Toyota Bangun Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta, Apa Itu?

Jakarta – PT Toyota-Astra Motor (TAM) bersama startup pengelolaan sampah Rekosistem meresmikan Waste Station di kawasan Balai Kota DKI Jakarta, tepatnya di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jaka

Jul 07, 2026 - 19:55
0 0
Toyota Bangun Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta, Apa Itu?

Jakarta – PT Toyota-Astra Motor (TAM) bersama startup pengelolaan sampah Rekosistem meresmikan Waste Station di kawasan Balai Kota DKI Jakarta, tepatnya di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan fasilitas tersebut bertepatan dengan penyelenggaraan Jakarta Eco Future Festival, sebuah ajang pameran solusi lingkungan hidup yang digelar akhir pekan ini.

Menurut siaran resmi yang diterima Apaberita.com, Waste Station ini dirancang sebagai pusat pengumpulan sampah anorganik dari masyarakat, sekaligus sebagai ruang edukasi untuk menumbuhkan kesadaran memilah sampah dari sumbernya. Berbagai jenis sampah anorganik seperti plastik kemasan, kertas, kaleng logam, dan kaca akan diterima di stasiun ini. Sampah yang terkumpul kemudian akan diproses oleh Rekosistem melalui metode daur ulang modern untuk diubah menjadi bahan baku bernilai ekonomis, sehingga mendukung penerapan ekonomi sirkular di Jakarta.

Edukasi dan Keterlibatan Masyarakat

Takuya Yokohama, President Director TAM, menekankan bahwa Waste Station ini bukan sekadar tempat pengumpulan sampah, melainkan sebuah laboratorium kecil yang mengajak warga untuk melihat langsung proses pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. “Kami ingin mengubah paradigma masyarakat bahwa sampah anorganik adalah sumber daya yang masih bisa dimanfaatkan. Dengan fasilitas ini, kami harap makin banyak warga Jakarta yang tergerak untuk memilah sampah di rumah,” ujarnya dalam kesempatan tersebut.

"Kehadiran Waste Station Balai Kota DKI Jakarta merupakan bagian dari komitmen Toyota untuk berkontribusi secara nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Kami berharap fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah anorganik, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang dapat menginspirasi masyarakat untuk membangun kebiasaan memilah sampah dari sumbernya,"

Selain menjadi titik drop-off sampah anorganik, Waste Station ini juga melengkapi program-program lingkungan Toyota sebelumnya, seperti Toyota Eco Youth dan berbagai inisiatif daur ulang di jaringan diler. Sinergi ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara korporasi besar, startup teknologi, dan pemerintah daerah dapat menghasilkan solusi yang berdampak langsung di tingkat komunitas.

Gubernur Pramono Anung mengapresiasi langkah TAM dan Rekosistem. “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong keterlibatan semua pihak dalam menangani persoalan sampah. Waste Station ini menjadi contoh baik bagaimana inovasi dan kemitraan bisa menghadirkan fasilitas yang mudah dijangkau publik,” tuturnya saat peresmian.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, Waste Station Balai Kota DKI Jakarta dapat dikunjungi pada jam operasional yang akan diumumkan kemudian. Setiap individu atau komunitas dapat membawa sampah anorganik yang telah dipilah, lalu menukarkannya dengan poin atau insentif melalui aplikasi Rekosistem. Langkah kecil ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA Bantargebang sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan hijau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User