Veda Ega dan Mario Aji Berbagi Sensasi Membalap di Mandalika
Dua pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, sukses menyita perhatian para penggemar otomotif Tanah Air dalam sebuah acara meet
Dua pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, sukses menyita perhatian para penggemar otomotif Tanah Air dalam sebuah acara meet and greet yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (17/6/2026). Suasana hangat dan penuh antusiasme menyelimuti lokasi saat kedua pebalap muda ini berbagi kisah, salah satunya yang paling dinanti adalah pengalaman perdana mereka menjajal aspal Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah.
Kedatangan Sang Idola di Tengah Pusat Ibu Kota
Bertempat di sebuah venue eksklusif di Menteng, acara ini menjadi momen langka bagi para penggemar balap motor untuk bertatap muka langsung dengan Veda Ega dan Mario Suryo Aji. Tidak hanya berfoto dan menandatangani memorabilia, para peserta juga berkesempatan mendengar langsung cerita perjalanan karier mereka, termasuk tantangan-tantangan besar yang mereka hadapi di lintasan internasional.
Veda Ega Pratama, yang dikenal sebagai pembalap muda berbakat dalam ajang Red Bull Rookies Cup dan kejuaraan Eropa, mengaku senang bisa menyapa pendukungnya di Jakarta. "Bertemu langsung dengan fans yang selalu mendukung saya dari jauh adalah energi luar biasa. Saya ingin mereka tahu bahwa mimpi itu bisa tercapai kalau kita mau berjuang total," ujar Veda.
Momen Perdana di Mandalika: "Ini Lintasan Kelas Dunia"
Salah satu topik yang paling hangat dibicarakan adalah debut kedua pebalap ini di Sirkuit Mandalika. Bagi mereka, membalap di sirkuit yang pernah menjadi bagian dari kalender MotoGP ini menghadirkan sensasi yang sangat berbeda. Mario Suryo Aji, yang berkompetisi di Moto2 World Championship, menceritakan pengalaman pertamanya dengan penuh semangat.
"Saya masih ingat jelas hari pertama saya menyentuh aspal Mandalika. Tikungan terakhir yang panjang, pemandangan laut yang indah, dan atmosfer ribuan penonton membuat bulu kuduk merinding. Ini benar-benar kebanggaan bisa balapan di negeri sendiri," kata Mario.
Keduanya tidak hanya memuji keindahan visual sirkuit, tetapi juga karakteristik lintasan yang menurut mereka sangat teknis. Veda menambahkan, "Kombinasi tikungan cepat dan lambat di sektor satu dan dua menuntut motor yang mudah dikendalikan. Saya belajar banyak dari layout seperti ini untuk persiapan balapan saya di Eropa."
Perjalanan Kronologis: Dari Pemanasan ke Putaran Kompetisi
Untuk memberi gambaran lebih detail tentang pengalaman mereka, berikut kronologi singkat perjalanan Veda Ega dan Mario Suryo Aji saat pertama kali membalap di Mandalika:
- Hari Pertama – Pengenalan Lintasan: Veda dan Mario tiba di Sirkuit Mandalika pada pagi hari untuk sesi track walk. Mereka berjalan menyusuri lintasan sepanjang 4,3 kilometer untuk mempelajari kontur tikungan, titik pengereman, dan karakteristik aspal yang sejak awal sudah mendapat pujian dari pembalap-pembalap top dunia.
- Sesi Latihan Bebas 1 (FP1): Keduanya menjajal lintasan dengan motor masing-masing. Veda menggunakan motornya di kelas Red Bull Rookies, sementara Mario turun dengan motor Moto2. Cuaca cerah mendukung, dan mereka fokus mencari ritme terbaik tanpa memaksakan lap time.
- FP2 dan Kualifikasi: Setelah beberapa penyesuaian, keduanya mulai menekan lebih keras. Mario berhasil mencatatkan waktu di posisi tengah yang cukup kompetitif, sementara Veda terus bereksperimen dengan postur dan setelan suspensi. "Motor saya sedikit ngelindur di tikungan 12, jadi mekanik cepat-cepat menyesuaikan karakter redaman," tutur Veda.
- Hari Balapan: Di depan puluhan ribu penonton yang memenuhi tribun, Mario dan Veda masing-masing menyelesaikan balapan utama dengan hasil yang membanggakan. Mario menembus 15 besar, sementara Veda mengamankan posisi dan meraih pelajaran berharga soal manajemen ban di lintasan abrasif seperti Mandalika.
Lebih dari Sekadar Sirkuit: Dampak Mandalika bagi Pembalap Indonesia
Kehadiran Sirkuit Mandalika tidak hanya membuka pintu bagi ajang balap internasional masuk ke Indonesia, tetapi juga menyediakan tempat latihan berstandar tinggi bagi talenta lokal. Veda dan Mario sepakat bahwa keberadaan sirkuit ini sangat penting untuk regenerasi pembalap nasional. "Dulu saya harus ke Spanyol untuk latihan di sirkuit bagus. Sekarang anak-anak muda bisa langsung berlatih di Mandalika. Ini bonus besar," ujar Mario.
Selain pengalaman teknis, membalap di depan publik sendiri memberikan kebanggaan tersendiri. Kedua pebalap ini mengaku paling menikmati sambutan hangat saat melintas di main straight. "Begitu keluar dari tikungan 17, suara teriakan dan klakson penonton terasa sampai ke helm. Itu tidak bisa diganti dengan apapun," kata Veda.
Acara meet and greet di Menteng pun ditutup dengan sesi tanya jawab yang meriah. Para penggemar penasaran dengan target berikutnya untuk kedua pembalap ini. Mario bertekad untuk terus memperbaiki posisi di ajang Moto2, sementara Veda menatap peluang naik kelas. Keduanya sepakat, Mandalika akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan karier mereka, dan perjalanan itu akan terus berlanjut dengan doa serta dukungan masyarakat Indonesia.
[SOCIAL_FB]: Dari sesi track walk hingga balapan di depan puluhan ribu penonton, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji berbagi pengalaman perdana mereka di Sirkuit Mandalika. Acara meet and greet di Menteng hari ini jadi saksi antusiasme fans dan cerita inspiratif dua talenta balap Indonesia. Simak selengkapnya di artikel kami![SOCIAL_THREADS]: Veda Ega dan Mario Suryo Aji baru saja menyapa fans di Menteng. Mereka cerita soal debut di Mandalika yang bikin merinding. "Aspalnya beda, atmosfernya luar biasa," kata Mario. Beneran kelas dunia.
Comments (0)