Tribun VIP Ambruk Saat Drift di Purwokerto, 90 Penonton Luka

Musibah memilukan terjadi pada gelaran Speed Fest 2 yang mempertandingkan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri Ke-3 Tahun 2026 di Gelanggang Olahraga (GOR) Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, ...

Tribun VIP Ambruk Saat Drift di Purwokerto, 90 Penonton Luka

Musibah memilukan terjadi pada gelaran Speed Fest 2 yang mempertandingkan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri Ke-3 Tahun 2026 di Gelanggang Olahraga (GOR) Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2026). Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka setelah tribun kelas VIP yang mereka duduki ambruk secara mendadak. Berdasarkan keterangan awal, ambruknya struktur non-permanen itu dipicu oleh aksi saling berebut kaus kenangan yang dilempar oleh seorang pembalap ke arah kerumunan penonton.

Kronologi Insiden

Insiden nahas tersebut berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB, ketika sesi final Kejurnas Drift baru saja dimulai. Seorang drifter yang belum diungkap identitasnya melemparkan kaus edisi terbatas ke tribun VIP sebagai tanda terima kasih. Spontan, puluhan penonton di barisan depan berhamburan berusaha menangkap suvenir itu. Dorongan massa yang tiba-tiba mengarah ke satu titik menyebabkan keseimbangan konstruksi tribun goyah. Sambungan-sambungan kayu dan besi yang menopang lantai panggung setinggi dua meter tidak mampu menahan beban lateral berlebih. Dalam hitungan detik, seluruh platform tribun ambrol ke depan, menimpa penonton yang berada di bawahnya.

Salah seorang saksi, Dian (31), mengaku terkejut bukan kepalang. “Saya dengar bunyi retakan, lalu tiba-tiba lantai tribun miring. Orang-orang histeris, banyak yang loncat dan tertindih. Pemandangan sangat kacau,” tuturnya di lokasi.

Data Korban dan Evakuasi

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, dari total 90 korban luka, sebanyak 12 orang harus menjalani rawat inap di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan RSUD Banyumas. Mereka menderita patah tulang tertutup, cedera kepala ringan, serta luka sobek yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, 78 korban lainnya diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan luka memar, lecet, dan syok ringan.

“Kami langsung mengerahkan 15 unit ambulans dari berbagai fasilitas kesehatan untuk melakukan triase dan evakuasi. Syukur, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Saat ini seluruh korban dalam kondisi stabil,” ujar Kepala Dinkes Banyumas, dr. Hidayat Nur Wahid, dalam keterangan resmi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban meninggal dunia. Aparat kepolisian masih mendata identitas seluruh korban guna memastikan tidak ada yang belum tertangani.

Respons Penyelenggara dan Otoritas

Pihak penyelenggara Speed Fest 2 yang menaungi Kejurnas Drift seri ketiga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh korban dan keluarga. Ketua Panitia, Andi Prasetyo, menyatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.

“Ini musibah yang sangat kami sesalkan. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan tribun, dan seluruh biaya perawatan korban sepenuhnya ditanggung oleh panitia,” kata Andi dalam konferensi pers di lokasi kejadian.

Sementara itu, Kepolisian Resor (Polres) Banyumas segera memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolresta Banyumas, AKBP Agus Setiawan, menegaskan bahwa penyidikan akan difokuskan pada aspek kelayakan konstruksi, perizinan, serta protokol pengamanan acara.

“Kami akan memeriksa sejumlah pihak, termasuk kontraktor pembangun tribun dan panitia penyelenggara. Jika ditemukan unsur kelalaian yang mengakibatkan orang luka, kami tidak ragu menetapkan tersangka,” tegas AKBP Agus.

Evaluasi dan Dampak Lanjutan

Menyusul kejadian ini, seluruh rangkaian acara Speed Fest 2 resmi dihentikan. Keputusan itu diambil setelah koordinasi antara panitia, kepolisian, dan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Drs. Wahyu Hidayat, menyatakan bahwa Pemkab akan membentuk tim investigasi gabungan untuk menelaah aspek teknis dan prosedural.

Kejurnas Drift sendiri merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI). Pada seri ketiga 2026 ini, Sirkuit GOR Satria Purwokerto dipilih sebagai tuan rumah dan dihadiri sekitar 5.000 penonton. Tribun VIP yang ambrol memiliki kapasitas desain sekitar 300 kursi, namun saat kejadian diisi lebih dari 400 orang, menurut estimasi awal. Temuan ini menjadi salah satu fokus penyelidikan.

Insiden di Purwokerto ini menjadi peringatan keras bagi penyelenggara acara otomotif nasional untuk memastikan seluruh infrastruktur penonton—terutama tribun non-permanen—memenuhi standar keselamatan yang ketat. “Ini harus menjadi pelajaran. Kami akan mendorong sertifikasi ulang untuk semua sirkuit di Jawa Tengah,” ujar Ketua IMI Jawa Tengah, Ir. Budi Hartono.

Hingga malam hari, tim forensik kepolisian masih bekerja mengidentifikasi titik kerusakan dan mengumpulkan sampel material. Pemeriksaan terhadap saksi dan panitia terus berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya tribun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User