Trotoar Jalan Pemuda Depok Diprotes Warga, Jalan Utama Makin Sempit

DEPOK — Proyek pembangunan trotoar di Jalan Pemuda, Kota Depok, Jawa Barat, menuai protes dari warga setempat. Pasalnya, lebar trotoar yang tengah dikerjakan dinilai terlalu luas sehingga membuat ba...

Trotoar Jalan Pemuda Depok Diprotes Warga, Jalan Utama Makin Sempit

DEPOK — Proyek pembangunan trotoar di Jalan Pemuda, Kota Depok, Jawa Barat, menuai protes dari warga setempat. Pasalnya, lebar trotoar yang tengah dikerjakan dinilai terlalu luas sehingga membuat badan jalan utama semakin menyempit dan berpotensi memperparah kemacetan di kawasan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pengerjaan trotoar di Jalan Pemuda terlihat telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Warga mengeluhkan desain trotoar yang dinilai tidak proporsional dibandingkan dengan lebar jalan yang ada. Jalan Pemuda sendiri merupakan salah satu ruas jalan utama yang menghubungkan pusat kota Depok dengan sejumlah kawasan permukiman padat penduduk.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa proyek tersebut justru menimbulkan keresahan baru. "Kami tidak menolak pembangunan trotoar, tapi lebarnya keterlaluan. Jalan yang tadinya cukup untuk dua mobil berpapasan, sekarang terasa sempit. Ini berbahaya bagi pengendara," ujarnya kepada awak media di lokasi, Rabu (6/8/2026).

Warga Soroti Dampak Kemacetan dan Keselamatan

Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah pedagang dan pengguna jalan di sekitar Jalan Pemuda. Mereka menilai bahwa pengurangan lebar jalan akibat trotoar yang terlalu lebar akan berdampak langsung pada kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Selain itu, kekhawatiran juga muncul terkait potensi kecelakaan akibat ruang gerak kendaraan yang semakin terbatas.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok dalam rapat koordinasi internalnya menegaskan bahwa desain trotoar telah melalui kajian teknis. Kepala Dishub Kota Depok, yang diwakili oleh Kepala Bidang Lalu Lintas, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi warga tersebut. "Kami akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek ini. Masukan dari masyarakat sangat penting bagi kami untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai kebutuhan," katanya dalam keterangan resmi.

Namun, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredam protes warga. Mereka meminta agar pemerintah kota mengkaji ulang desain trotoar dan mempertimbangkan kepentingan pengguna jalan lainnya. "Kami berharap ada solusi yang adil. Trotoar memang diperlukan untuk pejalan kaki, tapi jangan sampai mengorbankan fungsi utama jalan," tegas seorang tokoh pemuda setempat.

Pemkot Depok Janji Evaluasi Desain Trotoar

Menindaklanjuti protes yang terus berkembang, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh. Dalam rapat koordinasi yang digelar bersama DPRD Kota Depok, sejumlah fraksi menyoroti pentingnya transparansi dalam perencanaan proyek infrastruktur publik.

Fraksi-fraksi di DPRD Kota Depok mendesak agar eksekutif memaparkan secara rinci kajian teknis yang menjadi dasar penetapan lebar trotoar di Jalan Pemuda. "Kami meminta agar proyek ini tidak serta-merta dilanjutkan tanpa adanya dialog dengan warga. Keputusan harus berpihak pada kepentingan publik secara luas," ujar seorang anggota DPRD dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dalam rapat tersebut.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Depok berencana menggelar Rapat Koordinasi lanjutan dengan melibatkan perwakilan warga, tokoh masyarakat, dan instansi terkait. Dalam rapat tersebut, akan dibahas kemungkinan penyesuaian desain trotoar agar tidak mengurangi kapasitas jalan secara signifikan. Selain itu, pemerintah juga akan mengkaji ulang dampak proyek terhadap arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.

Proyek Trotoar Bagian dari Program Penataan Kota

Proyek pembangunan trotoar di Jalan Pemuda merupakan bagian dari program penataan kota yang dicanangkan oleh Pemkot Depok. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki dan menciptakan kawasan yang lebih ramah lingkungan. Namun, pelaksanaannya di lapangan dinilai tidak sesuai dengan harapan warga.

Sejumlah pengamat perkotaan menyatakan bahwa pembangunan trotoar yang ideal harus mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan pejalan kaki dan kelancaran lalu lintas. "Desain yang baik adalah yang mampu mengakomodasi semua pengguna jalan. Jika tidak, justru akan menimbulkan masalah baru," ungkap seorang pengamat tata kota dari Universitas Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, proyek trotoar di Jalan Pemuda masih terus berjalan. Warga berharap pemerintah segera mengambil keputusan yang bijak sebelum proyek menimbulkan dampak yang lebih luas. Sementara itu, Pemkot Depok berkomitmen untuk membuka ruang dialog dan memastikan setiap pembangunan infrastruktur di kota tersebut dilakukan dengan memperhatikan aspirasi masyarakat.

Dalam keterangan terpisah, Kepala DPUPR Kota Depok menyatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan hasil evaluasi kepada publik dalam waktu dekat. "Kami akan transparan terkait perkembangan proyek ini. Semua masukan akan kami pertimbangkan demi kebaikan bersama," tutupnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User