Trump Bertindak, Perusahaan AS Ramai-ramai Pakai Model AI China

WASHINGTON — Pemerintahan Presiden Donald Trump meluncurkan serangkaian langkah tegas setelah semakin banyak perusahaan teknologi Amerika Serikat yang meng

Trump Bertindak, Perusahaan AS Ramai-ramai Pakai Model AI China

WASHINGTON — Pemerintahan Presiden Donald Trump meluncurkan serangkaian langkah tegas setelah semakin banyak perusahaan teknologi Amerika Serikat yang mengadopsi dan mengintegrasikan model kecerdasan buatan buatan China ke dalam operasional mereka. Tren ini dinilai mengancam keunggulan kompetitif AS dan menimbulkan risiko keamanan nasional.

Gelombang Adopsi AI China di Silicon Valley

Dalam enam bulan terakhir, sejumlah startup hingga perusahaan publik di AS mulai beralih ke model bahasa besar asal China, seperti DeepSeek, Qwen, dan Ernie. Alasan utama peralihan ini adalah biaya yang lebih rendah, performa yang kompetitif, serta fleksibilitas lisensi yang lebih longgar dibandingkan model dari OpenAI, Google, atau Anthropic. Data dari lembaga riset CB Insights menunjukkan bahwa hingga kuartal II 2026, sekitar 23% perusahaan AI tahap awal di AS menggunakan setidaknya satu model fondasi buatan China, naik dari hanya 4% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kekhawatiran Keamanan dan Eskalasi Kebijakan

Gedung Putih menyikapi fenomena ini dengan serius. Pada 10 Juli 2026, Presiden Trump menandatangani Perintah Eksekutif 14278 yang mewajibkan seluruh perusahaan yang menerima pendanaan federal untuk mengungkapkan penggunaan model AI asing, terutama jika model tersebut dikembangkan oleh entitas yang terafiliasi dengan pemerintah China. Selain itu, Komite Investasi Asing AS (CFIUS) diberi kewenangan lebih luas untuk meninjau kesepakatan lisensi teknologi yang melibatkan perusahaan AI China.

“Kita tidak bisa membiarkan inovasi Amerika dibangun di atas fondasi yang dikendalikan oleh rival strategis kita. Ini soal kedaulatan digital,” ujar Menteri Perdagangan Howard Lutnick dalam konferensi pers di Washington, Selasa (8/7).

Respons Industri dan Pasar

Kalangan pelaku industri terbelah. Beberapa eksekutif menyambut baik langkah pemerintah demi melindungi properti intelektual nasional, namun banyak pula yang mengkritik kebijakan itu sebagai proteksionisme yang akan memperlambat inovasi. CEO sebuah perusahaan rintisan di Palo Alto, yang memilih anonim, mengatakan bahwa model AI China menawarkan penghematan biaya hingga 60% dibandingkan solusi dalam negeri. Sementara itu, bursa saham mencermati saham-saham semikonduktor dan cloud AS yang bergerak liar sepanjang pekan.

Langkah Lanjutan: Pembatasan Cloud dan Investasi

Selain perintah eksekutif, Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) tengah menyusun aturan tambahan yang akan membatasi penyedia layanan cloud besar — seperti AWS, Google Cloud, dan Azure — untuk menawarkan akses ‘sekali klik’ ke model AI China di platform mereka. Kongres juga mulai membahas RUU American AI Independence Act yang akan menetapkan kuota minimal konten pelatihan dan inferensi domestik untuk kontrak pemerintah.

Situasi ini kian memanaskan persaingan global di sektor AI. China, melalui juru bicara Kementerian Perdagangannya, menyatakan bahwa kebijakan AS melanggar prinsip pasar bebas dan siap mengambil tindakan balasan yang setimpal.

[SOCIAL_TWEET]: Presiden Trump resmi teken executive order batasi penggunaan model AI China oleh perusahaan AS. Langkah ini lahir setelah 23% startup AS pakai AI buatan China. Gedung Putih sebut itu ancaman kedaulatan digital. #AIWar #Trump #Teknologi[SOCIAL_TG]: 📊 …23% startup AS kini pakai model AI China. Trump langsung kunci akses lewat aturan baru. Inovasi atau proteksi? 🤖⚖️

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User