Begini Cara Baca Merek Mobil Eropa, dari Citroen hingga Peugeot

Jakarta - Melafalkan nama merek mobil Eropa ternyata penuh jebakan. Banyak penggemar otomotif di Indonesia yang tanpa sadar mengucapkannya dengan logat lokal, padahal pengucapan aslinya sangat berbed

Jul 07, 2026 - 19:55
0 0
Begini Cara Baca Merek Mobil Eropa, dari Citroen hingga Peugeot

Jakarta - Melafalkan nama merek mobil Eropa ternyata penuh jebakan. Banyak penggemar otomotif di Indonesia yang tanpa sadar mengucapkannya dengan logat lokal, padahal pengucapan aslinya sangat berbeda. Laporan Apaberita.com yang merangkum panduan pelafalan dari PronounceItRight dan kanal Autogefühl hadir agar Anda tidak salah sebut saat berdiskusi soal mobil impian.

Citroën: Bukan 'Sitroen'

Pabrikan asal Prancis ini sering dibaca "Si-tro-en" dengan ejaan Indonesia. Padahal, pengucapan yang benar adalah "See-troh-en" dengan penekanan pada suku pertama dan bunyi 'en' yang sengau. Tanda diaeresis pada huruf 'e' (ë) menandakan bahwa vokal tersebut diucapkan terpisah, sehingga tidak melebur menjadi "tren".

Peugeot: Jauh dari Tulisan

Nama Peugeot mungkin paling sering salah ucap. Banyak yang membacanya "Pe-u-ge-ot" atau "Peugeot" dengan bunyi 't' di akhir. Pelafalan Prancis yang tepat adalah "Puh-zhoh" — dengan 'zh' seperti 's' pada kata "measure" dalam bahasa Inggris, dan huruf 't' sama sekali tidak bersuara. Jadi, lupakan membunyikan 't' di belakang.

Renault: Huruf 'T' yang Membisu

Sama seperti Peugeot, merek Renault juga menghilangkan bunyi 't'. Pengucapan yang benar adalah "Ruh-noh", bukan "Re-nolt". Ini berlaku juga untuk model-model seperti Mégane yang dibaca "Meh-gahn".

Porsche: Dua Suku Kata, Bukan Satu

Merek asal Jerman ini kerap dipanggil "Pors" dalam percakapan sehari-hari. Padahal, nama keluarga pendirinya, Ferdinand Porsche, dilafalkan dalam dua suku kata: "Por-shuh". Awalan 'e' di akhir tidak diabaikan, melainkan melunak seperti 'uh'.

Merek Lain yang Perlu Diluruskan

BMW seharusnya disebut "Bay-Em-Vay" sesuai ejaan Jerman, bukan "Bi-Em-Dub". Mercedes-Benz diucapkan "Mer-tsay-dess-Bents", dan Volkswagen adalah "Folks-va-gen". Sementara Audi yang terdengar sederhana, tetap pakai "Ow-dee", bukan "A-u-di".

Autogefühl menekankan bahwa menghormati pengucapan asli bukan sekadar soal aksen, melainkan bagian dari apresiasi terhadap warisan budaya pabrikan. "Sebutlah dengan benar, maka Anda menghargai sejarah di balik setiap emblem," begitu kutipan dari panduan mereka.

Dengan panduan ini, diharapkan penggemar otomotif Tanah Air lebih percaya diri menyebut merek-merek Eropa secara tepat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User