Sep 16, 2026
Lampung

TNI AL Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

JAKARTA — Tim Search and Rescue (SAR) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menemukan satu buah pelampung keselamatan di tengah operasi pencari

TNI AL Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

JAKARTA — Tim Search and Rescue (SAR) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menemukan satu buah pelampung keselamatan di tengah operasi pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Kendati demikian, pihak militer mengimbau publik untuk tidak berspekulasi dini mengingat status kepemilikan pelampung tersebut masih dalam proses identifikasi.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul membenarkan adanya temuan objek terapung tersebut di area sapuan pencarian. Menurutnya, temuan benda itu belum tentu berkaitan langsung dengan rombongan pewarta yang sedang dicari.

"Memang benar telah ditemukan satu pelampung saat proses pencarian berlangsung di wilayah perairan Anak Krakatau. Kendati demikian, belum dapat dipastikan apakah pelampung tersebut milik rekan-rekan jurnalis yang hilang atau milik kapal lain yang sempat melintas di rute yang sama," ujar Laksma TNI Tunggul dalam keterangannya.

Kronologi dan Langkah Penyelamatan Terpadu

Upaya pencarian terhadap lima awak media yang dilaporkan hilang kontak sejak berlayar meliput aktivitas vulkanik Anak Krakatau telah memasuki fase penyisiran intensif. Tim gabungan bergerak secara taktis dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Laporan Kehilangan Diterima: Otoritas maritim dan TNI AL menerima sinyal laporan kehilangan kontak dari kelompok jurnalis yang menumpangi kapal sewaan di perairan Selat Sunda.
  2. Pemberangkatan Armada Patroli: Unsur KRI dan kapal patroli cepat langsung diterjunkan menuju koordinat kontak terakhir di sekitar gugusan Kepulauan Krakatau.
  3. Penyisiran dan Temuan Objek: Tim patroli menemukan satu pelampung keselamatan terapung di radius beberapa mil laut dari titik perkiraan kapal melintas.
  4. Verifikasi Forensik: Pelampung diamankan ke atas kapal untuk diperiksa nomor seri, tipe, dan karakteristik fisiknya guna mencocokkan data manifest kapal.

Perluasan Radius dan Pengerahan Armada Tambahan

TNI AL bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) kini memperluas radius penyisiran. Langkah ini diambil guna mengantisipasi kemungkinan kapal atau korban terbawa arus laut yang cukup dinamis di kawasan Selat Sunda.

Operasi penyelamatan mengerahkan sejumlah kekuatan matra laut, di antaranya:

  • Kapal Perang Republik Indonesia (KRI): Dikerahkan untuk mendeteksi objek permukaan laut dengan jangkauan radar luas.
  • Kapal Angkatan Laut (KAL) dan Sekoci Cepat: Diterjunkan untuk manuver manuver taktis di dekat perairan dangkal dan tebing karang pulau vulkanik.
  • Personel Penyelam Handal: Disiagakan guna mengantisipasi skenario pencarian bawah air di titik-titik krusial.

Tantangan Cuaca Ekstrem di Selat Sunda

Kondisi hidrografi dan meteorologi di sekitar Gunung Anak Krakatau menjadi tantangan tersendiri bagi tim evakuasi. Selain gelombang tinggi dan tiupan angin kencang musiman, aktivitas vulkanik aktif turut menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh personel penyelamat yang bertugas.

TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pencarian tanpa henti hingga seluruh korban ditemukan. Pihak keluarga korban serta institusi media terkait terus mendapatkan pembaruan informasi berkala dari posko terpadu tanggap darurat maritim.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User