Tangisan Pelayat Mengiringi Penampilan Perdana Peti Jenazah Ayatollah Khamenei di Depan Publik

Jakarta - Untuk pertama kalinya, peti jenazah mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, diperlihatkan kepada khalayak ramai. Momen haru itu terjadi setelah ia wafat dalam sebuah seran

Jul 08, 2026 - 04:55
0 0
Tangisan Pelayat Mengiringi Penampilan Perdana Peti Jenazah Ayatollah Khamenei di Depan Publik

Jakarta - Untuk pertama kalinya, peti jenazah mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, diperlihatkan kepada khalayak ramai. Momen haru itu terjadi setelah ia wafat dalam sebuah serangan udara gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari silam.

Isak tangis para pelayat pecah saat prosesi berlangsung. Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com pada Sabtu (4/7/2026), suasana duka tidak hanya dipenuhi oleh linangan air mata, tetapi juga oleh pekikan slogan-slogan bernuansa keagamaan yang dikumandangkan massa yang hadir.

“Suasana di lokasi begitu emosional. Teriakan 'Allahu Akbar' dan syair-syair duka terus bergema sepanjang prosesi pembawaan peti.”

Rangkaian foto yang dirilis oleh kantor berita resmi Iran, seperti dilansir oleh AFP dan The National News pada Jumat (3/7), memperlihatkan detik-detik mengharukan tersebut. Peti jenazah Ayatollah Khamenei yang dibalut dengan penuh kehormatan oleh bendera Iran, diusung oleh para pelayat memasuki kompleks Grand Mosalla.

Lokasi yang secara resmi dikenal sebagai Imam Khomeini Mosalla atau Masjid Agung Imam Khomeini itu telah disiapkan sebagai pusat seremoni penghormatan terakhir. Grand Mosalla sendiri merupakan salah satu situs paling sakral dan monumental di Teheran, kerap menjadi lokasi ibadah massal serta momen krusial bagi Republik Islam Iran.

Kehilangan Ayatollah Khamenei meninggalkan duka mendalam di tengah situasi geopolitik yang masih memanas. Sebelumnya, kawasan Timur Tengah terus diselimuti ketegangan pasca operasi militer yang menargetkan tokoh sentral Iran tersebut. Amerika Serikat bahkan secara terbuka telah melayangkan peringatan keras kepada Teheran agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu perubahan status quo di jalur perairan krusial, Selat Hormuz.

Prosesi ini menjadi momen krusial bagi rakyat Iran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada figur yang telah memimpin negara itu selama beberapa dekade. Meskipun kematiannya dipicu oleh konflik militer, publik Iran menunjukkan solidaritas tinggi dengan memadati area masjid, menjadikan upacara tersebut sebagai simbol persatuan di tengah tekanan eksternal yang tengah dihadapi negara mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User