Aug 24, 2026
Politik

UMKM Sepatu Bogor Ekspansi ke Pasar Amerika via Marketplace

Para pekerja bengkel kerja Patris di kawasan Katulampa, Kota Bogor, giat melakukan pemasaran produk sepatu dan sandal secara daring melalui platform marketplace pada Senin, 24 Agustus 2026. Langkah te...

UMKM Sepatu Bogor Ekspansi ke Pasar Amerika via Marketplace

Para pekerja bengkel kerja Patris di kawasan Katulampa, Kota Bogor, giat melakukan pemasaran produk sepatu dan sandal secara daring melalui platform marketplace pada Senin, 24 Agustus 2026. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke Amerika Serikat. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pekerja terlihat mengunggah foto produk, melengkapi deskripsi barang, hingga memproses pesanan yang masuk dari pembeli luar negeri melalui kanal penjualan digital.

Marketplace Jadi Jembatan Produk Lokal ke Pasar Global

Pemilik bengkel kerja Patris, Suryadi, menyatakan pemanfaatan marketplace telah mengubah pola penjualan usaha alas kaki yang sebelumnya hanya mengandalkan pasar domestik. Menurut dia, keputusan memasarkan produk secara online diambil dalam rapat internal usaha pada awal 2026 setelah melihat tren permintaan produk Indonesia di pasar Amerika Serikat yang terus meningkat. Produk yang dipasarkan mencakup sepatu kulit, sandal pria dan wanita, serta alas kaki berbahan kanvas dengan harga jual bervariasi antara Rp150.000 hingga Rp450.000 per pasang.

"Melalui marketplace, produk kami kini dapat diakses konsumen di berbagai negara. Sejak Januari hingga Agustus 2026, volume pesanan dari pembeli Amerika Serikat meningkat sekitar 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Suryadi saat ditemui di lokasi.

Suryadi menambahkan, rata-rata pengiriman produk ke luar negeri mencapai 400 hingga 500 pasang per bulan dengan biaya pengiriman ditanggung pembeli. Ia menegaskan, kualitas bahan baku dan pengerjaan menjadi prioritas utama agar produk buatan Katulampa mampu bersaing dengan alas kaki dari negara lain di pasar internasional.

Dukungan Pemerintah untuk Percepatan Digitalisasi

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kota Bogor, Rina Marlina, menegaskan pemerintah daerah mendukung penuh upaya pelaku UMKM memasuki pasar ekspor melalui ekosistem digital. Ia menyatakan, sejak 2025 dinasnya telah menjalankan program pendampingan digitalisasi bagi 1.200 UMKM di Kota Bogor, termasuk fasilitasi pendaftaran pada sejumlah platform marketplace nasional yang memiliki layanan penjualan lintas negara.

"Kami memfasilitasi pelaku usaha mulai dari pembuatan katalog digital, pelatihan fotografi produk, hingga pendampingan proses verifikasi penjual. Target kami, pada akhir 2026 sebanyak 500 UMKM Kota Bogor telah aktif menjual produknya ke pasar luar negeri," ujar Rina dalam keterangan resminya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor juga menjalin kerja sama dengan penyedia jasa logistik internasional untuk menekan biaya pengiriman. Selain itu, pemerintah kota memfasilitasi pengurusan dokumen ekspor melalui program terpadu yang melibatkan kantor Bea Cukai setempat agar proses pengiriman barang ke Amerika Serikat berjalan lancar.

Tantangan Logistik dan Standar Mutu

Kendati peluang pasar terbuka lebar, Suryadi mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi pelaku UMKM dalam menembus pasar Amerika Serikat. Ia menyebutkan biaya pengiriman internasional dan proses kepabeanan menjadi kendala utama, terutama bagi usaha kecil yang belum memiliki stok dalam jumlah besar dan alur distribusi yang memadai.

Selain itu, standar mutu produk menjadi perhatian tersendiri. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, produk alas kaki yang diekspor harus memenuhi spesifikasi bahan, keamanan, dan pelabelan yang dipersyaratkan negara tujuan. Untuk itu, bengkel kerja Patris tengah memproses sertifikasi mutu bekerja sama dengan lembaga pengujian produk nasional.

"Kami terus memperbaiki kualitas produk dan kemasan agar sesuai dengan standar internasional. Proses sertifikasi saat ini berjalan dan ditargetkan selesai pada kuartal pertama 2027," tutur Suryadi.

Target Ekspansi ke Pasar Lain

Keberhasilan menembus pasar Amerika Serikat mendorong pelaku UMKM Bogor untuk memperluas pangsa pasar ke kawasan lain. Suryadi menyatakan pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan distributor di sejumlah negara Eropa dan Asia Tenggara melalui pameran dagang virtual yang digelar Kementerian Perdagangan. Perluasan pasar tersebut diyakini berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja di kawasan Katulampa.

Saat ini bengkel kerja Patris mempekerjakan 35 pekerja dan direncanakan bertambah menjadi 50 pekerja apabila volume pesanan ekspor terus meningkat. Rina Marlina menambahkan, tren ekspor UMKM melalui marketplace akan terus didorong melalui rapat koordinasi berkala antara dinas terkait, pelaku usaha, dan platform digital. Sejauh ini, belasan UMKM alas kaki di Kota Bogor telah mengikuti jejak serupa dengan menjual produknya secara daring.

"Kami berharap semakin banyak UMKM Bogor yang terhubung dengan pasar global. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar produk lokal mampu bersaing di tingkat internasional," pungkas Rina.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User