Nasdem Seleksi Dua Nama Calon Gubernur Sumatra Utara

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem masih menyusun peta dukungan untuk Pemilihan Gubernur Sumatra Utara 2024 dengan dua nama yang masuk daftar pertimbangan utama, yaitu Gubernur petahana Edy Rahm...

Nasdem Seleksi Dua Nama Calon Gubernur Sumatra Utara

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem masih menyusun peta dukungan untuk Pemilihan Gubernur Sumatra Utara 2024 dengan dua nama yang masuk daftar pertimbangan utama, yaitu Gubernur petahana Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Kedua sosok itu dinilai memiliki basis elektoral dan rekam jejak yang berbeda, sehingga partai berlambang matahari tersebut memilih melakukan kajian mendalam sebelum menetapkan sikap resmi menjelang pembukaan pendaftaran pasangan calon di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 27–29 Agustus 2024.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem menyatakan partainya belum mengambil keputusan final terkait arah dukungan di Sumatra Utara. Ia menegaskan seluruh pertimbangan tengah dikerucutkan melalui mekanisme internal yang melibatkan pengurus pusat dan pengurus wilayah.

"Kami belum menetapkan siapa yang akan diusung. Dua nama itu sama-sama memiliki peluang dan sama-sama memiliki tantangan, sehingga keputusan tidak boleh tergesa-gesa," ujarnya dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (20/8/2024).

Persoalan ini dinilai strategis mengingat Sumatra Utara merupakan salah satu provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di luar Pulau Jawa. Kemenangan di daerah tersebut menjadi incaran banyak partai karena berpotensi memperkuat posisi tawar nasional menjelang Pemilu 2029.

Dua Nama, Dua Basis Elektoral

Edy Rahmayadi, jenderal bintang tiga yang pernah menjabat Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dan Ketua Umum PSSI periode 2016–2019, merupakan petahana yang memimpin Sumatra Utara sejak 2018. Sebagai kepala daerah aktif, ia memiliki akses terhadap struktur pemerintahan dan jaringan birokrasi hingga tingkat kabupaten/kota, faktor yang kerap menjadi keunggulan utama calon petahana dalam kontestasi pilkada.

Di sisi lain, Bobby Nasution, menantu Presiden ketujuh RI Joko Widodo, membawa modal popularitas yang relatif tinggi setelah memimpin Kota Medan sejak Februari 2021. Kinerjanya dalam penataan perkotaan dan layanan publik kerap disorot, sementara basis dukungan dari kalangan muda dan kelompok masyarakat perkotaan dinilai menjadi nilai jual utama.

Perbedaan karakter kedua kandidat inilah yang membuat Nasdem belum mampu menjatuhkan pilihan secara cepat. Keduanya memiliki lingkaran pendukung yang berbeda, sehingga keputusan partai berpotensi mengubah peta persaingan secara keseluruhan.

Elektabilitas dan Perhitungan Koalisi

Sejumlah lembaga survei menempatkan nama Bobby Nasution pada posisi teratas dalam simulasi elektabilitas calon gubernur Sumatra Utara, sementara Edy Rahmayadi tetap menjadi pesaing berat berkat status petahana dan soliditas dukungan di wilayah pedalaman. Meski demikian, Nasdem menegaskan hasil jajak pendapat hanyalah salah satu variabel dalam pengambilan keputusan.

Faktor lain yang turut dipertimbangkan adalah peta koalisi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, partai politik atau gabungan partai politik wajib memperoleh paling sedikit 20 persen kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau 25 persen suara sah hasil Pemilu Legislatif 2024 untuk mengusung pasangan calon. Ketentuan itu menuntut Nasdem memastikan kecukupan dukungan, baik melalui kursi yang dimiliki maupun kerja sama lintas partai.

Setiap nama yang dipertimbangkan membawa konsekuensi berbeda terhadap kemungkinan pembentukan koalisi. Dukungan terhadap Edy Rahmayadi dinilai berpotensi membuka ruang kerja sama dengan partai pengusung petahana, sedangkan pengusungan Bobby Nasution diperkirakan menarik minat partai-partai yang selama ini berada di luar garis koalisi petahana.

Mekanisme Internal dan Jadwal Penetapan

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menegaskan bahwa penetapan calon kepala daerah merupakan hak prerogatif DPP setelah melalui serangkaian tahapan, mulai dari rekomendasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), masukan Fraksi Partai Nasdem di DPRD Sumatra Utara, hasil kajian elektabilitas, hingga Pleno DPP. Ia mengingatkan seluruh kader agar menghormati keputusan partai demi menjaga soliditas pemenangan.

"Partai tidak mungkin memenangkan pertarungan jika tidak solid. Setelah keputusan ditetapkan, seluruh sumber daya partai harus diarahkan untuk memenangkan pasangan calon yang diusung," ujar Surya Paloh dalam Rapat Koordinasi di Jakarta.

Mekanisme tersebut menempatkan keputusan final di tangan DPP, sementara DPW Sumatra Utara berperan menyampaikan aspirasi pengurus dan kader di tingkat provinsi. Nasdem menindaklanjuti hasil konsolidasi internal itu dengan target pengumuman sikap resmi sebelum masa pendaftaran ditutup, agar pasangan calon yang diusung memiliki waktu memadai untuk menyiapkan administrasi dan membangun koalisi. Berdasarkan jadwal resmi KPU, pendaftaran pasangan calon dibuka pada 27–29 Agustus 2024, penetapan pasangan calon dijadwalkan pada 22 September 2024, dan pemungutan suara berlangsung pada 27 November 2024.

Sikap Nasdem di Sumatra Utara menjadi penentu penting lantaran partai tersebut termasuk salah satu kekuatan politik dengan struktur kepengurusan yang mapan di daerah. Keputusan akhir, baik mengarah pada Edy Rahmayadi maupun Bobby Nasution, dipastikan akan mengubah konstelasi persaingan dan menjadi perhatian partai-partai lain yang masih menunggu arah dukungan di provinsi tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User