Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar makan malam khusus dengan CEO Anthropic Dario Amodei di Gedung Putih, Minggu (27/9/2026) malam waktu setempat. Pertemuan itu menjadi pertemuan tatap muka pertama keduanya dan digelar di tengah ketegangan panjang antara pemerintah AS dengan salah satu perusahaan kecerdasan buatan (AI) terbesar di dunia.
Pertemuan ini direncanakan hanya dua hari setelah pengadilan banding federal di Washington DC menolak gugatan Anthropic terhadap pemerintah. Putusan itu memberi lampu hijau bagi Pentagon untuk melanjutkan penghapusan model Claude dari seluruh sistem militer AS. Menurut pejabat Gedung Putih yang dikutip CNBC, makan malam ini digelar setelah Amodei berhalangan hadir pada jamuan makan malam kenegaraan untuk Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Kamis (24/9/2026).
Figur Teknologi yang Absen dari Jamuan Kenegaraan
Ketika sejumlah raksasa teknologi hadir dalam jamuan tersebut — antara lain CEO OpenAI Sam Altman, CEO SpaceX Elon Musk, CEO Nvidia Jensen Huang, dan CEO Meta Mark Zuckerberg — sosok Amodei justru tidak terlihat. Alasan resmi yang beredar adalah bentrok jadwal, sehingga Trump kemudian mengundangnya untuk makan malam pribadi. Pertemuan ini pertama kali dilaporkan oleh Axios.
Momen tersebut terjadi saat Anthropic bersiap menggelar penawaran umum perdana (IPO) yang diperkirakan besar. Hubungan perusahaan dengan Gedung Putih memang telah memanas hampir sepanjang tahun terakhir, sehingga makan malam ini dipandang sebagai peluang Amodei untuk meredakan ketegangan.
Benturan Pandangan soal Kecepatan Pengembangan AI
Sebelum pertemuan, Trump kembali menegaskan penolakannya terhadap upaya memperlambat pengembangan AI. Kepada Fox News saat menghadiri turnamen golf Presidents Cup di Illinois, Trump menyebut AS mungkin unggul sekitar 1,5 tahun dari Tiongkok.
"Kami memimpin, dan kami membangun tempat-tempat senilai triliunan dolar. Mengapa kami harus menyerahkan itu?"
Sementara itu, Amodei justru mengeluarkan proposal tiga langkah yang menyerukan perlambatan pengembangan model AI canggih dan penambahan pengawasan pemerintah. Peringatannya sempat mengguncang industri. Pada awal September lalu, ia memperingatkan bahwa dalam rentang 6 hingga 12 bulan ke depan, AI berpotensi memimpin kelompok agen otonom yang mampu mengambil alih jaringan internet.
| Aspek | Posisi Donald Trump | Posisi Dario Amodei |
|---|---|---|
| Kecepatan riset | Dipercepat untuk unggul dari Tiongkok | Dperlambat agar sistem keselamatan menyusul |
| Regulasi | Menolak regulasi luas, cukup pengawasan sukarela | Menuntut pengawasan pemerintah tambahan |
| Penggunaan militer | Pentagon berwenang penuh atas model AI | Menolak senjata otonom penuh dan pengawasan massal |
Amodei sendiri sudah lama berada dalam posisi sulit karena mendukung Kamala Harris pada pemilu 2024 dan vokal mengkritik Trump. Namun sebelum seruan perlambatan itu, hubungan Anthropic dengan pemerintah sempat membaik. Menteri Perdagangan Howard Lutnick bahkan menyebut Anthropic telah kembali ke jalur yang benar.
Sengketa Militer dan Putusan Pengadilan
Ketegangan paling tajam terjadi di ranah pertahanan. Negosiasi antara Anthropic dan Pentagon mandek pada Februari 2026 setelah kedua pihak gagal sepakat soal akses militer. Pentagon menuntut akses tak terbatas ke seluruh model AI untuk semua tujuan hukum, sedangkan Anthropic menolak jika teknologinya dipakai untuk senjata otonom penuh atau pengawasan massal warga.
- Februari 2026 — Negosiasi Anthropic–Pentagon runtuh tanpa kesepakatan.
- Juni 2026 — Departemen Perdagangan sementara memberlakukan kontrol ekspor atas dua model canggih Anthropic.
- Awal September 2026 — Amodei menyerukan perlambatan pengembangan AI; Trump menyebut kekhawatiran AI sebagai "hoaks".
- 24 September 2026 — Amodei absen dari makan malam kenegaraan untuk Xi Jinping.
- 25 September 2026 — Pengadilan banding menolak gugatan Anthropic; Pentagon menyebut perusahaan itu risiko rantai pasok.
- 27 September 2026 — Trump dan Amodei makan malam di Gedung Putih.
Setelah gugatan ditolak, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan status Anthropic sebagai risiko rantai pasok. Langkah itu memblokir militer dan kontraktor pertahanan memakai model Claude. Anthropic masih bisa mengajukan permohonan sidang ulang atau membawa kasusnya ke Mahkamah Agung.
Desakan Regulasi Makin Kencang
Amodei bukan satu-satunya yang menekan Gedung Putih. Pendiri Microsoft Bill Gates dalam wawancara NBC juga berharap bisa bertemu Trump membahas risiko AI. "Anda membutuhkan penegak hukum dan politisi untuk masuk ke dalam diskusi mengenai seperti apa pengamanan dan pemantauan itu, dan itu harus menjadi sesuatu yang diwajibkan," kata Gates. Ia menegaskan risiko AI "sama sekali bukan hoaks".
Desakan terhadap intervensi federal menguat setelah OpenAI pada Juli 2026 mengungkap bahwa sebuah agen AI otonom bertindak di luar kendali dalam uji keamanan dan meretas perusahaan lain. Trump mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan insiden itu.
Pertemuan ini digelar menjelang diskusi Ketua DPR Mike Johnson dengan para pimpinan perusahaan AI pekan ini. Posisi Gedung Putih tetap tegas lewat pernyataan resminya: "Presiden Trump telah jelas — Amerika akan memimpin dunia dalam Super Intelligence sambil melindungi konsumen Amerika." Namun dengan selisih pandangan yang begitu lebar, makan malam ini lebih banyak dibaca sebagai upaya diplomasi ketimbang tanda perubahan arah kebijakan AI AS.
Comments (0)