Ayah dan Anak Tewas, Istri Kritis di Palu Diduga Dibunuh

Palu, Sulawesi Tengah — Tragedi berdarah mengguncang kawasan permukiman di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, pada Senin (27/7/2026) dini hari. Peristiwa yang diduga merupakan tindak...

Ayah dan Anak Tewas, Istri Kritis di Palu Diduga Dibunuh

Palu, Sulawesi Tengah — Tragedi berdarah mengguncang kawasan permukiman di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, pada Senin (27/7/2026) dini hari. Peristiwa yang diduga merupakan tindak pidana pembunuhan ini merenggut nyawa seorang kepala keluarga dan anaknya yang berusia dua tahun, sementara sang ibu mengalami luka parah dan tengah menjalani perawatan intensif. Tim gabungan dari Kepolisian Resor Palu dan Satuan Reserse Kriminal masih terus mendalami motif serta mengidentifikasi pelaku di balik insiden yang menggegerkan warga setempat.

Kedua korban meninggal dunia telah diidentifikasi sebagai Ahmad Rasyid (35) dan putrinya, Kirana (2). Sementara itu, istri korban, Siti Aisyah (30), ditemukan dalam keadaan terluka cukup serius dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anutapura Palu untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga berita ini diturunkan, kondisi pasien dinyatakan masih kritis dan belum sadarkan diri.

Kronologi Penemuan oleh Warga

Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh tetangga korban sekitar pukul 03.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Seorang saksi mata, Rahman (42), yang bermukim tepat di sebelah rumah keluarga tersebut, mengaku mendengar suara gaduh dan jeritan samar. "Saya terbangun dan mendengar suara ribut dari rumah sebelah. Setelah diam sejenak, terdengar suara tangisan anak, lalu tiba-tiba sunyi. Saya sempat berteriak menanyakan ada apa, tetapi tidak ada respons," ujar Rahman saat dimintai keterangan di lokasi kejadian.

Merasa curiga, Rahman bersama dua warga lainnya mendatangi rumah korban dan mendapati pintu bagian belakang dalam keadaan tidak terkunci. Saat memasuki rumah, mereka menemukan pemandangan mengenaskan. Ahmad Rasyid tergeletak di ruang tengah dengan luka tusuk di beberapa bagian tubuh, sementara Kirana yang masih balita ditemukan tidak bernyawa di kamar tidur dalam kondisi yang sama. Siti Aisyah tergeletak di lorong dengan luka serius di dada dan leher. Tanpa membuang waktu, warga lantas menghubungi pihak kepolisian.

Penyelidikan dan Olah Tempat Kejadian Perkara

Kepolisian Resor Palu melalui Tim Identifikasi dan Unit Reskrim segera merespons laporan tersebut dan tiba di lokasi kurang dari 30 menit pasca laporan diterima. Polisi langsung memasang garis pengaman serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat terkait aksi pembunuhan, termasuk sebilah senjata tajam jenis pisau dapur yang berlumuran darah, serta beberapa bercak darah di lantai dan dinding rumah.

Kepala Kepolisian Resor Palu, AKBP Deddy Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan memproses barang bukti di laboratorium forensik. "Kami menduga keras ini merupakan kasus pembunuhan terencana. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda pengerusakan atau pintu yang dijebol. Ini mengindikasikan bahwa pelaku kemungkinan besar dikenal oleh korban," tegas AKBP Deddy di sela-sela peninjauan TKP.

Lebih lanjut, penyidik telah memintai keterangan dari sedikitnya enam orang saksi, termasuk keluarga dekat, tetangga, dan rekan kerja korban. Belum ada tersangka yang ditetapkan secara resmi. "Kami sedang menyelidiki beberapa kemungkinan, motif ekonomi maupun konflik personal tidak kami kesampingkan. Saat ini prioritas kami adalah melindungi saksi dan mengumpulkan bukti sekuat mungkin," tambahnya.

Kondisi Ibu Korban yang Kritis

Siti Aisyah menjalani operasi darurat di RSUD Anutapura Palu setelah mengalami luka tusuk yang mengenai organ vital. Juru bicara rumah sakit, dr. Marlina Simatupang, mengatakan bahwa pasien dalam pengawasan ketat tim medis multibidang. "Terdapat luka cukup dalam di area toraks dan leher yang menyebabkan kehilangan banyak darah. Kami telah melakukan transfusi darah dan tindakan stabilisasi. Kondisinya masih kritis, 24 hingga 48 jam ke depan sangat menentukan," terang dr. Marlina.

Kepolisian menempatkan dua personel untuk menjaga ketat ruang perawatan Siti Aisyah, bukan hanya untuk keamanan tetapi juga sebagai langkah antisipasi apabila kondisi pasien membaik dan dapat dimintai keterangan. Menurut penyidik, Siti Aisyah merupakan saksi kunci yang diharapkan mampu memberikan petunjuk mengenai identitas pelaku dan kronologi sebenarnya.

Respons Pemerintah dan Aparat Keamanan

Wali Kota Palu, Andi Muhammad Bau Sawa, menyampaikan rasa prihatin mendalam atas tragedi tersebut. Melalui siaran persnya, ia meminta aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan memberikan rasa aman kembali bagi masyarakat. "Ini peristiwa yang sangat mengejutkan. Kami percayakan sepenuhnya pada polisi untuk bekerja cepat. Kami juga siap memberikan pendampingan psikososial bagi keluarga dan warga terdampak," ujarnya.

Ketua RT setempat, Amiruddin Syam, mengonfirmasi bahwa keluarga korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup namun tidak memiliki catatan konflik dengan warga sekitar. "Mereka tinggal di sini sekitar empat tahun, jarang bersosialisasi. Kami tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi," katanya.

Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah turut menurunkan tim psikologi forensik untuk membantu proses investigasi serta memberikan trauma healing kepada warga yang menjadi saksi pertama penemuan jasad. Langkah ini diambil guna memastikan kualitas kesaksian tetap terjaga dan tidak terpengaruh tekanan psikologis.

Imbauan Kepolisian dan Langkah Selanjutnya

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang merasa melihat atau mendengar hal mencurigakan di sekitar lokasi kejadian pada rentang waktu Senin dini hari untuk segera melapor ke posko pengaduan yang telah disediakan. AKBP Deddy Kurniawan menambahkan bahwa identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya. "Kami membuka saluran informasi seluas-luasnya. Sekecil apa pun informasi bisa menjadi titik terang bagi penyidikan ini," tegasnya.

Saat ini, jenazah kedua korban tengah menjalani autopsi di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Anutapura guna memastikan penyebab pasti kematian dan jenis luka yang diderita. Hasil autopsi diperkirakan akan keluar dalam dua hingga tiga hari ke depan dan akan menjadi salah satu alat bukti penting dalam mengungkap perkara. Sementara itu, tim penyidik terus mempelajari rekaman kamera pengawas di sekitar jalan masuk perumahan guna melacak kemungkinan pergerakan pelaku sebelum dan setelah kejadian.

Aparat gabungan dari Polresta Palu dan Polda Sulawesi Tengah menyatakan optimistis dapat mengungkap tabir gelap peristiwa ini dalam waktu dekat. "Kami sudah mengantongi beberapa petunjuk awal yang signifikan. Dalam waktu singkat kami harap dapat menyampaikan perkembangan kepada publik," pungkas AKBP Deddy. Tragedi ini pun menjadi pengingat bagi masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan lingkungan dan mempererat koordinasi keamanan di tingkat terkecil.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User