Tantri Namirah Berbagi Tips Padu Padan Hijab dan Ciput Warna-Warni

Jakarta – Tren fesyen hijab kembali menghadirkan gaya yang sempat populer pada dekade 2010-an, yakni penggunaan ciput atau dalaman hijab dengan warna kontras yang dipadukan secara berani. Gaya ini k...

Tantri Namirah Berbagi Tips Padu Padan Hijab dan Ciput Warna-Warni

Jakarta – Tren fesyen hijab kembali menghadirkan gaya yang sempat populer pada dekade 2010-an, yakni penggunaan ciput atau dalaman hijab dengan warna kontras yang dipadukan secara berani. Gaya ini kini banyak diadopsi oleh perempuan berhijab di Indonesia, termasuk oleh fashion influencer Tantri Namirah yang dikenal dengan penampilan penuh warna dan ekspresif.

Tantri Namirah, yang kerap tampil dengan palet warna mencolok, menyatakan bahwa pemilihan warna pada hijab dan ciput merupakan bagian dari identitas gaya pribadinya. Hal tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers peluncuran koleksi hijab terbaru dari jenama fesyen global di kawasan KAUM Jakarta, Kamis (6/8). Dalam kesempatan itu, Tantri tampil berdampingan dengan sejumlah figur publik lain, seperti Sivia Azizah dan Ayudia Bing Slamet.

Menurut Tantri, penggunaan ciput dengan warna yang berbeda dari hijab utama bukan sekadar elemen pelengkap, melainkan sebuah pernyataan fesyen yang ingin ia sampaikan kepada publik. Ia menegaskan bahwa kombinasi warna yang berani membantunya dikenali dari kejauhan.

“Kalau aku memang kebanyakan pakai hijabnya polos. Lalu, aku selalu pakai dalaman yang warnanya beda dengan hijabnya. Aku butuh warna yang memberikan kalau dilihat dari jauh, ‘Oh, itu Tantri Namirah’,” jelas Tantri dalam sesi konferensi pers tersebut.

Bagi mereka yang belum terbiasa dengan gaya serupa, memadukan warna hijab dan ciput kerap menjadi tantangan tersendiri. Menyadari hal itu, Tantri memberikan sejumlah panduan praktis yang dapat diterapkan oleh publik yang ingin mulai mengeksplorasi gaya ini. Ia menyarankan pendekatan bertahap dengan fokus pada harmoni warna.

Kunci Padu Padan: Warna Satu Tone atau Monokromatik

Tantri menjelaskan bahwa langkah awal yang paling aman bagi pemula adalah memilih perpaduan warna yang berada dalam satu rumpun atau bersifat monokromatik. Dengan cara ini, risiko kesalahan dalam memadukan warna dapat diminimalkan, namun tetap memberikan kesan dinamis pada penampilan.

“Biasanya, aku selalu menyarankan orang-orang kalau mau mulai pakai baju atau hijab yang warna-warni, carilah perpaduan warna yang agak satu tone atau monokromatik,” kata Tantri.

Ia memberikan contoh konkret yang mudah dipahami, seperti kombinasi biru tua dengan biru muda, hijau tua dengan hijau muda, atau oranye dengan kuning. Menurutnya, pemilihan warna yang tidak terlalu jauh dari rentang warna utama akan menciptakan kesan yang selaras dan tidak berlebihan.

“Misalnya, seperti biru tua dan biru muda, hijau tua dengan hijau muda, atau misalnya oranye dan kuning. Jadi, warna yang tidak terlalu jauh dari warna lainnya,” imbuhnya.

Pendekatan ini dinilai efektif untuk membangun kepercayaan diri sebelum melangkah ke kombinasi warna yang lebih berani. Tantri menekankan bahwa eksplorasi gaya sebaiknya dilakukan secara bertahap agar hasil akhir tetap terlihat rapi dan berkelas.

Fesyen Sebagai Bentuk Ekspresi Diri

Dalam kesempatan yang sama, Tantri juga menyampaikan bahwa fesyen, termasuk dalam hal pemilihan hijab dan ciput, merupakan medium untuk mengekspresikan kepribadian. Baginya, warna memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan tanpa perlu banyak kata. Ia mengaku selalu berusaha menghadirkan elemen keceriaan dalam setiap penampilannya, baik dalam acara formal maupun kasual.

Tren ciput warna-warni yang kembali mencuat ini dinilai sebagai respons atas kebutuhan perempuan berhijab akan variasi gaya yang lebih luas. Dengan panduan yang tepat, publik dapat mengadopsi tren ini tanpa kehilangan esensi kesopanan dalam berbusana. Para pengamat fesyen menilai bahwa keberanian dalam memadukan warna juga mencerminkan perkembangan industri fesyen muslim yang semakin inklusif dan kreatif.

Melalui tips yang dibagikan oleh Tantri Namirah, diharapkan semakin banyak perempuan Indonesia yang merasa percaya diri untuk bereksperimen dengan warna dalam berhijab. Kombinasi yang tepat antara hijab dan ciput tidak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga menjadi identitas visual yang kuat bagi pemakainya.

Konferensi pers yang digelar di KAUM Jakarta tersebut turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan jenama fesyen global dan para kreator konten. Acara ini menjadi ajang untuk memperkenalkan koleksi terbaru sekaligus memberikan inspirasi gaya kepada masyarakat luas. Tantri berharap gaya yang ia usung dapat menginspirasi banyak orang untuk lebih berani tampil beda dengan tetap mengedepankan nilai estetika dan kenyamanan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User