhenti di bahu jalan untuk menyaksikan momen langka itu sebelum akhirnya tapir berbelok ke tepi jalan dan menghilang ke dalam vegetasi di sisi register.

BKSDA Lampung Respons Cepat

Menanggapi video yang beredar luas tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung langsung bergerak cepat. Menurut laporan yang dihimpun Apaberita.com, tim BKSDA diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta memastikan kondisi tapir dan keselamatan pengguna jalan. Pihak BKSDA menyampaikan bahwa kemunculan tapir di jalur lintas tersebut patut diwaspadai karena dapat membahayakan satwa itu sendiri maupun pengendara. “Kami sedang mendata titik pasti kemunculan dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah mitigasi,” ujar seorang pejabat BKSDA Lampung yang enggan disebutkan namanya.

Habitat dan Konservasi Tapir

Tapir asia (Tapirus indicus) merupakan satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Keberadaannya di Register 45 Mesuji sebenarnya bukan hal baru, mengingat kawasan tersebut adalah bagian dari habitat alami tapir yang masih tersisa di Sumatera. Namun, aktivitas pembukaan lahan dan pembangunan infrastruktur semakin mendesak ruang gerak mereka, sehingga tidak jarang satwa ini terpaksa melintasi jalan raya. BKSDA mengimbau warga agar tidak mengganggu atau memburu tapir, serta segera melaporkan jika kembali melihatnya berkeliaran di area publik. Kesadaran dan partisipasi masyarakat dinilai krusial untuk menjaga kelestarian satwa langka yang populasinya terus menurun ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User