Tarik Investasi Rp 113,4 T, KEK Gresik Bakal Diperluas

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengonfirmasi bahwa pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik telah mengajukan rencana perluasan area. Langkah ini diamb

Jul 08, 2026 - 00:53
0 0
Tarik Investasi Rp 113,4 T, KEK Gresik Bakal Diperluas

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengonfirmasi bahwa pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik telah mengajukan rencana perluasan area. Langkah ini diambil untuk merespons derasnya minat investasi yang sudah mencapai angka fantastis Rp 113,4 triliun hingga pertengahan 2026. Informasi yang dihimpun Apaberita.com menyebutkan bahwa realisasi investasi tersebut berasal dari puluhan perusahaan manufaktur berskala global yang beroperasi di dalam kawasan.

Rencana ekspansi KEK Gresik bukan sekadar wacana. Dewan Nasional KEK bersama pemerintah daerah tengah mempercepat proses perizinan agar perluasan area dapat berjalan mulus. Sesmenko Perekonomian sekaligus Sekretaris Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal langsung pengajuan ini. Ia menyebut bahwa penambahan lahan krusial untuk menampung gelombang investasi baru yang diprediksi terus mengalir.

Pelabuhan dan Ekosistem Industri Terintegrasi

KEK Gresik yang berlokasi di Manyar, Jawa Timur, memiliki posisi strategis karena terhubung langsung dengan Pelabuhan Gresik. Kawasan ini menjadi magnet bagi industri smelter, petrokimia, dan pengolahan logam. Dengan total investasi tembus Rp 113,4 triliun, pemerintah melihat perluasan menjadi syarat mutlak untuk menjaga ekosistem industri dan pelabuhan tetap terintegrasi. “Kami tidak hanya berpikir menambah hektare lahan, tetapi memastikan konektivitas logistik dan rantai pasok semakin efisien,” ujar seorang pejabat Dewan Nasional KEK saat ditemui terpisah.

Salah satu pendorong utama ekspansi adalah rencana pembangunan klaster baru untuk industri baterai kendaraan listrik serta pabrik komponen energi terbarukan. Dalam tiga tahun terakhir, KEK Gresik sudah mencatat pertumbuhan nilai ekspor yang signifikan, dan dengan perluasan area, kapasitas produksi diyakini bisa berlipat ganda.

Dukungan Perizinan Cepat

Agar rencana perluasan tidak terhambat birokrasi, Kementerian Koordinator Perekonomian menggandeng Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) serta Pemerintah Kabupaten Gresik. Layanan perizinan satu pintu dan insentif fiskal akan dipertahankan bahkan ditingkatkan untuk investor baru. “Kami harapkan proses perizinan dan persetujuan perluasan KEK Gresik dapat berjalan optimal,” kata Susiwijono dalam keterangan tertulis yang dikutip Apaberita.com, Minggu (14/6/2026).

“Dengan tambahan area, KEK Gresik akan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan berkontribusi lebih besar pada PDB nasional serta PDRB Jawa Timur.”

Hingga berita ini diturunkan, Dewan Nasional KEK belum merinci berapa luas tambahan lahan yang diajukan, tetapi sejumlah sumber menyebutkan bahwa area yang diminta mencapai ribuan hektare di sekitar zona industri yang sudah ada.

Tenaga Kerja dan Efek Domino

Perluasan KEK Gresik diproyeksikan menyerap tenaga kerja langsung hingga 40.000 orang dalam lima tahun ke depan. Angka itu belum termasuk tenaga kerja tidak langsung yang muncul dari sektor pendukung seperti transportasi, akomodasi, dan jasa logistik. Pemerintah daerah menyambut positif rencana ini karena akan mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi yang sempat melambatkan investasi di beberapa sektor manufaktur.

“Ini peluang besar bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya. Kami telah menyiapkan pelatihan vokasi agar tenaga lokal terserap maksimal,” ujar seorang pejabat Dinas Tenaga Kerja setempat. Sementara itu, pelaku usaha di kawasan itu menyatakan siap berekspansi asalkan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan air bersih ikut ditingkatkan seiring pertumbuhan kawasan.

Dengan realisasi investasi Rp 113,4 triliun, KEK Gresik menjadi salah satu dari tiga KEK berbasis manufaktur dengan serapan investasi tertinggi di Indonesia. Jika perluasan disetujui dan proses konstruksi dimulai tahun ini, pemerintah menargetkan tambahan investasi minimal Rp 50 triliun hingga 2028. Angka itu diharapkan mampu mengerek peringkat kemudahan berusaha Indonesia di mata investor global, sekaligus membuktikan bahwa model KEK masih menjadi andalan dalam menarik modal asing ke Tanah Air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User